FUNGSI SEKSUAL WANITA YANG TELAH MENIKAH DI KOTA MAKASSAR

Mariany Mariany, Nasrudin Nasrudin, Saidah Syamsuddin

Abstract


Disfungsi seksual didefinisikan sebagai gangguan siklus respons seksual atau rasa nyeri saat melakukan hubungan seksual. Adapun penyebabnya adalah faktor biologik, psikologik dan interpersonal. Penyebab biologik berupa gangguan fisik, penyakit dan efek samping obat-obatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran fungsi seksual wanita yang telah menikah di Kota Makassar. Subjek pada penelitian adalah wanita yang telah menikah berjumlah 50 orang yang dipilih melalui teknik consecutive sampling. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan pendekatan cross sectional.. Hasil penelitian menunjukkan jumlah wanita yang mengalami disfungsi seksual sebanyak 26 orang (52%). Subjek yang mengalami disfungsi seksual mayoritas pada kelompok umur 20-30 tahun (61,5%), pendidikan SMA (42,3%), memiliki pekerjaan sebagai ibu rumah tangga (80,7%), memiliki anak 2 orang (53,8%), menggunakan kontrasepsi hormonal (61,5%), dan telah menikah selama 3 tahun (77%). Saran bagi wanita yang telah menikah agar menjalin komunikasi yang baik dengan suami termasuk mengkomunikasikan aktifitas seksual mereka dan mengurangi dampak dari stres dengan melakukan rekreasi bersama keluarga diakhir pekan. Bagi peneliti selanjutnya, agar melakukan penelitian pada sampel yang lebih besar serta mengukur kadar hormonal subjek penelitian.

 

Kata kunci : Fungsi seksual wanita, wanita yang telah menikah


Full Text:

PDF (Full Text)

References


Amra Y, Josephine L.T and Hartono E. 2013. Hubungan Kadar Testosteron Total Dengan Fungsi Seksual Wanita Pada Akseptor Pil Kb Kombinasi. Jurnal Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin.

Angelina. 2010. Prevalence of Sexual Dysfunction Based on Female Sexual Function Index and Perception of Newly Bride in Jati Village and Its Related Factors. Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecologi, Vol. 34 (4).

Batlajery J, Hamidah and Mardiana. 2015. Penggunaan Metode Kontrasepsi Suntikan DMPA Berhubungan dengan Disfungsi Seksual Wanita Pada Akseptor KB Suntik. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan, vol. 2 (3) 49-56.

Elvira S.D. 2006. Disfungsi Seksual Pada Perempuan. Jakarta: BP-FKUI.

Gultom G.I., Sutyarso and Salfarina F. 2018. Perbedaan Fungsi Seksual Wanita Perkotaan dan Pedesaan di Kecamatan Kedaton dan Kecamatan Pagelaran. Majority, vol. 7 (2): 14-23.

Irmawati, Multazam A and Fachrin S.A. 2018. Metode Kontrasepsi dan Aktifitas Seksual Pasangan Suami Istri di Kota Makassar Tahun 2017. Patria Artha Journal of Nursing Science, Vo. 2 (2) 109-118.

Masri C.S and Sutyarso. 2014 Hubungan Stres Menurut Skala Social Readjustment Rating Scale Dengan Kejadian Disfungsi Seksual Pada Wanita Pasangan Usia Subur di Puskesmas Kota Karang Teluk Betung Bandar Lampung. Medical Journal Of Lampung University, 3 (1) 46-53.

Maulana R and Masang. 2012. Penyebab Konflik Dalam Keluarga. (Online). (http://log.viva.co.id, diakses 17 April 2015)

McCabe M.P., Sharlip I.D., Lewis R., Atalla E., Balon R., Fisher A.D., Laumann E., Lee S.W and Segraves R.T. 2016. Risk Factors for Sexual Dysfunction Among Woman and Mens: A Concensus Statement From the Fourth International Consultation on Sexual Medicine. J. Sex. Med. 13: 153-167.

Ningsi A. 2012. Pengaruh Penggunaan Metode Kontrasepsi Suntikan DMPA Terhadap Kejadian Disfungsi Seksual. Jurnal Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin, Vol. 2 (1): 36-47.

Nurbaya S and Qasim M. 2018. Penerapan Pendidikan Seks (Underwear Rules) Terhadap Pencegahan Kekerasan Seksual Pada Anak dan Orang Tua di SD Negeri 52 Welonge Kabupaten Soppeng. Jurnal Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar, vol. 13 (2) 19-27.

Rizvi S.J., Yeung N.W and Kennedy S.H. 2011. Instruments to Measure Sexual Dysfunction in Community and Psychiatric Population. Journal of Psychosomatic Research, 70 99-109.

Sadock. 2014. Buku Ajar Psikiatri Klinis. Edisi 2. EGC: Jakarta.

Weinberger J.M., Houman J., Caron A.T. and Anger J. 2018. Female Sexual Dysfunction: A Systematic Review of Outcomes A cross Various Treatment Modalities. Sex. Med. Rev. 1-28.

Windhu S.C. 2009. Disfungsi Seksual. Yogyakarta: ANDI Offset

Zettira Z and Nisa K. 2015. Analisis Hubungan Penggunaan Kontrasepsi Hormonal Dengan Disfungsi Seksual Pada Wanita. Majority, Vol. 4 (7): 103-107.

Zhang C., Tang J., Zhu L., Zhang L., Xu T., Lang J and Xie Y. 2017. A Population-Based Epidemiologic Study of Female Sexual Dysfunction Risk in Mainland China: Prevalence and Predictors. Journal Sex Med, 14: 1348-1356.




DOI: https://doi.org/10.32382/medkes.v14i2.1227

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar



Published By : Poltekkes Kemenkes Makassar

Office : Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 46 Banta-Bantaeng, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia

Email  :  mediakesehatan@poltekkes-mks.ac.id

Crossref Member Badge

Media Kesehatan indexed by :

           

 
Protected By
plagiarismcheckerx.com Protection Badge

VISITOR STATISTICS

View Statistics

Flag Counter

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.