ANALISIS FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP STATUS KARIES GIGI SULUNG PADA ANAK TK AISYIYAH BTP MAKASSAR

pariati pariati

Abstract


Karies gigi sulung masih menjadi masalah kesehatan anak dibawah 6 tahun pada TK Aisyiyah BTP Makassar melatar belakangi pentingnya penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berpengaruh terhadap status karies gigi sulung. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan hubungan kausal untuk menentukan pengaruh pengetahuan, perilaku dan penyuluhan kesehatan gigi terhadap status karies gigi sulung pada anak di TK Aisyiyah BTP Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase karies gigi sulung pada responden di TK Aisyiyah BTP Makassar secara keseluruhan mempunyai karies gigi sulung (status rendah). Hasil penelitian responden untuk pengetahuan berada pada kategori kurang (68%) dimana responden tidak teratur menggosok gigi dan tidak teratur memeriksakan gigi menjadi penyebab karies gigi sulung. Untuk perilaku responden seringnya tidak menggosok gigi setelah makan permen, tidak sering mengkonsumsi sayur dan  buah serta masih minum susu botol tiap hari menjadi penyebab karies gigi sulung dimana dikategorikan buruk (54%). Penyuluhan kesehatan gigi pada responden berada pada kategori baik (86%), dimana anak sudah melakukan cara menggosok gigi dengan baik dan benar. Kesimpulan, seluruh responden yang berjumlah 22 responden pada anak TK Aisyiyah BTP Makassar mempunyai status karies rendah  (≤4,4) dengan pengetahuan kurang dan perilaku yang buruk, sedangkan setelah diberi penyuluhan dan di observasi melalui cara menyikat gigi anak adalah baik. Pengetahuan, perilaku dan penyuluhan kesehatan gigi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap status karies gigi sulung pada anak TK Aisyiyah BTP Makassar.

References


Achmad, H., Singgih, F, M., Yunus, M., Malik, A. 2010. Karies dan perawatan Pulpa pada Anak Secara Komprehensif. Makassar:Penerbit Bimer.

Agustini, M., Nyorong, M., Darmawansyah. 2012. Kompetensi Promosi kesehatan pada petugas penyuluh kesehatan Puskesmas di Wilayah kerja dinas kesehatan Kota Samarinda,(Online).

(http://pasca.unhas.ac.id/jurnal/files/d6fbeabf8f5190d0ec935b81dec8d4a7.pdf, Diakses 17 November 2014).

Angela, A. 2005. Penanggulangan Karies Rampan Keluhannya pada Anak. Maj. Ked. Gigi (Dent. J.). 38 (3) : 132-134.

Anthonie, A. 2012. Kejadian Karies Gigi Ditinjau Dari Faktor Luar Penyebab Terjadinya Karies pada Ibu di Desa Beureuleung Kecamatan Grong grong kabupaten Pidie Tahun 2012, (Online),

(http://akbaranthonie.blogspot.com/2013/02/kejadian-karies-gigi-ditinjau-dari_10.html. diakses Tanggal 17 November 2014).

Anwar, A. I. & Devy, F. 2012. Hubungan Pengetahuan Ibu tentang Karies Gigi dengan Status Karies Gigi Murid di Taman Kanak-Kanak Kusudarsini Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar, (Online),

(https://www.academia.edu/5689712/Jurnal-LPvivi, Diakses 17 November 2014).

Amriyati, 2003. Kinerja Perawat Ditinjau dari Lingkungan Kerja dan Karakteristik Individu. Jurnal Manajemen Pelayanan PS IKM Universitas Gajah Mada Yogyakarta.

Ariningrum, R. 2000. Beberapa Cara Menjaga Kes¬ehatan Gigi dan Mulut. Jakarta:Hipocrates

Asfria, I. 2009. Early Childhood Caries (ECC). Skripsi. Fakultas Kedokteran Gigi. Medan: Universitas Sumatera Utara.

Astoeti TE, Jenie I, Kusnoto I, 2003. Hubungan Perilaku Terhadap Kebersihan Gigi dan Mulut Murid-Murid SD (SDN) DKI Jakarta Penderita Gigi Berjejal, Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. 2003;8(2):490-95.

Azwar, A. 1983. Pengantar pendidikan kesehatan. Jakarta:Sastra Hudaya.

Badan Penelitian dan Pengembangan kesehatan kementrian kesehatan RI, 2013. Riset Kesehatan Dasar, Jakarta.

Barus, A. 2007. Kesehatan Gigi dan Mulut Yang Efektif Dalam Meningkatkan kecerdasan Spiritual Anak, (Online). (adelinabarus13@yahoo.com, diakses 17 November 2014).

Budiharto. 1995. Dasar-dasar Ilmu Perilaku Kesehatan dan Pendidikan Kesehatan Gigi. Jakarta:FKG UI.

Coabisco, 1995. Dental Caries. http://www.dentalcaries.com/. (diakses tanggal 17 November 2014).

Depkes RI, 2009. Undang-Undang Kesehatan, Departemen Kesehatan RI. Jakarta.

Fajriani., Wahid, S., Horax, S,. 2011. Effect To Topical Aplication Of Catechin (Green Tea) On The Dynamic Matrix Metalloproteinases Enzymes (MMP-2,MMP-8) and Their Spesifik Inhibitor (In Saliva Of Early Childhood Caries.

Gultom, M. 2009. Pengetahuan, Sikap dan Tindakan ibu-Ibu Rumah tangga Terhadap Pemeliharaan Kesehatan Gigi dan Mulut anak Balitanya, di Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara tahun 2009. Skripsi. Fakultas Kedokteran Gigi, Medan: Universitas Sumatera Utara.

Herijulianti, E., Indriani. T.S, Artini, S. 2001. Pendidikan Kesehatan Gigi.EGC:Jakarta.

Houwink,B.et al. 1993. Ilmu Kedokteran Gigi Pencegahan. Terjemahan Sutatmi. Yogyakarta:Gadjah Mada University Press.

Irhama, 2012. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Karies Gigi Pada Murid di SDN 11 Muara Telang Kabupaten Banyuasin. (http://jihanmeivitadanaura.com/2012/02/faktor-faktor-yang-berhubungan-dengan.html). Diakses tanggal 5 Januari 2015.

Kholid, A. 2014.Promosi Kesehatan Dengan Pendekatan Teori Perilaku, Media, dan Aplikasinya. Jakarta:Rajawali Perss.

Komarudin. 1994. Kamus Istilah Skripsi dan Tesis. Bandung:Angkasa.

Listyowati, D. 2012. Pengaruh Intervensi Promosi Kesehatan Terhadap Pengetahuan, Sikap dan Praktek Cuci Tangan Pakai Sabun pada Siswa Kelas 5 di SDN Pengasinan IV

Nasir. (2009). Menjaga Kesehatan gigi dan mulut.

(http://dokternasir.web.id/2009/03/menjaga-kesehatan-gigi-dan-mulut. Diakses 17 November 2014).

Nanda, 2005. Anak Usia Sekolah Rentan Terkena Karies Gigi. (http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/info-sehat/05/09/12/lrevhf-sekitar-85-persen-anak-usia-sekolah-menderita-karies-gigi). Diakses tanggal 5 Januari 2015.

Ngatimin, H.M., 2005. Ilmu perilaku Kesehatan. Makassar:Yayasan “PK-3”.

Ngatimin, H. M., 2011. Enrichmen, dari Hipocrates sampai Winslow dan Pengenbangan Ilmu Kesehatan Masyarakat Selanjutnya. Makassar:Yayasan “PK-3”.

Nikiforuk,G. 1985. Understanding Dental Caries, 2. Basel Switzerland: Palaention Basic Clinica Aspects,S Karger, 2,.:14.

Noviani, N. 2010. Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Status Karies Gigi (DMFT) Santri Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman Parung Bogor Tahun 2010. Tesis. Fakultas

Notoatmodjo, S. 2003. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Notoatmodjo, S. 2007. Promosi Kesehatan & Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta.

Notoatmodjo, S. 2012. Metodologi penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Pemerintah Kota Makassar, 2013. Profil kesehatan Kota Makassar Dinas Kesehatan, Makassar: Kepala Dinas Kota Makassar.

Pratiwi, D., 2013. repository.unhas.ac.id.

(http://ayulindia.blogspot.com/2012/07/riset-pengetahhuan-dan-pencegahan.html, Diakses 17 November 2014).

Radijanto, W, 1989. Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi Terhadap Karies Gigi dan Kebersihan Mulut Anak Pra Sekolah, Studi Pada Taman Kanak-Kanak Putra di Lingkungan Departemen Pekerjaan Umum.tesis.Tidak diterbitkan, Jakarta: Paca Sarjana Perpustakaan UI Jakarta.

Ramadhan A.G. 2010. Serba Serbi Kesehatan Gigi dan Mulut. Jakarta: Bukune.Rifky. 2009. Cara Menyikat Gigi dengan Baik dan benar. (http:// id.cosmotopic.com/3354240185, diakses 17 November 2014).Riyanti, E. & Saptarini, R., 2005. Upaya Peningkatan kebersihan gigi dan Mulut Melalui Perubahan Perilaku Anak.

Royal Healt Care, 2013, Cara Menyikat Gigi Yang Baik dan Benar. (http://klinikrhc.com/wp-content/uploads/2014/04/teknik-menyikat-gigi-1.jpg, Diakses Tanggal 17 November 2014).

Sandira dan Iqbal, 2007. Karies Gigi, (http://www.mailarchive.co.id/dokter@itb.ac.id/msg). Diakses tanggal 5 Januari 2015.

Salim, P. 1991. Kamus Bahasa Indonesia Kontemporer. Jakarta:Modern English Press.

Setiyawati F. 2008. Breastfeeding and Early Childhood Caries (ECC) Severity of Children Under Three Years Old in DKI Jakarta. Journal Makara UI, Kesehatan, (2).

Sitanggang. 2010. Pilih Sikat Gigi yang benar . (http://www.jambiindependent.

co.id/jio/index, Diakses tanggal 17 November 2014).

Sutjipto, C., Wowor, N. S. V., Kaunang, P.J. W. 2013. Gambaran tindakan Pemeliharaan Kesehatan Gigi dan Mulut anak usia 10-12 Tahun di SD Kriesten Eben Haezar 02 Manado. Jurnal r e-Biomedik (eBM), 1 (1), 697-706.

Suwelo dan Suharsono, S,. 1992, Karies Gigi Pada Anak dengan Berbagai Faktor Etiologi; Kajian pada Anak Usia Sekolah, Jakrta:EGC.

STIK Tamalatea Makassar. 2013. Pedoman Penyusunan Tesis, Makassar:Direktur program Pascasarjana

Soekidjo, N. 2003. Ilmu Kesehatan Masyarakat (Prinsip-prinsip dasar) (2). Jakarta:PT Rineka Cipta.

Syarifi dan Sahip, 2008. Minum Susu Menggunakan Botol Menyebabkan Karies Parah pada Anak. (http://sahipsyarifibawean.blogspot.com/2008/11/meminum-susu menggunakan-botol.html). Diakses tanggal 17 November 2014.

Tarigan, R. 1995. Kesehatan Gigi dan Mulut. Jakarta:EGC.

Warni, L, 2009. Hubungan Perilaku Murid SD kelas V dan VI pada kesehatan Gigi dan Mulut Terhadap Status Karies Gigi di Wilayah Kecamatan Delitua Kabupaten Deli Serdang Tahun 2009. Tesis. USU. Medan.

Worotitjan, I., Mintjelungan, C,. Gunawan, P. 2013. Pengalaman Keries Gigi Serta Pola Makan dan Minum Pada Anak Sekolah Dasar di Desa Kiawa Kecamatan Kawangkoan Utara. Jurnal e-GiGi (eG), 1 (1), 59-68.

Yulita, I., Elly, D., Vixtrix, A. A,. 2013. Air Susu dan Karies Gigi Sulung. Jurnal Health Quality, 4 (1), 1-76.




DOI: https://doi.org/10.32382/mkg.v17i2.666

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Published By : Poltekkes Kemenkes Makassar Jurusan Keperawatan Gigi

Office : Jl. Monumen Emmy Saelan III, Makassar, South Sulawesi, 90242

Email  :  mediagigi@poltekkes-mks.ac.id

 

INDEXING

    

View My Stats