KADAR HORMON PROGESTERON PADA REMAJA PUTRI YANG MENGALAMI PREMENSTRUAL SYNDROME DI PESANTREN DARUL ARQAM MAKASSAR

Hukmiyah Aspar, Idha Farahdiba

Abstract


Premenstrual syndrome dapat menimbulkan depresi yang terkadang dapat memunculkan perasaan ingin bunuh diri, bahkan keinginan untuk melakukan kekerasan pada diri sendiri  ataupun pada orang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Kadar Hormon Progesteron pada Remaja Putri yang Mengalami Premenstrual Syndrome. Metode yang digunakan adalah cross sectional. Tekhnik pemilihan sampel yang digunakan adalah penyampelan purposive dengan jumlah sampel 50 orang (25 PMS dan 25 yang tidak PMS). Tindakan dilakukan dengan pengambilan sampel darah 5 hari sebelum menstruasi sebanyak 5-10 cc dengan menggunakan Enzim Linked Immuno Sorbent Assay ( ELISA) kit. Data yang berdistribusi normal diuji dengan menggunakan uji parametric t test tidak berpasangan dan data yang tidak berdistribusi normal diuji dengan menggunakan uji non parametric Mann Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan dari 50 responden terdiri 25 yang PMS dan 25 yang tidak PMS didapatkan nilai rata-rata subjek yang memiliki kadar Progesteron yang PMS nilai rata–rata Hormon Progesteron sebesar 3,78 ng/mL lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak PMS sebesar 2,57 ng/mL. Setelah dilakukan pemeriksaan dan data  diolah dengan menggunakan uji t , didapatkan Ha diterima dan Ho ditolak dimana nilai mean pada remaja PMS lebih tinggi daripada yang tidak PMS dengan nilai p = 0,048< α = 0,05. Hal ini berarti ada pengaruh yang signifikan kadar Hormon Progesteron bagi penderita PMS dengan yang tidak menderita PMS. Selanjutnya yang mengalami PMS ringan nilai rata-rata hormon Hormon Progesteron sebesar 4,65 ng/mL sedangkan nilai rata-rata Hormon Progesteron  yang PMS berat sebesar 3,09 ng/mL. Nilai p = 0,030 < α = 0,05 hal ini berarti bahwa ada pengaruh signifikan kadar Hormon Progesteron antara tidak PMS, PMS ringan dan PMS berat.


Keywords


Premenstrual syndrome (PMS), Hormon Progesteron, Remaja Putri

Full Text:

PDF (Full Text)

References


Amelia C.R. (2014). Pendidikan Sebaya Meningkatkan Pengetahuan premenstruasi pada remaja, e-journal Vol.4 Desember 2014. Diperoleh tanggal 24 Oktober 2016.

Aminah S dkk. (2011). Hubungan Status Gizi dengan Kejadian Premenstruasi Sindrom di Madrasah Aliyah Negeri 4 Jakarta, e Journal Vol. 6 Juni 2011. Diperoleh tanggal 17 Oktober 2016.

Fairus. (2011). Fisiologi Kebidanan, Pustaka Rihma, Yogyakarta.

Mery R. (2012). Jurnal Kesehatan Masyarakat Maret 2013 Vol.7 No.1. Diperoleh tanggal 24 Oktober 2016.

Purwoastuti E. dkk. (2015). Kesehatan Reproduksi dan Keluarga Berencana, Pustaka Belajar, Yogyakarta.

Ratikasari I. (2005). Faktor-faktor yang berhubungan dengan Kejadian Sindrom Premenstruasi pada siswi SMA 112, e-Journal 2015. Diperoleh tanggal 23 Oktober 2016.

Saryono dkk. (2009). Sindrom Premenstruasi, Numed, Yogyakarta.

Sarwono. (2010). Pelayanan Kesehatan Maternal, PT Raja Grafindo Perkasa, Jakarta, 2003.

Sylvia. (2010). Konsep Klinik proses-proses penyakit, Salemba Medika, Jakarta.

Suparman E. (2011). Premenstrual Syndrome, EGC, Jakarta, 2012.




DOI: https://doi.org/10.32382/medkes.v15i2.1647

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

Published By : Poltekkes Kemenkes Makassar

Office : Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 46 Banta-Bantaeng, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia

Email  :  mediakesehatan@poltekkes-mks.ac.id

Crossref Member Badge

Media Kesehatan indexed by :

           

 
Protected By
plagiarismcheckerx.com Protection Badge

VISITOR STATISTICS

View Statistics

Flag Counter

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.