AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETIL ASETAT KECAMBAH KEDELAI HITAM (Glycine soja) YANG DIHIDROLISIS DENGAN ASAM KLORIDA

Nurisyah Nurisyah, Alfrida Monica Salasa, Elisabeth Natalia Barung, Ratnasari Dewi

Abstract


Isoflavon dalam  kecambah kedelai hitam (Glycine soja) berada dalam bentuk glikosida. Hidrolisis dengan asam dapat mengubah isoflavon glikosida menjadi isoflavon aglikon dan glukosa. Isoflavon diperoleh melalui ekstraksi dengan pelarut etanol dan campuran etanol dan HCL secara maserasi.. Penelitian bertujuan membandingkan aktivitas antioksidan ekstrak tanpa hidrolisis dan yang dihidrolisis. Penelitian dilakukan dengan mengekstraksi senyawa isoflavon dari ekstrak etanol dengan pelarut etil asetat. Selanjutnya dilakukan pengujian aktivitas antioksidan dengan mengukur jumlah DPPH yang tereduksi dari senyawa antioksidan sampel menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 517 nm. Aktivitas antioksidan dihitung sebagai  %pengikatan DPPH oleh sampel, kemudian ditentukan nilai IC50 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai IC50 ekstrak etil asetat kecambah kedelai hitam  tanpa hidrolisis sebesar 341,88 ppm dan ekstrak terhidrolisis sebesar 179,204 ppm. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak terhidrolisis memiliki aktivitas antioksidan 2 kali lebih kuat dari ekstrak tanpa hidrolisis.

 

Kata kunci : kecambah, kedelai hitam, hidrolisis,, aktivitas antioksidan.


Full Text:

PDF

References


Aminah dan Wikanastri (2012) Karakteristik Kimia Tepung Kecambah Serealia Dan Kacangkacangan Dengan Variasi Blanching, Seminar Hasil-Hasil Penelitian – LPPM UNIMUS 2012

Andarwulan, N dan Purwiyatno H. Optimasi Produksi Antioksidan pada Proses Perkecambahan Biji-Bijian dan Divesifikasi Produk Pangan Fungsional. Absolut, Yogyakarta. 2001. Hal 2-3 Astuti S, Muchtadi D, Astawan M, Purwantara B, Wresdiyati T. 2009. Kualitas spermatozoa tikus yang diberi tepung kedelai kaya isoflavon, seng (Zn) dan vitamin E. Media Peternakan 32(10): 12-21.

Devi MKA, Gondi M, Sakhtivelu G, Giridhar P, Rajasekaran T, Ravishankar GA. 2009. Functional attributes of soybean seeds and products, with reference to isoflavone content and antioxidant activity. Food Chemistry 114: 771-776.

Fawwaz, M., Akbar. N., Pratama M., Saleh, A and Baits, M. 2016. High Performance Liquid chromatographic Analysis Of Isoflavones Aglycone In Indonesian Soybean. International Journal of Pharmaceutical Sciences and Research. IJPSR ; Vol. 7(10): 4230-4233.

Kudou, S., Y. Fleury, D.Welti, D. Magnolato, T. Uchida, K. Kitamura and K. Okubo. 1991. Malonyl Isoflavone Glycosides in Soybean Seed (Glycine max Merrill). Agric. Biol. Chem. 55: 2227 – 2233.

Purwoko, T., Pawiroharsono, S., & Gandjar, I. (2001). Biotransformasi isoflavon oleh Rhizopus oryzae UICC 524. BioSMART, 3(2), 7–12.

Qiushi C., 2009, Evaluate the effectiveness of the natural cosmetic product compared to chemical-based product. International Journal of Chemistry, 1, 57-59

Wong MCY, Emery PW, Preedy VR, Wiseman H. 2008. Health benefit of isoflavones in functional foods? Proteomic and metabolomic advances. Inflammopharmacology 16(5); 235-239.

Xiao CW. 2008. Health effects of soy protein and isoflavone in humans. The Journal of Nutrition 138(6): 1244-1249.

Xu B and Chang SK. 2008. Total phenolics, phenolic acids, isoflavones, and anthocyanins and antioxidant properties of yellow and black soybeans as affected by thermal processing. J. Agric. Food Chem. 56:7165–7175.

Zaheer K dan Akhtar MH. 2017. An updated review of dietary isoflavone: nutrition, processing, bioavailability and impacts on human health. Critical Review in Food Science and Nutrition 57(6):1280-1293.

Zhang X, Gao YT, Yang G, Li H, Cai Q, Xiang YB, Ji BT, Franke AA, Zheng W, and Shu XO. 2012.Urinary isoflavonoids and risk of coronary hearth disease. Int. J. Epidemiol. 41: 1367-1375.




DOI: https://doi.org/10.32382/mf.v15i1.797

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Kontak Editor

Hendra Stevani

Jurusan Farmasi Poltekkes kemenkes Makassar

email : hendra@poltekkes-mks.ac.id

 

View My Stats