FORMULASI SEDIAAN LOTION SARI KERING HERBA PEGAGAN (Centella asiatica(L.) URBAN ) DENGAN VARIASI KONSENTRASI EMULGATOR SPAN 60 DAN TWEEN 60

Arisanty Arisanty, Santi Sinala, Muli Sukmawaty, Andi Masna

Abstract


Gotu Kola (Centella asiatica (L.) Urb) is a plant widely grown and scientifically proven to be an antioxidant. This study makes a lotion formula containing dried Gotu kola herb with varying concentrations of emulgator span 60 and tween 60. It determines the concentration of span 60 and tween 60, producing lotions with the most stable physical quality and accelerated storage methods. The lotion was prepared using a concentration of Centellaasiatica (L.) Herbaceous Dry Herb extract of 1% and an Emulgator span 60 and tween 60 in a concentration variation of 5%, 7.5%, and 10%. The stability of the lotion was determined based on quality observations. The physical condition before and after the storage is accelerated for six cycles at a temperature of 5oC and 35oC in organoleptic, homogeneous, pH, viscosity, diffusion power, and emulsion type. The research results show the physical quality stability of formula I (5% emulgator) did not meet the requirements of the dispersion test before storage was accelerated. In contrast, the formula with a 7.5% emulgator met the physical quality requirements of the preparation before and after storage was accelerated. Additionally, the 10% emulgator did not meet the requirements of the dispersion test after accelerated storage. The type of emulsion in all three formulas is the M / A type. The most stable physical quality of the three preparations is a formula with a 7.5% emulgator.

Keywords: Lotion, Gotu kola (Centella asiatica (L.) Urb), physical quality, span, and tween.

Pegagan (Centella asiatica(L.)Urb) merupakan tanaman yang banyak tumbuh di Indonesia dan telah terbukti secara ilmiah memiliki kemampuan sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan  untuk membuat formula lotion yang  mengandung sari kering herba pegagan (Centella asiatica(L.) Urban) dengan variasi konsentrasi emulgator span 60 dan tween 60, dan untuk mengetahui konsetrasi span 60 dan tween 60 yang menghasilkan lotion dengan mutu fisik yang paling stabil dengan metode penyimpanan dipercepat. Sediaan dibuat lotion dengan konsentrasi sari Kering Herba  Pegagan (Centellaasiatica(L.) Urban ) sebesar 1% dan Emulgator span 60 serta tween 60 dengan variasi konsentrasi 5%, 7,5%, dan 10% kemudian stabilitas sedian lotion ditentukan berdasarkan pengamatan mutu fisik sebelum dans sesudah penyimpanan dipercepat selama 6 siklus pada suhu 5oCdan 35oC yang meliputi organeleptis, homogentias, pH, viskositas, daya sebar, dan tipe emulsi. Hasil penelitian pada pengujian kestabilan mutu fisik formula I (emulgator 5%) tidak memenuhi syarat pada uji daya sebar sebelum penyimpanan dipercepat, sedangkan Formula dengan emulgator 7,5% memenuhi persyaratan mutu fisik sediaan sebelum maupun sesudah penyimpanan dipercepat, dan formula dengan emulgator 10% tidak memenuhi syarat pada uji daya sebar setelah penyimpanan dipercepat, untuk tipe emulsi pada ketiga formula tersebut merupakan tipe emulsiM/A. Mutu fisik yang paling stabil dari ketiga sediaan tersebut adalah formula dengan emulgator 7,5%.

Kata kunci : Lotion,  herba pegagan (Centella asiatica (L.) Urb), mutu fisik, span dan tween.


References


Arifin Sjamsul dan Ahmad. (2008).Tumbuh – Tumbuhan Obat Indonesia. Bandung: ITB

Azwar dan Agoes. (2012). Tanaman obat Indonesia. Jakarta: Salemba medika

Ansel, H.C. (2005). Pengantar bentuk sediaan Farmasi. (Edisi Keempat). Jakarta: Universitas Indonesia Press

Bapennas. (2003). Strategi dan Rencana Aksi Keanekaragaman Hayati Indonesia, 2003- 2020. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional

Dirjen POM. (1995). Farmakope Indonesia Edisi IV. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia

Gennaro ,A. R. 1990. Remington’s Pharmaceutical Science: Volume 2. Easton, Penssylvania: Mack Publishing Company

Galuh, dan Putri, Y. (2009). Formulasi Gel Obat Jerawat Minyak atsiri Daun Jeruk Nipis ( Citrus aurantifolia, Swingle).Surakrta: Muhammadiyah.

Garg, A., D. Aggarwal, S. Garg, and A. K. Sigla. (2002). Spreading of Semisolid Formulation: An Update. Pharmaceutical Tecnology

Graft,J. (2005). Anti anging skin care ingredient technologies,In C.M. Burgerss Cosmetic Dermatology. Germany, springer

Lachman., L., Lieberman. L, H.A. Kanig, J.L. ( 1994). Theory and Practice of Pharmacy. Easton, Pennysylvania: Mack Publishing Company

Latief Abdullah. (2014). Obat tradisional.Jakrata: EGC

Lee, T.K., & Vairappan, C.S., (2011). Antioxidant, Antibacterial and Cytotoxic Activitiesmof Essential Oils and Ethanol Extracts of Selected South East Asian Herbs:J Med Plant Res

MacKay D. & Miller A. L,. ( 2003). Nutritional Support for Wound Healing: Alternative Medicine Review

Mardikasari dkk. 2017. Formulasi dan uji stabilitas lotion dari ekstrak etanol daun jambu biji (Psidium guajava L.) sebagai antioksidan : Fakultas farmasi universitas haluoleo. Kendari.

Martin A., Swarbrick,J., Commarat, A. (1993). Farmasi Fisik 2: Dasar-Dasar Farmasi Fisik dalam ilmu Farmasetik. (Edisi ketiga). Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia

Mitsui, T,. (1997). New Cosmetic and Science. Elsevier, Amsterdam.

Rowe,R.C., Sheskey,P.J., dan Quinn,M.E. (2009). Handbook of pharmaceutical axcipient sixth edition. USA: American. Pharmaceutical Association and Pharmaceutical Press

Salamah Nina dan Liani Farahan.(2015) . Uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol herba pegagan (canella asiatica (L.) urban) dengan metode fosomolibdat. Yogyakarta: Universitas ahmad dahlan

Sikarrepaisan, P., Suksamrarn, A., & Supaphol, P., (2008). Electrospun Gelatin Fiber Mats Containing A Herbal Centella asiatica Extract andRelease Characteristic of Asiaticoside, Nanotechnology.

Sularto, S.A,. dkk (1995). Pengaruh Pemakaian Madu Sebagai Penstubitusi Gliserin dalam Beberapa Jenis Krim terhadap Kestabilan fisiknya. Laporan Penelitian, LP Unpad. Bandung: Universitas Padjajaran

SNI 16-4399 – 1996. Sediaan Tabir Surya. Jakarta: Badan Standar Nasional Sloane ethel. 2012. Anatomi dan fisiologi untuk pemula: Jakarta. EGC Sondari, D , dkk. 2013. Analisis Faktor yang Mempengaruhi Inovasi Produk

Sonny Kalangi J.R. 2013. Histofologi kulit. Fakultas kedokteran universitas samratulangi: Manado

Sweetman,S.C., BPharm, FRPharmS. (2009). Martindale thrity- sixth edition; The

Complete Drug Reference: Landon. Pharmaceutical Press

Tranggono, R.I., dan Fatma Latifah. (2007). Buku Pegangan Ilmu Pengetahuan Kosmetik. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama

Wasitaatmadja. (1997). Penuntun Ilmu Kosmetika Medik: Jakarta. Universitas Indonesia

Winarto, W. P dan M. Surbakti.. (2003). Khasiat dan Manfaat Pegagan: Tanaman Penambah Daya Ingat: Jakarta. AgroMedia

Zulkarnai, K. (2013). Stabilitas Fisik Sediaan Lotion O/W dan W/O Ekstrak Buah Mahkota sebagai Tabir Surya dan Uji Iritasi Primer pada Kelinci: Yogyakarta. Gadjah Mada University Press.




DOI: https://doi.org/10.32382/mf.v16i1.1424

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Media Farmasi



Kontak Editor

Hendra Stevani

Jurusan Farmasi Poltekkes kemenkes Makassar

email : hendra@poltekkes-mks.ac.id

View My Stats

Flag Counter

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.