PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA GANGGUAN FUNGSIONAL BERJALAN AKIBAT FRAKTUR 1/3 DISTAL CRURIS DEXTRA POST PEMASANGAN PLATE AND SCREW DI RSUP DR.WAHIDIN SUDIROHUSODO MAKASSAR 2013

Siti Muthiah, Hendrik Hendrik, Suharto Suharto

Abstract


Fraktur 1/3 distal cruris adalah suatu patahan pada kontinuitas struktur tulang cruris atau terputusnya hubungan tulang tibia dan fibula pada bagian 1/3 distalnya, yang mana terjadi akibat trauma langsung atau tidak langsung, faktor tekanan atau kelelahan dan faktor patologik.

Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui prosedur Penatalaksanaan Fisioterapi Pada gangguang Fungsional Berjalan Akibat Fraktur 1/3 Distal Cruris Dextra Post Pemasangan Plate and Srew. Penelitian ini dilakukan Di RSUP.Wahidin Sudirohusodo Makassar pada bulan Mei s/d Juni 2013. Jenis penelitian ini adalah studi kasus yaitu dengan menggunakan sampel tunggal.

Pemeriksaan fisioterapi yang baik dilakukan dengan pemeriksaan yang lengkap yaitu dimulai dari anamnesis, inspeksi, palpasi, pemeriksaan fungsi gerak dasar, serta pemeriksaan spesifik seperti VAS tes, ROM tes, MMT tes dan tes kemampuan ADL. Dan adapun problematik fisioterapi yang muncul berupa Nyeri, keterbatasan ROM, Kelemahan otot dan gangguan ADL berjalan maka diberikan intervensi fisioterapi  adalah electro therapy berupa Infra Red Rays (IRR), manual therapy berupa massage dengan menggunakan teknik efflurage, exercise therapy berupa relaxed passive exc, hold relax stretching, assisted active exercise serta latihan transver ambulasi pada penderita dengan intensitas terapi 3x seminggu selama 12x penaganan didapatkan hasil berupa  nyeri menurun, ROM bertambah, dan kemampuan melakukan ADL meningkat.

Dari hasil yang diperoleh, disimpulkan bahwa dengan menggunakan modalitas fisioterapi yang telah disebutkan dapat mengurangi permasalahan yang timbul akibat fraktur 1/3 distal cruris dextra post pemasangan plate and screw. Diantaranya, nyeri dari skala 4 menjadi 1, ROM S:30-0-60  menjadi S:30-0-77 dan terakhir kemampuan ADL dari 3 menjadi 2.

Kata kunci:fraktur 1/3 distal cruris, gangguan fungsional berjalan, IRR,               massage, relaxed passive exc, hold relax stretching, assisted    active exercise

Full Text:

PDF Similiarity Check

References


Anshar dan Sudaryanto, 2011. Biomekanik Osteokinematika dan Arthrokinematika. Kementrian Kesehatan RI Politeknik Kesehatan, Makassar.

A. Thomson, A. Skinner dan J. Piercy. 1991. Tidy’s Physiotherapy.Oxford :Butterwoth- Heinemann. Hal 19

Apley, A. Graham, Louis Solomon, 1995; Buku Ajar Ortopedi, dan Fraktur Sistem Apley; Edisi Ketujuh, Widya Medika, Jakarta.

Chusid, JG, 1993; Neuro Anatomi Korelatif dan Neurologi Fungsional. Edisi empat, Gajah Mada University Press, Yogyakarta.

De Wolf, A,N, 1994; Pemeriksaan Alat Penggerak Tubuh. Cetakan Kedua,Hauten Zeventen.

Dorland. 1995. Kamus Kedokteran. Edisi 26. Jakarta : EGC.

Data RSO Dr. Soeharso Surakarta, 2005; Jurnal Penderita Fraktur Cruris; RSO Dr. Soeharso Surakarta.

Hariandja, Andy & Hendrik, 2011 ; Buku Ajar Sumber Fisis. Kementrian Kesehatan RI Politeknik Kesehatan, Makassar.

Hariandja, Andy M.A. 1997, Diktat Biomekanik, Akfis Depkes, Makassar.

Kisner, et al. 1996. Therapeutic Exercise Foundations and Techniques; Third Edition, F.A. Davis Company, Philadelphia, hal 339-412.

Leon C. 2008. Sreching Therapy for sport and manual therapies ; Edisi pertama, China.

Muttaqin, Arif, 2011; Buku Saku Gangguan Musculoskeletal Aplikasi pada Praktik Klinik Keperawatan. Jakarta : EGC.

Norkin and White, 1995; Measurement of Joint Motion a Guide to Goniometry; Second Edition, F.A Davis Company , Philadelpia.

Putz and Pabst, Alih Bahasa Y. Joko Suyono. 2006. Atlas Anatomi Manusia Sobotta. Edisi 22. Jakarta : EGC.

Ramali, Ahmad, K. St. Pamoentjak, (1996). Kamus Kedokteran Arti dan Keterangan Istilah. Disempurnakan oleh Hendra T. Laksama, Ed. Rev. Jakarta: Djambatan.




DOI: https://doi.org/10.32382/mf.v11i1.821

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Media Fisioterapi indexed by :

 

View My Stats

Flag Counter