EFEKTIVITAS ANTIMIKROBA SEDIAAN GARGARISMA YANG MENGANDUNG KOMBINASI DAUN SIRIH MERAH ( Piper crocatum Ruiz & Pav. ) DAN DAUN MINT (Mentha piperita) TERHADAP PERTUMBUHAN Streptococcus mutans PENYEBAB KARIES GIGI

Jumain Jumain, Syamsuddin Abubakar

Abstract


Although teeth are hard body tissues, they might suffer damage caused by bacteria in the oral cavity, such as Streptococcus mutants that cause dental caries. This research formulates gargarism preparations containing a combination of red betel and mint leaves effectiveness and examines its antimicrobial potential against Streptococcus mutans. Red Betel and Mint Leaves obtained from the Makassar city are infused and formulated into gargarism with a ratio of 0: 10%, 10%: 0, 5%: 5%, 7.5%: 2.5%, and 2.5%: 7.5%. Gargarism preparations were tested for physical quality before and after the accelerated stability test, including Organoleptic Test, pH, Viscosity, and clarity. These components were tested for antimicrobial activity against Streptococcus mutans, where all formulas met the physical quality requirements. The results of antibacterial effectiveness testing against Streptococcus mutans showed the average inhibition zone as follows; Negative control 8.40 mm, formula 10%: 0 at 20.80 mm, 0: 10% at 18.80 mm, 5%: 5% at 25.00 mm, 7.5%: 2.5% by 23.4 mm, 2.5%: 7.5% by 20.8 mm and positive control by 27.4 mm. These results show that the formula with a ratio of red betel leaf: mint leaves at 7.5%: 2.5% is most optimal compared to other concentrations (p <0.05), though smaller than the positive control (p <0.05).

Keywords: Gargarism; infusion combination of red betel leaf and mint leaves; Streptococcus mutans

Gigi merupakan jaringan tubuh yang keras, namun dapat terjadi kerusakan yang disebabkan  oleh bakteri di dalam rongga mulut seperti Streptococcus mutans yang menyebabkan terbentuknya karies gigi.. Tujuan Penelitian ini untuk memformulasi sediaan gargarisma  yang mengandung kombinasi daun Sirih merah dan daun Mint serta menguji efektivitas antimikrobanya terhadap Streptococcus mutans. Daun Sirih Merah dan Daun Mint yang diperoleh dari kota Makassar dibuat  Infus dan diformulasi menjadi gargarisma dengan perbandingan konsentrasi infus Daun Sirih Merah berbanding Infus Daun Mint sebesar 0:10%, 10%:0, 5%:5%, 7,5%:2,5%, dan 2,5%:7,5% Sediaan gargarisma diuji mutu fisiknya sebelum dan sesudah uji stabilitas dipercepat meliputi Uji Organoleptis, pH, Viskositas dan kejernihan serta diuji aktivitas antimikroba terhadap Streptococcus mutans. Hasil pengujian mutu fisik menunjukkan semua formula memenuhi persyaratan mutu fisik dan  Hasil Pengujian efektivitas antibakteri terhadap Streptococcus mutans menunjukan rata – rata zona hambatan sebagai berikut   Kontrol negatif 8,40 mm, formula 10%:0 sebesar 20,80 mm, formula 0:10% sebesar 18,80mm,  formula 5%:5% sebesar 25,00 mm, formula 7,5%:2,5% sebesar 23,4 mm, formula 2,5%:7,5% sebesar 20,8 mm dan  kontrol positif sebesar 27,4 mm. Dari hasil dapat disimpulkan bahwa formula dengan perbandingan infus daun sirih merah : daun mint sebesar 7,5%:2,5% memberikan efek yang optimal dibandingkan dengan konsentrasi yang lain (p < 0,05) tetapi masih lebih kecil dari kontrol positif (p <0,05)

Kata Kunci :  Infus Daun Sirih Merah kombinasi daun Mint, Obat Kumur. Streptococcus mutans


References


Anonim. 2010. Penyebab Bau Mulut, (online), (http://klikdokter.com/index.php, diakses 14 Januari 2019).

Dian, H., 2011. Pengamatan Zona Hambat Minyak Atsiri Bawang Putih Cengkeh dan Jinten Hitam Terhadap Pertumbuhan Streptococcus mutans. Skripsi. Fakultas Kedokteran Gigi, USU. Medan

Djide, M. N, Globel , R.B. 2010. Metode Instrumental Dalam Mikrobiologi Umum. Fakultas MIPA UNHAS. Makassar

Ferrazzano, G. F., Amato, I., Ingenito, A., Zarrelli, A., Pinto, G., and Pollio, A. 2010. Plant Polyphenols and Their Anti-Cariogenic Properties. Molecules. J. 16 : 1486-1507.

Gani BA. Sifat asidogenik dan asidurik Streptococcus mutans sebagai baktriostatik mikrobiota pathogen rongga mulut. Cakradonya dent. F 2010;2(1) 128-34

Ireland R, editor. 2013. Clinical text book of dental hygiene and therapy (First Edition). Oxford; Ames, Lowa: Blackwell Munksgaard.

Lakare, Ch., 2002. Mikrobiologi Kedokteran. Bagian Mikrobiologi kedokteran FK Universitas Hasanuddin. Makassar.

Nugraha, A.W. 2008. Streptococcus mutans, (online), (http:// mikroba.wordpress.com/2008/05/streptococcusmutans31.pdf+streptococcus+mutans&hl=id&ct=cink&cd=2&gl=id, diakses 14 Januari 2019).

Testiningsih, R. F. (2015) . Aktifitas AntiOksidan The Daun Alpukat dengan Variasi Penambahan Daun Mint dan Daun Stevia. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Widyanigrum , H., dkk. Kitab Tanaman Obat Nusantara. Medpress (Anggota IKAPI). Jakartal




DOI: https://doi.org/10.32382/mf.v16i1.1391

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Media Farmasi



Kontak Editor

Hendra Stevani

Jurusan Farmasi Poltekkes kemenkes Makassar

email : hendra@poltekkes-mks.ac.id

View My Stats

Flag Counter

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.