UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK AIR BUAH BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi) TERHADAP PERTUMBUHAN Propionibacterium acnes

Arisanty Arisanty, Rara Puspa Dewi

Abstract


Penelitian ini untuk menentukan metode penyarian ekstrak air  Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi) yang optimal dalam menghambat pertumbuhan Propionibacterium acnes. Bahan uji yang adalah Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) matang yang berasal dari Pomalaa, Sulawesi Tenggara ini kemudian dibuat perasan, rebusan, dan infus dengan konsentrasi masing-masing 10% b/v, kontrol negatif (Aqua Destilata Steril), dan kontrol positif (Klindamisin). Metode yang digunakan adalah dengan metode difusi agar. Hasil pengujian diperoleh diameter zona hambatan rata-rata untuk perasan dengan [M1] konsentrasi 10% b/v yaitu 11 mm, untuk rebusan dengan konsentrasi 10% b/v yaitu 10 mm, dan infusa dengan konsentrasi 10% b/v yaitu 10,6 mm, sedangkan diameter zona hambat pada kontrol positif yaitu 24,6 mm dan kontrol negatif yaitu 0 mm atau tidak terbentuk zona hambat.

 

Kata kunci : Buah Belimbing Wuluh, Ekstrak Air, Uji Efektivitas, Propionibacterium acnes

 


Full Text:

PDF

References


Adi Permadi. 2006. Tanaman obat Pelancar Air Seni. Depok : Penebar Swadaya.

Anonim. 2008.Info Tanaman Obat Indonesia.www.mahkotadewa.com/INFO-TO.htm . (diakses10 februari 2018).

Ardananurdin. A., Sri W., Mahono W., 2004.Uji Efektifitas Dekok Bunga Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi) Sebagai Antimikroba Terhadap Bakteri Salmonella Typhi Secara In Vitro, Jurnal Kedokteran Brawijaya, Vol. XX, No.1

Brooks. G.F., Butel. J.S., Ornston.L.N., 2005. Jawetz, Melnick & Adelberg Mikrobiologi Kedokteran(terj.), Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta

Dalimartha, S. (2006).Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Jilid I. Cetakan Pertama. Jakarta: Trubus Agriwidya.

Dasuki.Undang Ahmad. 1991. Sistematik Tumbuhan Tinggi. Pusat AntarUniversitas Ilmu Hayati ITB. Bandung.

Ditjen POM. (2000). Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Cetakan Pertama. Jakarta: Departemen Kesehatan RI.

Djuanda.A. (1999).Ilmu penyakit kulit dan kelamin.Yogyakarta: FKUII

Harper, J. C. 2007.Acne Vulgaris. Birmington: Departement of dermatology,University of Alabama

Heyne. K. 1988. Tumbuhan Berguna Indonesia. Terjemahan Badan Litbang Kehutanan. Jakarta.

Jeryanti. 2015. AKTIVITAS ANTIBAKTERI SARI BUAH BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi Linn.) TERHADAP BAKTERI PSEUDOMONAS AERUGINOSA DAN STAPHYLOCOCCUS EPIDERMIDIS. Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman, Samarinda, Kalimantan Timur

Lukas Tarsono Adi. 2009. Tanaman Obat & Jus untuk Mengatasi Penyakit Jantung, Hipertensi, Kolesterol, dan Stroke. Jakarta: DeMedia Pustaka.

Mitsui.T., 1997, New Cosmetic and Science, Elsevier, Amsterdam. Montgomery, D.C., 2001,

Murray. R. K., Granner, D. K., & Rodwell, V. W.Biokimia harper (27 ed.). Jakarta: Buku Kedokteran EGC; 2009

Parikesit, M. (2011).Khasiat dan Manfaat Belimbing Wuluh. Surabaya: Penerbit Stomata.

Pramasanti. Triasih. Propionibacterium acnes. https://mikrobia.files.wordpress.com/2008/05/tri-asih-pramasanti-078114019.pdf. Diakses pada tanggal 10 februari 2017.

Rahayu, P., (2013), Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi L) Terhadap Pertumbuhan Candida albicans, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin, Makassar.

Robinson. T., 1995.Kandungan Organik Tumbuhan Tinggi, Edisi VI, Diterjemahkan oleh Kosasih Padmawinata, ITB, Bandung.

Warsa. U. C., 1993.Kokus Positif Gram,Buku Ajar Mikrobiologi Kedokteran, Edisi Revisi, Binarupa Aksara, Jakarta.

Wasitaatmadja. S. M. (1997). Ilmu Kosmetik Medik. Jakarta. Penerbit Universitas Indonesia.

Wijayakusuma, H.M.H dan Dalimarta.2006.Ramuan Tradisional untuk Pengobatan Darah Tinggi. Jakarta: Swadaya.




DOI: https://doi.org/10.32382/mf.v14i2.601

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Kontak Editor

Hendra Stevani

Jurusan Farmasi Poltekkes kemenkes Makassar

email : hendra@poltekkes-mks.ac.id

View My Stats

Flag Counter

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.