FORMULASI SEDIAAN LULUR KRIM YANG MENGANDUNG TEPUNG JINTAN HITAM (Nigella sativa L.) DENGAN VARIASI KONSENTRASI TRIETANOLAMIN

Dwi Rachmawati, Hiany salim, Djuniasty Karim

Abstract


Black Cumin (Nigella sativa L.) contains unsaturated essential fatty acids that rejuvenate skin cells and delay the aging process. It contains tocopherol and polyphenols, which are phenolic compounds that act as antioxidants and ward off free radicals. This study formulates a cream body scrub containing Black Cumin flour (Nigella sativa L.) with variations of Triethanolamine concentration. It also examines the physical stability of each formula. Black cumin flour is made from dried black cumin seeds blended and sieved with a 30/40 mesh. It is then formulated into a Black Cumin cream scrub using a variation of Triethanolamine 2%, 3%, and 4% concentration. The three formulas were tested for physical stability before and after storage was accelerated using a climatic chamber in organoleptic, dispersal power, homogeneity, pH, and hedonics. The results show that the triethanolamine 2% does not meet the physical quality requirements for organoleptic, dispersal, and hedonic testing. Triethanolamine 3% meets almost all requirements of good physical quality except the dispersal and pH testing. Triethanolamine 4% does not meet physical quality requirements for organoleptic, pH, dispersal, and hedonic testing. Therefore, black cumin can be formulated into a cream scrub preparation with the best results using a triethanolamine 3% emulgator.

Keywords: Cream Scrub Preparation, Black Cumin Flour, Physical Quality Test

Jintan Hitam (Nigella sativa L.) mengandung asam lemak esensial tak jenuh  (asam linoleat dan asam linolenat) yang berfungsi untuk meremajakan sel-sel kulit dan menunda proses penuaan. Jintan Hitam mengandung tokoferol dan polifenol yang merupakan senyawa fenolik yang berperan sebagai antioksidan dan mampu menangkal radikal bebas. Tujuan penelitian ini adalah untuk memformulasi lulur krim yang mengandung tepung Jintan Hitam (Nigella sativa L.) dengan variasi konsentrasi Trietanolamin dan untuk menganalisis stabilitas fisik masing-masing formula. Tepung jintan hitam dibuat dari biji jintan hitam yang kering kemudian di blender dan diayak dengan mesh 30/40 kemudian di formulasi menjadi sediaan lulur krim tepung Jintan Hitam dengan menggunakan variasi konsentrasi Trietanolamin 2%, 3% dan 4% setelah itu ketiga formula dilakukan pengujian stabilitas fisik sebelum dan setelah penyimpanan dipercepat dengan menggunakan climatic chamber meliputi organoleptis, daya sebar, homogenitas,  pH, dan hedonik. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa formula trietanolamin 2 % tidak memenuhi syarat mutu fisik yang baik untuk pengujian organoleptis,daya sebar dan hedonik. Formula Trietanolamin 3% memenuhi hampir semua syarat mutu fisik yang baik kecuali untuk pengujian daya sebar dan pH dan formula Trietanolamin 4 %  tidak memenuhi syarat mutu fisik yang baik untuk pengujian organoleptis,pH,daya sebar dan hedonik sehingga dapat disimpulkan bahwa jintan hitam dapat diformulasikan menjadi sediaan lulur krim dengan hasil terbaik menggunakan emulgator Trietanolamin 3%.

Kata kunci : Sediaan Lulur Krim, Tepung Jintan Hitam, Uji Mutu Fisik


References


DAFTAR PUSTAKA

Anggraini D, Malik M, Susiladewi M. 2012. Formulasi Krim Serbuk Getah Buah Pepaya (Carica papaya L) Sebagai Anti Jerawat. Riau: Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau Fakultas Farmasi Universitas Andalas. 2012.

Aprilianty, C., Dewi, I., dan Bina, L. S., 2015. Efektivitas Sugar Body Scrub yang Mengandung Katekin Gambir (Uncaria gambir (Hunter) Roxb)dan Minyak Esensial Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia L.). Program Studi Farmasi FMIPA. Bogor: Universitas Pakuan.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 1995. Farmakope Indonesia,Edisi Keempat. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2000. Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat,Edisi Kesatu.Jakarta: Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan.

Elya, B., Dewi, R., Haqqi, M., dan Budiman, 2013. Antioxidant Cream of Solanum lycopersicumL. International Journal of PharmTech Research, 5 (1): 233-238. West Java: University of Indonesia.

Hoover, J., 1990. Remington Pharmaceutical Science, 18th Edition. Mack Publishing Company. Easton Pennsylvania.

Rowe, S. J., Sheskey, P. J., dan Quinn, M. E., 2009. Handbook of Pharmaceutical Excipient, 6th Edition. London: Pharmaceutical Press.

Standar Nasional Indonesia, 2009. Tepung Beras. Jakarta: Badan Standar Nasional Indonesia.

Suhesti, I., 2014. Uji Aktivitas Antioksidan dengan Metode DPPH (1,1-Dipenhyl-2-Picrylhydrazyl) dan Formulasi Sediaan Krim Lulur Kopi Arabika(Coffea Arabica).Tangerang: Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah.

Suhendi a., 2014, Isolasi metabolit sekunder dari jinten hitam local ( Nigella sativa L. ) dan uji aktivitas antioksidan : yogyakarta

Yulianti, E., dan Annas, B., 2010. Pengaruh Ukuran Partikel Tepung Beras Terhadap Daya Angkat Sel Kulit Mati Lulur Bedak Dingin. Yogjakarta: Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan.




DOI: https://doi.org/10.32382/mf.v16i1.1435

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Media Farmasi



Kontak Editor

Hendra Stevani

Jurusan Farmasi Poltekkes kemenkes Makassar

email : hendra@poltekkes-mks.ac.id

View My Stats

Flag Counter

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.