ABRASI GIGI DITINJAU DARI CARA MENYIKAT GIGI PADA MASYARAKAT MAJELLING KECAMATAN MARITENGAE KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG

Arsyad Arsyad, Andi Nur Rahmania Andi Nur Rahmania, Muliyana Muliyana

Abstract


Abrasi gigi merupakan sarat substansi gigi dari proses yang abnormal, abrasi pada daerah serivikal banyak ditemukan pada orang tua yang menyikat gigi dengan cara yang kurang benar. Menyikat gigi adalah suatu prosedur untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut. Menyikat gigi adalah membersihkan seluruh bagian gigi didalam mulut. Mengetahui Gambaran Abrasi gigi ditinjau dari cara menyikat gigi pada masyarakat Majelling kecamatan mariteng kabupaten sidenreng rappang, Untuk melihat cara menyikat gigi pada masyarakat Majelling kecamatan mariteng kabupaten sidenreng rappang, Untuk melihat kejadian Abrasi gigi di masyarakat Majelling kecamatan maritengae kabupaten sidenreng rappang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif Kuantitatif.

Kata Kunci: Abrasi, Gigi, Menyikat Gigi


References


DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2003. Tootbrush abrasion for your dental health. [online]. 2003 [Cited 2013 Mar 1].

Budiharto. (2010). Pengantar Ilmu Perilaku Kesehatan dan Pendidikan Kesehatan. Jakarta: EGC

Christiany J, Wowor P, Mintjelungan C. 2015. Pengaruh Teknik Menyikat Gigi Vertikal Terhadap Terjadinya Resesi Gingiva. Jurnal e-Gigi.Volume 3, Nomor 2.

Ghom A, Mhaske S.2008. Tootbook of oral pathology. New Delhi : Jaypee Brother Medical Publishers. p.116.

Herawati Erna, Irna Sufiawati, AyuTrisna. 2002. Prevalensi Abrasi Gigi Tetap Pada Pasien Yang Berkunjung Ke Klinik Kerja Mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi UNPAD. Universitas Padjadjaran Bibliografi :Pustaka Ilmiah.

Hunter LM. West NX. 2000. Mechanical tooth wear :the role of individual tooth brushing variables and toothpaste abrasivity. In :Addy M, Embery G, Edgar WM, Orchardson R, Editors. Tooth Wear and Sensitivity. United Kingdom (UK) : Martin Dunitz. p.162.

KalangieBarten Patrick, Paulina Gunawan.(2016).prevelensiabrasigigi di Indonesia.

Kloungploung C, Reungsok T, Songpaisan Y, Trichiyapon v, Chantarawati p. 2004. Toothbrushing behavior and dental abrasion

Litonjua A. Luis, SebastianoAndreana, Peter J. Bush & Robert E. Cohen. 2003. ‘Tooth wear : Attrition, erosion, and abrasion’, Restorative Dentistry, vol. 34, no. 6, hh. 435 –446.

Meshramkar R.2012. Cara menyikat gigi,frekuansi menyikat gigi, dan tekanan

Natamiharja L, Hayana NB. 2009. Abrasi Gigi Berdasarkan Umur, Pendidikan, Perilaku Menyikat Gigi. Dentika Dental Journal. 14 (1) : 43 –7.

Putri.M.H, Herijulianti.E, Nurjannah.N. 2013. Ilmu pencegahan Penyakit Jaringan Kerasdan Jaringan Pendukung Gigi. Jakarta. EGC.Ramadhan, Gilang A. (2010).Serba-serbi Kesehatan Gigi dan Mulut. Cianjur Jakarta: Bukune.

Saxena V, Yadav N, Shanthi G, Vanka A, Dubey P, Binu. 2013. Linking of multi factorial causation in abrasion of teeth among adult residents of Bhopal central india. Indian Journal od Dental Sciences.5(3):9-12

Sena.(2013). Perilaku Kesehatan Gigi dan Mulut.

Septiyani, E N A. (2012). Perilaku Menggosok Gigi Pada Anak Usia Sekolah. Karya Tulis Ilmiah. Ponorogo: Universitas Muhamadiyah Ponorogo.

Sulistyo, Basuki. Metode Penelitian, Jakarta :Penaku, 2010

Weijden FVD, Echeverria JJ, Sanz M, Lindhe J, 2008. Mechanical supragingival plaque control. In : Lindhe J, Lang NP, Karring T, editors. Clinical

Periodontology and implant dentistry. 5th ed. Oxford: Blackwell Publishing Ltd, 2008. P. 708-9.

Putri, Herjualianti, Nurjanah, 2012 Plak gigi




DOI: https://doi.org/10.32382/mkg.v19i2.1954

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Published By : Poltekkes Kemenkes Makassar Jurusan Keperawatan Gigi

Office : Jl. Monumen Emmy Saelan III, Makassar, South Sulawesi, 90242

Email  :  mediagigi@poltekkes-mks.ac.id

 

INDEXING

    

View My Stats