PENERAPAN ASKEP PADA PASIEN TN. B DENGAN TUBERKULOSIS PARU DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN KEAMANAN DAN KESELAMATAN

Sitti Maryam Bachtiar

Abstract


Abstrak

 

Latar belakang. Menurut WHO, Tuberculosis (TB) menjadi masalah kesehatan dunia, setengah persen dari penduduk dunia terserang penyakit ini, sebagian besar berada di Negara berkembang, di Indonesia tahun 2013 sebesar 183 per 100.000 penduduk dengan angka kematian sebesar 25 per 100.000 penduduk, tahun 2014 meningkat menjadi 399 per 100.000 penduduk dengan angka kematian yang juga miningkat menjadi 41 per 100.000 penduduk. Data tersebut menunjukkan, angka kejadian TB di Indonesia masih tinggi, sehingga diperlukan upaya pencegahan dan pemberantasan TB_Paru yang di lakukan dengan pendekatan Directly Observe treatment Shortcourse (DOTS) atau pengobatan TB_Paru dengan pengawasan langsung oleh Pengawas Menelan Obat (PMO) sehingga dalam studi kasus ini diharapkan dapat membantu penderita TB paru dalam pemenuhan kebutuhannya sehingga angka penderitaan TB menurun.

Tujuan. Memperoleh gambaran keberhasilan penerapan askep pada Tn B dengan Tuberculosis Paru dalam pemenuhan kebutuhan keamanan dan keselamatan.

Metode. Studi kasus ini menggunakan rancangan analisis deskriptif. Dengan pendekatan proses keperawatan. terhadap pasien tuberculosis paru dalam pemenuhan kebutuhan keamanan dan keselamatan. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini menggunakan format pengkajian, format wawancara dan lembar observasi.

Hasil. Diagnosa keperawatan, Resiko penyebaran infeksi b/d kurangnya pengetahuan untuk menghindari pemaparan pathogen. Hasilnya menunjukkan prilaku pencegahan penularan penyakit yaitu pasien sudah menggunakan masker, klien nampak mulai menutup mulut saat batuk, klien nampak tidak membuang dahak di sembarang tempat, jendela rumah nampak sudah terbuka pada saat siang hari. Klien mengatakan, mulai memahami bahwa penyakit TB Paru adalah salah satu penyakit yang menular, klien mengatakan  sudah memahami bagaimana proses penularan dan cara pencegahan penyakit yang di deritanya. Obyektif: TTV didapatkan hasil : TD : 130/90 mmHg, Nadi : 86 x/menit, Suhu : 38ᵒC,  Pernapasan : 28 x/menit.

Kesimpulan. Resiko penyebaran infeksi b/d Kurangnya pengetahuan untuk menghindari pemaparan pathogen teratasi didukung dengan data yang sesuai dengan kriteria hasil yang ditegakkan.

 

Kata kunci : Asuhan Keperawatan, keamanan dan keselamatan, Tuberculosis Paru

 

DAFTAR PUSTAKA

Dharma, K. K. (2011). metodologi Penelitian Keperawatan. Jakarta: Trans Info Media.

Doenges, M. E., Moorhouse, M. F., & Geissler, A. C. (2014). Rencana Asuhan Keperawatan Pedoman Untuk Perencanaan Dan Pendokumentasian Perawatan Pasien. Jakarta: EGC.

Hidayat, A. A., & Uliyah, M. (2012). Buku Ajar Kebutuhan Dasar Manusia. Surabaya: Health Books Publishing.

Hidayat, A. A., & Uliyah, M. (2014). Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia. Jogjakarta: Salemba Medika.

Jourdan, C., Lisa, T., Douglas, P., Desai, A.S. (2016).Contact Investigations Around Mycobacterium tuberculosis Patients Without Positive Respiratory Culture https://www.nursingcenter.com/journalarticle?Article_ID=3411966&Journal_ID=420959&Issue_ID=3411494. Lippicot, NursingCenter. 

Kawatstu, L., Uchimura, K., Ohkado, A., Kato, S. (2018), A combination of quantitative and qualitative methods in investigating risk factors for lost to follow-up for tuberculosis treatment in Japan - Are physicians and nurses at a particular risk. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/29906287. doi: 10.1371/journal.pone.0198075. eCollection 2018.NCBI, Pubmed.

 

Manurung, S., Suratun, Krisanty, P., & Ekarini, N. P. (2013). Gangguan Sistem Pernafasan Akibat Infeksi. DKI Jakarta: CV. Trans Info Medika.

Nizar, M. (2017). Pemberantasan Dan Penanggulangan Tuberculosis. Yogyakarta: Gosyen Publishing.

Nugroho, T. (2011). Asuhan Keperawatan Maternitas, Anak, Bedah, Penyakit Dalam. Yogyakarta: Nuha Medika.

Nurarif, A. H., & Kusuma, H. (2015). Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa Medis Dan Nanda NIC-NOC Jilid 3. Jogjakarta: Mediaction.

Padila. (2013). Asuhan Keperawatan Penyakit Dalam. Yogyakarta: Nuha Medika.

Sudarianto, Mursalim, & Nur, M. (2011). Profil Kesehatan Sulawesi Selatan 2011. 71.

Sullis, G., Combary, A., Getahun, H., Gnanou, S., Giorgetti, P.F., Konseimbo, A., Capone, S., Hamada, Y., Baddeley, A., Matteelli, A. (2018). Implementation of tuberculosis prevention for exposed children, Burkina Faso. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/29904221. doi: 10.2471/BLT.17.201343. Epub 2018 Apr 20. NCBI, Pubmed.

Syam, M. S., Riskiyani, S., & Rachman, W. A. (2013). Dukungan Sosial Penderita Tuberculosis Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Ajangale Kabupaten Bone 2013. 2.

Tiara, H., Laode, A. A., & Karma, I. (2015). Analisis Spasial, Kolerasi Dan Trend Kasus TB Paru BTA positif Menggunakan WEB Sistem Informasi Geografis Di Kota Kendari Tahun 2013-2015. 2.

Wardhani, R. (2014). Buku Ajar Dasar-Dasar Riset Keperawatan. Yogyakarta: Nuha Medika.



References


DAFTAR PUSTAKA

Dharma, K. K. (2011). metodologi Penelitian Keperawatan. Jakarta: Trans Info Media.

Doenges, M. E., Moorhouse, M. F., & Geissler, A. C. (2014). Rencana Asuhan Keperawatan Pedoman Untuk Perencanaan Dan Pendokumentasian Perawatan Pasien. Jakarta: EGC.

Hidayat, A. A., & Uliyah, M. (2012). Buku Ajar Kebutuhan Dasar Manusia. Surabaya: Health Books Publishing.

Hidayat, A. A., & Uliyah, M. (2014). Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia. Jogjakarta: Salemba Medika.

Jourdan, C., Lisa, T., Douglas, P., Desai, A.S. (2016). Contact Investigations Around Mycobacterium tuberculosis Patients Without Positive Respiratory Culture https://www.nursingcenter.com/journalarticle?Article_ID=3411966&Journal_ID=420959&Issue_ID=3411494. Lippicot, NursingCenter.

Kawatstu, L., Uchimura, K., Ohkado, A., Kato, S. (2018), A combination of quantitative and qualitative methods in investigating risk factors for lost to follow-up for tuberculosis treatment in Japan - Are physicians and nurses at a particular risk. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/29906287. doi: 10.1371/journal.pone.0198075. eCollection 2018.NCBI, Pubmed.

Manurung, S., Suratun, Krisanty, P., & Ekarini, N. P. (2013). Gangguan Sistem Pernafasan Akibat Infeksi. DKI Jakarta: CV. Trans Info Medika.

Nizar, M. (2017). Pemberantasan Dan Penanggulangan Tuberculosis. Yogyakarta: Gosyen Publishing.

Nugroho, T. (2011). Asuhan Keperawatan Maternitas, Anak, Bedah, Penyakit Dalam. Yogyakarta: Nuha Medika.

Nurarif, A. H., & Kusuma, H. (2015). Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa Medis Dan Nanda NIC-NOC Jilid 3. Jogjakarta: Mediaction.

Padila. (2013). Asuhan Keperawatan Penyakit Dalam. Yogyakarta: Nuha Medika.

Sudarianto, Mursalim, & Nur, M. (2011). Profil Kesehatan Sulawesi Selatan 2011. 71.

Sullis, G., Combary, A., Getahun, H., Gnanou, S., Giorgetti, P.F., Konseimbo, A., Capone, S., Hamada, Y., Baddeley, A., Matteelli, A. (2018). Implementation of tuberculosis prevention for exposed children, Burkina Faso. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/29904221. doi: 10.2471/BLT.17.201343. Epub 2018 Apr 20. NCBI, Pubmed.

Syam, M. S., Riskiyani, S., & Rachman, W. A. (2013). Dukungan Sosial Penderita Tuberculosis Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Ajangale Kabupaten Bone 2013. 2.

Tiara, H., Laode, A. A., & Karma, I. (2015). Analisis Spasial, Kolerasi Dan Trend Kasus TB Paru BTA positif Menggunakan WEB Sistem Informasi Geografis Di Kota Kendari Tahun 2013-2015. 2.

Wardhani, R. (2014). Buku Ajar Dasar-Dasar Riset Keperawatan. Yogyakarta: Nuha Medika.




DOI: https://doi.org/10.32382/jmk.v9i1.133

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Terindex Oleh: