EFEK PEMBERIAN PERASAN BAWANG PUTIH LANANG ( Allium sativum ( L.) TERHADAP DAYA HAMBAT PERTUMBUHAN Candida albicans, Streptococcus mutans dan Propionibacterium acnes

Sisilia Rosmala Dewi, Hiany Salim, Djuniasty Karim

Abstract


Solo garlic is used as a traditional medicine with alisin suspected to have a broad spectrum of antifungal and antibacterial activity. This study determines the potential of garlic juice in inhibiting the growth of Candida albicans Streptococcus mutans, and Propionibacterium acnes along with their optimal concentration. The juice is extracted using a juicer in a concentration of 25%, 50%, and 100%, then tested through the agar diffusion method. The results show an average of inhibition at concentrations of 25%, 50% and 100% for Candida albicans of 31.33 mm, 31 mm and 33.66 mm, the Streptococcus mutans of 27 mm, 31.6 mm and 37 mm and the Propionibacterium acnes of 28 mm, 32.6 mm and 37 mm. Therefore, the concentration of freshly garlic juice of 25%, 50%, and 100% inhibits the growth of Candida albicans Streptococcus mutans, and Propionibacterium acnes. However, the most optimal concentration is 100%

Keywords: Inhibitory Power, Solo Garlic, Candida albicans, Streptococcus mutans: Propionibacterium acnes

Bawang Putih Lanang biasa digunakan sebagai obat tradisional yang mengandung alisin yang diduga memiliki spektrum luas terhadap aktivitas antifungal dan antibakteri. Penelitian ini bertujuan mengetahui potensi perasan bawang putih lanang (Allium sativum L) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Candida albicans Streptococcus mutans, dan Propionibacterium acnes beserta konsentrasi yang optimalnya. Bawang putih Lanang diambil sarinya dengan menggunakan metode perasan menggunakan juicer lalu dibuat dalam konsentrasi 25%, 50% dan 100% kemudian diuji menggunakan metode difusi agar. Hasil yang diperoleh memperlihatkan  rata-rata daya hambat pada konsentrasi 25%, 50% dan 100% terhadap Candida albicans  sebesar 31,33 mm, 31 mm dan 33,66 mm, pada Streptococcus mutans sebesar 27 mm, 31,6 mm dan 37mm dan pada Propionibacterium acnes sebesar 28 mm, 32,6 mm dan 37 mm sehingga dapat disimpulkan bahwa konsentrasi perasan bawang putih lanang (Allium sativum L) sebesar 25%, 50% dan 100% dapat menghambat pertumbuhan bakteri Candida albicans Streptococcus mutans, dan Propionibacterium acnes dan konsentrasi yang paling optimal sebesar 100%,

Kata kunci : daya hambat, bawang putih tunggal, Candida albicans, Streptococcus mutans :Propionibacterium acnes


References


Anisa N.2013, Daya Hambat Bawang Putih dengan Metode Difusi PDA, Poltekkes Kemenkes Makassar

Cholis N. 2010, Ensiklopedia Obat-Obatan Alami, Semarang: Penerbit Bengawan Ilmu

Davis, W.W dan Stout, T.R. 1971. Disk Plate of Microbiological Antibiotic Assay.Applied Microbiology. 22 (4) : 659-665

Latief A., 2013, Obat Tradisional, Jakarta : Kedokteran EGC. Manuaba.,2009, Penyakit Keputihan,Jakarta : Pustaka Baru Press

Melnick J. 2005, InfeksiJamur Sistemik,Bandung : Ensiklopedia Infeksi Jamur

Mohammad Motamedifar, Hengameh Khosropanah, ShimaDabiri. 2016.Antimicrobial Activity of Peganum Harmala L. on Sreptococcus mutans Compared to 0,2 % Chlorhexidine. J.Dent (Shiraraz); 17(3): hal 213- 218 Available from : https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5006831/

Mirna, 2011,Mikrobiologi Medis, Bandung : Alfabeta

Nisrinah M. 2011, Manfaat Bawang Putih., Universitas Kedokteran Jember

Rahmawati R. 2012, Keampuhan Bawang Putih Tunggal, Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Bharat, Padhar. 2014.Comparative Analytical Study Of Single Bulb And Multi BulbGarlic (Allium Sativum Linn).International Journal Of Ayuverda Alternative Medicine. Vol 2. Issue 4. Research Article. UniversityJamnagar, India.

Utami, Prapti dan Mardiana, L. 2013. Umbi Ajaib Tumpas Penyakit. Penebar Swadaya. Jakarta

Rahmawati, Reny. 2012. Bawang Putih Tunggal (Bawang Lanang). Yogyakarta : Penerbit Pustaka Baru Press.

Rahmat, 2010, Budidaya Bawang Putih, Jakarta: Pertanian.

Segal and Davin, 2007, Candidiasis, Medic8® Family Health Guide

Radji, Maksum (2010). “Mikrobiologi“Panduan mahasiswa Farmasi&kedokteran”, EGC : Jakarta

Untari,Ida. 2010. Bawang Putih Sebagai Obat Paling Mujarab Bagi Kesehatan Jurnal GASTER. Vol. 7 No 1




DOI: https://doi.org/10.32382/mf.v16i1.1415

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Media Farmasi



Kontak Editor

Hendra Stevani

Jurusan Farmasi Poltekkes kemenkes Makassar

email : hendra@poltekkes-mks.ac.id

View My Stats

Flag Counter

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.