Plagiarism Checking Result for your Document

Plagiarism Checker X Originality Report

Plagiarism Quantity: 16% Duplicate

Date Saturday, August 11, 2018
Words 562 Plagiarized Words / Total 3559 Words
Sources More than 68 Sources Identified.
Remarks Low Plagiarism Detected - Your Document needs Optional Improvement.

KOMBINASI TEKNIK PROPRIOCEPTIVE NEUROMUSCULAR FACILITA TION DAN Mc.KENZIE EXERCISE LEBIH EFEKTIF DARIPADA Mc.KEN ZIE EXERCISE TERHADAP PERUBAHAN FUNGSIONAL LUMBAL PADA PENDERITA HNP LUMBAL Sudaryanto1, Fahrul Islam1 1Dosen Jurusan Fisioterapi Poltekkes Makassar ABSTRAK Latar Belakang : Ischialgia merupakan keluhan nyeri yang terjadi di sepanjang perjalanan nervus ischiadicus. Sebagian besar disebabkan oleh penjepitan akar saraf L4-L5 dan L5-S1 yang biasa dikenal dengan Hernia Nukleus Pulposus.

HNP lumbal sering disebabkan oleh kebiasaan postur yang jelek saat melakukan aktivitas pekerjaan yang berlangsung lama. Keluhan ischialgia akan menghambat gerak fungsional lumbal. Metode : Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan randomized pre test – post test control group design yang bertujuan untuk mengetahui efektifitas penambahan teknik PNF pada intervensi TENS dan Mc.Kenzie Exercise dibandingkan dengan TENS dan Mc.Kenzie Exercise saja terhadap perbaikan fungsional lumbal pada penderita ischialgia akibat HNP lumbal, dilaksanakan di RSAD. Tk.II

Pelamonia, jumlah sampel yang didapatkan sebanyak 20 orang (sesuai dengan kriteria inklusi) diacak kedalam 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan sebanyak 10 orang yang diberikan TENS, Mc.Kenzie Exercise dan teknik PNF, serta kelompok kontrol sebanyak 10 orang diberikan TENS dan Mc.Kenzie Exercise. Alat ukur yang digunakan untuk pengumpulan data adalah skala Back Bournemouth Questionnaire. Hasil : Hasil penelitian berdasarkan hasil uji paired sample t pada kelompok perlakuan diperoleh nilai p = 0,000 < 0,05 yang berarti bahwa TENS, Mc.Kenzie Exercise dan teknik PNF dapat menghasilkan perbaikan fungsional lumbal yang signifikan sedangkan pada kelompok kontrol diperoleh nilai p = 0,000 < 0,05 yang berarti bahwa TENS dan Mc.Kenzie Exercise dapat menghasilkan perbaikan fungsional lumbal yang signifikan pada penderita ischialgia akibat HNP lumbal.

Kemudian berdasarkan hasil uji independent sample t diperoleh nilai p = 0,000 < 0,05 yang berarti bahwa penambahan teknik PNF pada intervensi TENS dan Mc.Kenzie Exercise lebih efektif daripada TENS dan Mc.Kenzie Exercise saja terhadap perbaikan fungsional lumbal pada penderita ischialgia akibat HNP lumbal. Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa penambahan teknik PNF pada intervensi TENS dan Mc.Kenzie Exercise lebih efektif daripada TENS dan Mc.Kenzie Exercise saja terhadap perubahan fungsional lumbal pada penderita ischialgia akibat HNP lumbal. Kata Kunci : TENS, Mc.Kenzie Exercise, teknik PNF, Fungsional Lumbal, HNP lumbal PENDAHULUAN Menurut The Healthy Back Institute (2010), daerah lumbal merupakan daerah vertebra yang sangat peka terhadap terjadinya cidera atau kerusakan karena daerah lumbal paling besar menerima beban saat tubuh bergerak dan saat menumpuh berat badan.

Disamping itu, gerakan membawa atau mengangkat objek yang sangat berat biasanya dapat menyebabkan terjadinya cidera pada lumbal spine (Bellenir, 2008). Hernia Nukleus Pulposus regio lumbal paling sering terjadi pada pria dewasa, dimana insiden puncak terjadi pada usia 40-an dan 50-an namun rata-rata terkena pada usia 35 tahun. Hampir 2/3 dari seluruh penyakit diskus intervertebralis selalu melibatkan lumbal spine. Hernia Nukleus Pulposus regio lumbal sering terjadi pada segmen L4 – L5 dan L5 – S1 yaitu sekitar 90% - 95% dari kasus diskus intervertebralis (Heliovaara et al.,

2007). Hernia Nukleus Pulposus (HNP) lumbal umumnya menimbulkan gejala ischialgia. Keluhan ischialgia sering muncul setelah melakukan aktifitas yang berlebihan, terutama banyak membungkukkan badan atau banyak berdiri dan berjalan. Rasa nyeri juga sering diprovokasi karena mengangkat barang yang berat. Jika dibiarkan maka semakin lama akan mengakibatkan kelemahan anggota badan bawah atau tungkai bawah yang disertai dengan mengecilnya otot-otot tungkai bawah tersebut (Kuntono, 2000). Hasil studi pendahuluan di Poli Fisioterapi RSAD.

Pelamonia ditemukan sekitar 13 pasien HNP mulai bulan September – Desember 2015, dimana terdapat 3 pasien HNP tanpa keluhan ischialgia namun sebagian besar mengalami keluhan ischialgia. Pada umumnya pasien mengalami hambatan fungsional lumbal saat melakukan aktivitas sehari-hari terutama aktivitas saat posisi duduk, berdiri dan berjalan serta aktivitas yang melibatkan gerakan membungkuk.

Program latihan yang paling sering digunakan sebagai rencana pengobatan untuk kondisi ischialgia adalah strengthening, stretching dan aerobik exercise. Stephen H. Hochschuler (2013) menjelaskan bahwa program strengthening yang gentle (lembut), stretching dan aerobic exercise dapat memperbaiki lebih cepat keluhan nyeri Ischialgia dan kemungkinan kecil akan mengalami jangka waktu nyeri dimasa akan datang. Sedangkan menurut Miller R.S (2010), diperlukan latihan spesifik untuk mengurangi keluhan nyeri pada tungkai, antara lain latihan-latihan dalam posisi ekstensi yang biasa dikenal dengan extension exercise atau press-up exercise, yang dikombinasikan dengan stretching yang gentle. Mc.Kenzie Exercise merupakan program latihan yang umumnya digunakan pada kasus-kasus HNP lumbal dengan menerapkan latihan-latihan dalam posisi ekstensi, yang bertujuan untuk memobilisasi diskus intervertebralis sehingga dapat meminimalisasi tekanan diskus pada akar saraf lumbal. Secara evidence based, program latihan Mc.Kenzie cukup efektif untuk mengurangi gejala ischialgia.

Meskipun demikian, penambahan teknik PNF pada kasus HNP lumbal dapat menghasilkan efektifitas dan efisiensi hasil terapi yang maksimal karena dapat menghasilkan efek relaksasi pada otototot regio lumbal yang mengalami tightness. Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka dapat dirumuskan masalah penelitian ini yaitu : “Apakah ada perbedaan efektifitas antara penambahan teknik PNF pada intervensi TENS dan Mc. Kenzie dengan TENS dan Mc.

Kenzie saja terhadap perubahan fungsional lumbal pada penderita ischialgia akibat HNP lumbal ?” PROSEDUR DAN METODE Jenis Penelitian Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain penelitian adalah randomized pre test – post test control group design. Sampel yang diperoleh sebanayak 20 orang diacak kedalam 2 kelompok sampel yaitu kelompok perlakuan diberikan intervensi TENS, Mc.Kenzie Exercise dan teknik PNF, serta kelompok kontrol diberikan intervensi TENS dan Mc.Kenzie Exercise.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas penambahan teknik PNF pada intervensi TENS dan Mc.Kenzie dibandingkan TENS dan Mc.Kenzie saja terhadap perubahan fungsional lumbal pada penderita ischialgia akibat HNP lumbal.. Populasi dan Sampel Populasi penelitian adalah semua penderita ischialgia yang datang berkunjung di Poliklinik Fisioterapi RSAD. Tk. II Pelamonia. Sampel dalam penelitian adalah penderita ischialgia akibat HNP lumbal berdasarkan pada kriteria inklusi dalam pengambilan sampel.

Kriteria inklusi : Hasil pemeriksaan menunjukkan nyeri menjalar, dominan rasa kram/kesemutan pada daerah kaki, tidak mampu duduk lama, terasa nyeri/kram/kesemutan pada daerah kaki saat berjalan, positif SLR/slump test. Hasil pemeriksaan MRI menunjukkan HNP lumbal grade 1 dan 2. Penderita HNP lumbal yang berusia < 65 tahun. Bersedia menjadi responden dan bersedia menjalani terapi sebanyak 10 kali terapi. Kriteria eksklusi : Hasil pemeriksaan MRI menunjukkan HNP lumbal grade 3 dan 4, serta listhesis lumbal Penderita HNP lumbal yang overweight atau obesitas.

Besar Sampel Berdasarkan rumus pengambilan sampel yaitu n = 2 { ( Za + Zß ) } SD/? }2 maka diperoleh besar sampel sebanyak 19,042 sehingga dibulatkan menjadi 20 orang. Dengan demikian besarnya sampel pada setiap kelompok sampel adalah 10 orang. Prosedur Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan pada awal penelitian dan akhir penelitian sebagai data pre test dan post test. Adapun prosedur pengukuran yang digunakan sebagai pre test dan post test adalah : Alat yang digunakan : blanko Back Bournemouth Questionnaire dan pulpen.

Prosedur Pelaksanaan : Pasien duduk diatas kursi dan dijelaskan cara mengisi blanko Back Bournemouth Questionnaire oleh peneliti atau fisioterapis. Fisioterapis atau peneliti mendampingi pasien didalam mengisi blanko Back Bournemouth Questionnaire. Pasien mengisi blanko Back Bournemouth Questionnaire sesuai dengan intensitas nyeri yang dirasakan selama melakukan aktivitas fungsional sehari-hari. Kemampuan fungsional lumbal dinyatakan dalam persen (%) dengan rumus : (jumlah skore yang diperoleh/baseline score) x 100.

Evaluasi : skor yang didapatkan dalam persen (%) dicatat dalam blanko evaluasi. Prosedur Pelaksanaan Intervensi Intervensi yang diberikan pada kelompok kontrol adalah TENS dan Mc.Kenzie Exercise, sedangkan pada kelompok perlakuan adalah TENS, Mc.Kenzie Exercise dan teknik PNF. Pemberian intervensi TENS dan Mc.Kenzie Exercise pada kelompok kontrol dan perlakuan adalah sama dosisnya.

Prosedur Pelaksanaan TENS : Posisi pasien : tidur tengkurap Prosedur pelaksanaan : fisioterapis memasang satu pad elektrode pada segmen lumbal dan satu pad elektrode lainnya pada dorsal paha pada jalur nervus ischiadicus, kemudian mesin TENS dinyalakan, frekuensi arus dipilih 200 Hz, phase duration 60 Hz, waktu terapi diatur ke angka 10 menit, dan intensitas secara perlahan dinaikkan sampai dirasakan rasa getar-getar yang halus (mitis) dimana pasien merasakan nyaman dengan arus tersebut. Prosedur pelaksanaan Mc.Kenzie Exercise : Yang diaplikasikan adalah program latihan 1 – 3. Posisi pasien : tidur tengkurap.

Posisi fisioterapis : berdiri disamping bed pasien dengan satu tangan pada proc.spinosus L2-L3 dan tangan lainnya pada bagian sacrum. Pelaksanaan : pasien diminta untuk melakukan gerakan ekstensi trunk secara perlahan dengan sandaran pada kedua elbow pasien sementara tangan terapis melakukan dorongan kearah cranial (manual traksi) pada proc.spinosus L2L3 (latihan 2). Kemudian pasien diminta untuk melakukan gerakan ekstensi trunk secara perlahan dengan sandaran pada kedua tangan pasien sementara tangan terapis melakukan dorongan kearah cranial (manual traksi) pada proc.spinosus L2-L3 (latihan 3). Setiap latihan diulang sebanyak 10 kali, jumlah terapi sebanyak 12 kali.

Prosedur pelaksanaan teknik PNF : Posisi pasien : tidur miring Posisi fisioterapis : berdiri disamping pasien dengan satu tangan pada crista iliaca pasien dan tangan yang lain pada tuber ischii. Pelaksanaan : kedua tangan terapis mengarahkan pelvic pasien kearah anterior elevation dan posterior depression sementara pasien mengikuti gerakan tersebut. Kemudian pasien diminta melawan tangan terapis pada gerakan anterior elevation dan posterior depression dengan kontraksi konsentrik – statik – eksentrik (Combination of Isotonic). Teknik ini diulang sebanyak 10 kali. Jumlah terapi sebanyak 12 kali.

Selanjutnya, pasien diminta untuk menggerakkan tungkainya kearah fleksi – abduksi – endorotasi diikuti dengan anterior elevation sementara tangan terapis memberikan tahanan dengan kontraksi statik, pasca kontraksi pasien diminta relaks dan dilakukan penguluran aktif pada otot sisi lateral lumbal (Contract Relax). Teknik ini diulang sebanyak 3 kali dengan kontraksi statik selama 6 detik. Jumlah terapi sebanyak 12 kali. Hipotesis Penelitian Hiptesis penelitian adalah ada perbedaan efektifitas antara penambahan teknik PNF pada intervensi TENS dan Mc. Kenzie dengan TENS dan Mc.

Kenzie saja terhadap perubahan fungsional lumbal pada penderita ischialgia akibat HNP lumbal. Pengolahan Data Dalam mengolah data penelitian yang telah diperoleh, maka peneliti menggunakan beberapa uji statistik sebagai berikut : Uji statistik deskriptif, untuk memaparkan karakteristik sampel berdasarkan usia dan jenis kelamin. Uji normalitas data, menggunakan uji Shapiro Wilk untuk mengetahui data berdistribusi normal (p>0,05) atau tidak berdistribusi normal (p<0,05).

Uji analisis komparatif (uji hipotesis), hasil uji normalitas data menunjukkan data berdistribusi normal maka digunakan uji statistik parametrik yaitu uji paired t sample dan uji independent t sample. HASIL PENELITIAN Tabel 1. Rerata dan Persentase Sampel berdasarkan Karakteristik Sampel Di RSAD. Tk.II Pelamonia Karakteristik Sampel Kontrol Perlakuan   Rerata SB Rerata SB  Umur 46,90 7,78 46,20 4,52  Karakteristik Kontrol Perlakuan  Sampel n % n % Jenis kelamin : Laki-laki 6 60 6 60 Perempuan 4 40 4 40 Berdasarkan tabel diatas diperoleh nilai rerata umur sebesar 46,90 ± 7,78 tahun untuk kelompok kontrol dan nilai 46,20 ± 4,52 tahun untuk kelompok perlakuan.

Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata sampel tergolong ke dalam usia tua baik pada kelompok kontrol maupun kelompok perlakuan. Kemudian, dilihat dari jenis kelamin diperoleh sampel laki-laki sebanyak 6 orang (60%) dan sampel perempuan sebanyak 4 orang (40%) untuk kelompok kontrol, dan diperoleh sampel lakilaki sebanyak 6 orang (60%) dan sampel perempuan sebanyak 4 orang (40%) untuk kelompok perlakuan. Tabel 2. Rerata Back Bournemouth Questionnaire (fungsional lumbal) berdasarkan nilai pre test, post test dan selisih Data Kontrol Perlakuan  Rerata :    Pre test Post test Selisih 60,20 27,00 33,20 58,30 12,10 46,20  S D :    Pre test Post test Selisih 5,594 3,464 5,846 4,523 2,767 4,315   Berdasarkan tabel di atas diperoleh nilai rerata Back Bournemouth Questionnaire (fungsional lumbal) pada kelompok kontrol yaitu pre test sebesar 60,20 ± 5,594 dan post test sebesar 27,00 ± 3,464 dengan rerata selisih sebesar 33,20 ± 5,846.

Pada kelompok perlakuan, diperoleh nilai rerata pre test sebesar 58,30 ± 4,523 dan post test sebesar 12,10 ± 2,767 dengan rerata selisih sebesar 46,20 ± 4,315. Hal ini menunjukkan adanya penurunan nyeri fungsional atau perbaikan fungsional lumbal setelah diberikan intervensi. Tabel 3. Uji Normalitas Data Normalitas dgn Shapiro-Wilk test Kelompok Kontrol Perlakuan data Stat. p Stat. p  Sebelum 0,931 0,457 0,943 0,588 / Sesudah 0,971 0,897 0,915 0,320 Berdasarkan tabel di atas diperoleh hasil uji normalitas dengan Shapiro-Wilk test yaitu nilai p > 0,05 baik sebelum maupun sesudah intervensi pada kelompok kontrol dan perlakuan. Hal ini berarti bahwa data berdistribusi normal.

Berdasarkan hasil uji Levene test sebelum intervensi antara kelompok kontrol dan perlakuan diperoleh nilai p > 0,05, dan sesudah intervensi antara kelompok kontrol dan perlakuan juga diperoleh nilai p > 0,05. Hal ini berarti bahwa sampel pada kelompok perlakuan dan kontrol bersifat homogen. Melihat keseluruhan hasil uji persyaratan analisis di atas maka peneliti dapat mengambil keputusan untuk menggunakan uji statistik parametrik (uji paired sample t) untuk masingmasing kelompok sampel (kontrol dan perlakuan) dan uji statistik parametrik (uji independent sample t) untuk membuktikan efektifitas antara kedua kelompok sampel, sebagai pilihan pengujian statistik. Tabel 4.

Uji beda rerata Back Bournemouth Questionnaire (fungsional lumbal) sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok kontrol Kelomp. data Sblm Sesdh t p Rerata 60,20 27,00 17,958 0,000 Simpang baku 5,594 3,464 Berdasarkan tabel di atas diperoleh hasil uji paired sample t yaitu nilai p < 0,05 untuk kelompok kontrol, yang berarti bahwa pemberian TENS dan Mc.Kenzie Exercise dapat menghasilkan penurunan nyeri fungsional atau perbaikan fungsional lumbal yang signifikan pada penderita ischialgia akibat HNP Lumbal. Tabel 5.

Uji beda rerata Back Bournemouth Questionnaire (fungsional lumbal) sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok perlakuan Kelomp. data Sblm Sesdh t p Rerata 58,30 12,10 33,855 0,000 Simpang baku 4,523 2,767 Berdasarkan tabel di atas diperoleh hasil uji control” adalah stimulasi pada serabut sensorik Apaired sample t yaitu nilai p < 0,05 yang berarti beta dapat memblokade impuls nyeri yang dibawa bahwa pemberian TENS, Mc.Kenzie Exercise, dan oleh serabut sensorik A-delta dan C (William, teknik PNF dapat menghasilkan penurunan nyeri 2002).

Hal ini yang menyebabkan penurunan nyeri fungsional atau perbaikan fungsional lumbal yang secara progresif pada kondisi HNP lumbal. signifikan pada penderita ischialgia akibat HNP Mc.Kenzie exercise merupakan program Lumbal. latihan aktif yang menekankan pada gerak aktif ekstensi lumbal dan fleksi lumbal. Pada kasus Tabel 6. hernia nukleus pulposus, program latihan Uji beda rerata Back Bournemouth Questionnaire Mc.Kenzie yang digunakan adalah program latihan (fungsional lumbal) sesudah intervensi antara ekstensi lumbal yang dimodifikasi dengan aplikasi kelompok kontrol dan kelompok perlakuan manual traksi kearah ventrocranial. Kombinasi Kelomp.

data Kon trol Perla kuan t p  Rerata Simpang baku 27,00 3,464 12,10 2,767 -10,628 0,00  antara gerak aktif ekstensi lumbal dengan manual traksi ventrocranial yang dilakukan secara berulang-ulang dan kontinyu dapat meminimalkan iritasi diskus pada akar saraf ischiadicus. Berdasarkan perspektif biomekanik, gerak ekstensi Berdasarkan tabel di atas diperoleh hasil uji akan menyebabkan nukleus pulposus terdorong independent sample t sesudah intervensi yaitu nilai kearah ventral diikuti dengan penyempitan annulus p < 0,05, yang berarti bahwa ada perbedaan rerata fibrosus sisi dorsal sedangkan sisi ventral yang signifikan antara rerata sesudah intervensi mengalami peregangan. Dasar biomekanik inilah antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol.

yang digunakan untuk memilih program latihan Hal ini menunjukkan bahwa intervensi TENS, Mc. aktif ekstensi lumbal dari Mc.Kenzie exercise, Kenzie Exercise, dan teknik PNF menghasilkan ditambah lagi dengan aplikasi manual traksi yang peningkatan fungsional lumbal yang lebih besar bisa lebih mendorong nukleus pulposus yang secara signifikan dibandingkan dengan TENS dan mengalami hernia kearah posterior. Hal ini dapat Mc. Kenzie Exercise. menyebabkan berkurangnya iritasi pada akar saraf Hasil pengujian hipotesis di atas dapat ischiadicus bahkan dapat hilang sehingga secara disimpulkan bahwa “Penambahan teknik PNF pada progresif nyeri menjalar akan berkurang. intervensi TENS dan Mc.Kenzie Exercise lebih Penelitian oleh Gunilla (2013) yang berjudul efektif secara signifikan dibandingkan dengan “Evaluation of a structured physiotherapy intervensi TENS dan Mc.Kenzie Exercise terhadap treatment model for patients with lumbar disc perubahan fungsional lumbal pada penderita herniation” yang mengevaluasi nyeri sentralisasi ischialgia akibat HNP Lumbal”.

kaitannya dengan disabilitas, self-efisiensi, dan kinesiophobia dengan menggunakan model PEMBAHASAN pengobatan fisioterapi dan tindakan bedah (surgery). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Berdasarkan pengujian hipotesis dengan model pengobatan fisioterapi dengan menggunakan menggunakan uji paired sample t diperoleh nilai p teknik Mc.Kenzie exercise dapat menghasilkan < 0,05, yang berarti bahwa pemberian TENS dan penurunan disabilitas, nyeri tungkai dan punggung Mc.Kenzie Exercise dapat memberikan perbaikan bawah yang signifikan setelah 3 bulan intervensi.

fungsional lumbal yang signifikan pada penderita Beberapa penelitian telah membuktikan ischialgia akibat HNP Lumbal. efektifitas beberapa pendekatan terapi dalam TENS merupakan salah satu modalitas mengobati nyeri punggung bawah, antara lain : electrical stimulant frekuensi rendah yang bertujuan pendekatan manual, pendekatan mechanical, dan untuk merangsang serabut saraf sensorik dalam pendekatan aktif. Contract Relax merupakan salah mengobati nyeri yang ditimbulkan oleh kondisi satu teknik yang termasuk kedalam pendekatan HNP lumbal.

Aplikasi TENS dengan arus biphasic terapi aktif. Pendekatan terapi aktif terutama simetris sinusoidal dapat merangsang serabut saraf menghasilkan perbaikan performa neuromuskular sensorik melalui mekanisme “gate control theory”. dimana neuromuskular retraining sangat penting Konsep respon analgesic menurut teori “gate dalam menghasilkan perbaikan fungsi dan performa otot (Carl and James, 2015). Kemudian, berdasarkan pengujian hipotesis dengan menggunakan uji paired sample t diperoleh nilai p < 0,05 yang berarti bahwa pemberian TENS, Mc.Kenzie Exercise, dan teknik PNF dapat memberikan perbaikan fungsional lumbal yang signifikan pada penderita ischialgia akibat HNP Lumbal.

Contract Relax merupakan bagian dari teknik PNF yang ditujukan pada problem otot, dimana Contract Relax dikenal sebagai teknik relaksasi dalam PNF (Adler et al., 2008). Teknik Contract Relax dikatakan sebagai teknik relaksasi karena teknik ini menghasilkan mekanisme postisometrik relaksasi pada otot yang mengalami spasme atau tightness. Menurut Chaitow (2006), efek PIR dapat menghasilkan refleks relaksasi dan perubahan otot terhadap toleransi stretch, sehingga efek tersebut menyebabkan penurunan tonus atau ketegangan otot. Pada kasus HNP lumbal, umumnya sampel mengalami tightness pada otot quadratus lumborum dan piriformis.

Pemberian Contract Relax ditujukan pada otot quadratus lumborum dan piriformis yang mengalami tightness. Efek PIR yang dihasilkan dapat menurunkan ketegangan otot quadratus lumborum dan piriformis. Penurunan ketegangan otot piriformis dapat menurunkan iritasi pada cabang saraf ischiadicus, sehingga nyeri ischialgia secara progresif dapat menurun. Disamping itu, pemberian Mc.Kenzie exercise sebelum Contract Relax dapat menurunkan iritasi diskus intervertebralis terhadap akar saraf ischiadicus.

Pada akhirnya, penurunan nyeri ischialgia dapat meningkatkan fungsional lumbal. Penambahan teknik PNF pada intervensi TENS dan Mc.Kenzie Exercise terbukti dapat menghasilkan perbaikan fungsional lumbal yang lebih besar secara signifikan dibandingkan dengan intervensi TENS dan Mc.Kenzie Exercise saja. Hal ini terbukti dari hasil pengujian dengan independent sample t test denga nilai p < 0,05 yang berarti bahwa penambahan teknik PNF pada intervensi TENS dan Mc.Kenzie Exercise dapat menghasilkan perbaikan fungsional lumbal yang lebih besar secara signifikan dibandingkan intervensi TENS dan Mc.Kenzie Exercise saja.

Dilihat dari perubahan nilai rerata fungsional lumbal setelah intervensi menunjukkan bahwa penambahan teknik PNF menghasilkan perbaikan fungsional lumbal yang lebih besar dibandingkan tanpa teknik PNF. KESIMPULAN Intervensi TENS dan Mc.Kenzie Exercise dapat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perubahan fungsional lumbal pada penderita ischialgia akibat HNP lumbal. Intervensi TENS, Mc.Kenzie Exercise, dan teknik PNF dapat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perubahan fungsional lumbal pada penderita ischialgia akibat HNP lumbal.

Penambahan teknik PNF pada intervensi TENS dan Mc.Kenzie Exercise lebih efektif secara signifikan dibandingkan dengan TENS dan Mc.Kenzie Exercise saja terhadap perubahan fungsional lumbal pada penderita ischialgia akibat HNP lumbal. DAFTAR PUSTAKA Adler, S., Beckers, D., Buck, M. 2008. PNF in Practice. Third Edition. Berlin: Spiger Medizin Verlag Heidelberg. Akuthota, V., Ferreiro, A., Moore, T., Fredericson, M. 2007. Core Stability Exercise Principles. Current Sports Medicine Reports: Vol 7(1), 39-44. Andreas, S., Ulrike, E., Ulrich, B. A., Rolf, E., Joachim, G., Johannes, H., Matthias, J., Martina, M.,

Oliver, K., 2011. Physical workload and accelerated occurrence of lumbar spine diseases: risk and rate advancement periods in a German multicenter case–control study. Scand Journal Work Environ Health : Vol. 37(1), 30-36. Bellenir K, 2008. Lumbar Spine, http://www.back.com/anatomylumbar.html, akses tanggal 03 Februari 2016. Carol, A.O. 2009. Kinesiology: The Mechanic and Pathomechanic of Human Movement. Second Edition. Philadelphia: Lippincott Williams and Wilkins. David, M.J. 2006. Orthopedic Physical Assessment. Fourth Edition. Canada: Saunders Elsevier. Goodman, C.C., Fuller, K.S. 2009. Pathology Implications for Physical Therapist.

Third Edition. Missoiri: Saunders Elsevier. Heliovaara, M., Paul, K., Arpo, A. 2007. Incidence and risk factors of herniated lumbar intervertebral disc or sciatica leading to hospitalization. Journal of Chronic Disease: Vol.40; page 251 – 258. Hochschuler, S.H. 2013. Physical Therapy and Exercise for Sciatica. http://www.spinehealth.com, diakses 03 Februari 2016. Kibler, W.B. 2006. The Role of Core Stability in Athletic Function. Joel Press: p.189-198. Kisner, C., Colby, L.A. 2007.

Therapeutic Exercise Foundations And Techniques, Third Edition, F.A. Davis Company, Philadelphia. Koes, B. W., Tulder, M. W., Peul, W. C. 2007. Diagnosis and treatment of sciatica. Clinical Review. British Medical Journal: Vol. 334, 1313-7 Kuntono H.P. 2000. Management Nyeri Muskuloskeletal. Makalah disajikan dalam Temu Ilmiah Tahunan Fisioterapi XV, Semarang. Kurniawati, 2010. Penatalaksanaan Fisioterapi Pada Kondisi Ischialgia Dextra Di Rumah Sakit Dr. Soedjono Magelan. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta. Laura, P. 2011.

Masters of Low Back Pain. http://www.triggerpointtherapist.com. Diakses 03 Februari 2016 Levangie, P.K., Norkin, C.C. 2005. Joint Structure and Function : A Comprehensive Analysis. Fourth Edition. Philadelphia: F.A. Davis Company. Mardjono, M., Priguna, S. 2008. Neurologi Klinis Dasar, PT. Dian Rakyat, Jakarta. Miller, R.S. 2013. Sciatic Exercise For Sciatica Pain Relief. http://www.spine-health.com, diakses 03 Februari 2016. Nguyen, T., Kazim, S. 2011. Sciatic Neuropathy: pathogenesis and pathophysiology. http://www.medmerits.com. Diakses 03 Februari 2016.

Robin, M. 1997. Treat Your Own Back. Spinal Publications. New Zealand LTD. Sopiyuddin, M.D. 2009. Besar Sampel dan Cara Pengambilan Sampel dalam Penelitian Kedokteran dan Kesehatan. Jakarta: Salemba Medika. Stafford, M.A., Peng, P., Hill, D.A. 2007. Sciatica: a review of history, epidemiology, pathogenesis, and the role of epidural steroid injection in management. Br.J. Anaesth: vol.99 (4), p.461-473. Suzane, T.M., Mary, K., 2007. Neurologis Interventions for Physical Therapy. Second Edition. United States of America: Sauders Elsevier. Tom, P., Kristian, L.,

Jan, N., Steen, O., Gilles, F., Soren, J., 2011. The McKenzie Method Compared With Manipulation When Used Adjunctive to Information and Advice in Low Back Pain Patients Presenting With Centralization or Peripheralization. Spinejournal. Volume 32 ; Number 24, pp 1999-2010. William, E.P. 2003. Therapeutic Modalaties For Sport Medicine and Athletic Training. Fifth Edition. New York: Mc Graw Hill.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Crossref Member Badge

Media Kesehatan indexed by :

           

 
Protected By
plagiarismcheckerx.com Protection Badge

VISITOR STATISTICS

View Statistics

Flag Counter