POTENSI AKTIVITAS TABIR SURYA EKSTRAK DAUN DAN KULIT BATANG DENGEN (Dillenia serrata) SECARA IN VITRO

santi sinala, Ismail Ibrahim, Alfrida Monica Salasa, Ratnasari Dewi

Abstract


Dengen (Dillenia serrata) is an endemic plant found in Luwu Regency. Its primary utilization is still limited to the fruit as a food ingredient, such as dodol, though leaves and barks are often used as medicine. According to Santi Sinala et al. (2019), dengen leaves and bark contain large polyphenols. This study determines the sunscreen activity of the Dengen plant, specifically leaves and bark obtained from Malangke City in Luwu Regency. Also, the study aims to establish the part of the plant with great potential for sunscreen. The leaves and bark of the tree are extracted by maceration using 70% ethanol solvent. The determination of the SPF value was carried out in vitro based on the principle of measuring extraction absorption with a certain concentration at wavelengths of 290-320 nm. The ethanol extract of the bark is made with a concentration series of 100, 200, 300, 400, and 500 ppm, where 100 ppm produced an SPF value of 4,611. Furthermore, the ethanol extracts of the leaves were made in series 50, 100, 150, 200, 250 ppm, where 100 ppm produced an SPF value of 2. This study concluded that the ethanol extract of dengen bark has maximum sunscreen activity with a low concentration compared to ethanol leaves.

Keywords: Dengen, Ethanol Extract, Bark, Leaves, Sunscreen Activity, SPF Value.

Dengen (Dillenia serrata) merupakan salah tanaman endemic Indonesia yang dapat ditemukan di Kabupaten Luwu. Pemanfaatan tanaman ini masih sebatas pada bagian buahnya, yang dijadikan bahan masakan dan telah dikembangkan menjadi dodol.. Selain buah, daun dan kulit batang dengen telah digunakan masyarakat sebagai obat. Penelitian dari Santi Sinala dkk (2019) daun dan kulit batang dengen memiliki kandungan polifenol yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas tabir surya dari dua bagian tanaman Dengen yaitu daun dan kulit batang yang diperoleh dari Kota Malangke, Kab. Luwu, Sul-Sel. Dari penelitian ini nantinya akan ditentukan bagian tanaman yang memiliki potensi besar sebagai tabir surya. Daun dan kulit batang pohon dengen diekstraksi secara maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70%. Penentuan nilai SPF dilakukan secara in vitro dengan prinsip pengukuran serapan ekstrak dengan konsentrasi tertentu pada panjang gelombang  290 – 320 nm. Untuk ekstrak etanol kulit batang dibuat dengan seri konsentrasi 100, 200, 300, 400, 500 ppm, dimana dengan konsentrasi 100 ppm sudah menghasilkan nilai SPF 4,611. Untuk ekstrak etanol daun dibuat seri 50, 100, 150, 200, 250 ppm dimana konsentrasi 100 ppm sudah menghasilkan nilai SPF 2. Dari hasil dimana ekstrak kulit batang dengen dengan SPF 4 pada konsentrasi 100 ppm dan ekstrak daun dengan SPF 2 pada konsentrasi 100 ppm dapat ditarik kesimpulan bahwa ekstrak etanol kulit batang dengen, memiliki memiliki aktivitas tabir surya yang maksimal dengan konsentrasi yang  rendah dibandingkan dengan etanol daun

Kata Kunci : Dengen, Ekstrak Etanol, Kulit Batang, Daun, Aktivitas Tabir Surya, Nilai SPF.


References


Alhabsyi D.F, Suryanto E, “Wewengkang D.S (2014). “Aktifitas Antioksidan dan Tabir Surya pada Ekstrak Kulit Buah Pisang Gohoro (Musa acuminate L.)”.Jurnal Ilmiah Framasi Pharmacon Unsrat.3,(2),107-114.

Bonina, F, et al. (1996). “Flavonoid as Potential Protective Agents Againts Photo Oxidative skin Damage”, Internasional Jurnal Pharmaceutical, 145, 87-94.

Damogalad, Viondy dkk (2013). “Formulasi Krim Tabir Surya Ekstrak Kulit Nanas (Ananas Comosus L Merr) Dan Uji In Vitro Nilai Sun Protecting Factor (SPF)”. Jurnal Ilmiah Farmasi UNSRAT. Vol.2 No.2.

Indraswari, A. (2008). “Optimasi Pembuatan Ekstrak Daun Dewan Daru (Eugenia UnifloraL.) Menggunakan Metode Maserasi Dengan Parameter Kadar Total Senyawa Fenolik dan Flavonoid”. Surakarta. Tugas Akhir Teknik Kimia Universitas Muhammadyah.

Kaur, C.D.and Saraf S. (2010). “Invitro Sun Protection Factor Determination of Herbal Oils Used Cosmetics”. Article Pharmacognosy Research,Vol.2, No.1. hal.22-23.

Mansur,J.S.,et al. (1986). Determination of Sun Protection Factor for Spectrophoto, etry An. Bras.Dermatol. Rio de Janeiro.

Pratama,W.A,Karim,Z. (2015). “Uji SPF In Vitro dan Sifat Fisik Beberapa Produk Tabir Surya yang Beredar Di Pasaran”. Majalah Farmaseutik. 11,(01),275-283.

Rahmawaty, D, dan Fadhillaturrahmah. (2014). “Studi Aktivitas Tabir Surya Buah Limpasu (Baccaurea lanceolata) Berdasarkan Penentuan Nilai Sun Protection Factor (SPF) Secara In Vitro”. Journal Pharmascience. 01,(01), 55-58.

Shovyana, H.H.,A. Karim Zulkarnain. “Physical Stability and Activity of Cream W/O Etanolic Fruit Extract of Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpha (scheff.) Boerl,) as A a Sunscreen”. Traditional Medicine Journal 18(2). Yogyakarta. Fakultas Farmasi UGM, 2013.

Sinala, S., Ibrahim I, Salasa, AM, 2019, “Profile Total Polyphenol Of The Ethanol Extract From Dengen (Dillenia Serrata) Leaf And Stem Bark Which Comes From Malangke City Luwu District “ Proceeding International Conference, ICUH, Makassar

Sharing, M ., 2014, Kriteria Tabir Surya untuk mencegah kanker kulit, (http://sharingdisini.com/2014/09/26/kriteria-sunblock-untuk-mencegah-kanker-kulit/). (Diakses, 28 Juni 2018).




DOI: https://doi.org/10.32382/mf.v16i1.1484

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Media Farmasi



Kontak Editor

Hendra Stevani

Jurusan Farmasi Poltekkes kemenkes Makassar

email : hendra@poltekkes-mks.ac.id

View My Stats

Flag Counter

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.