ANTIGEN NON STRUKTURAL 1 (NS1) SEBAGAI MARKER SUSPEK INFEKSI DENGUE

Budi Santosa, Herlisa Anggraini, Arista Kurnia Budi Fristiani

Abstract


Infeksi dengue masih merupakan masalah kesehatan global. Angka insidensi dari tahun ke tahun belum mengalami penurunan. Angka kematian dari penderita cukup tinggi dan salah satu sebabnya adalah keterlambatan dalam penanganan penderita. Pemeriksaan laboratorium sangat dibutuhkan dalam menegakkan diagnosis dini penderita suspek dengue. Antigen non struktural 1  (NS1) dianggap sensitif spesifik bereaksi dengan virus dengue sehingga dapat mendeteksi keberadaan virus ini pada awal infeksi (suspek). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran hasil NS1 pada penderita suspek dengue. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dari pasien yang diduga terinfeksi virus dengue. Tanda-tanda virus dengue diperoleh dari catatan medis yang berupa masa demam dan hasil Rumple Leed (RL) dari RS Roemani, hasil NS1 diperoleh dari pemeriksaan laboratorium. Hasil pnelitian menunjukkan dari 30 pasien yang suspek dengue dengan gejala demam 0-2 hari  terdapat 14 orang, RL positif 3, NS1 positif 5. Gejala demam 3-4 hari terdapat 15 orang, 1 RL positif dan 1 NS1 positif. Gejala demem 5-7 hari terdapat 1 orang dengan hasil NS1 negatif. Simpulan bahwa tidak semua suspek dengue di RS Roemani didapatkan NS1 positif. Gejala demam 0-2 hari 35%, demam 3-4 hari 6,6%, demam 5-7 hari 0%.


References


Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI.Studi Oenyakit Demam Berdarah di Indonesia tahun 2017. ISSN 2442-7659

Dinkesprov Jawa Timur. (2017). Profil kesehatan Provinsi Jawa Timur tahun 2016. Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Kota Surabaya.

WHO. Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Demam Dengue dan Demam Berdarah Dengue. Jakarta: WHO & Departemen Kesehatan RI; 2003

4. Hadinegoro, Rezeki S, Soegianto S, Soeroso T, Waryadi S. Tata Laksana Demam Berdarah Dengue di Indonesia. Jakarta: Ditjen PPM&PL Depkes&Kesos R.I; 2001

Rubens Costa Lima J1, Rouquayrol MZ, Monteiro Callado MR, Florindo Guedes MI, Pessoa C. Interpretation of the presence of IgM and IgG antibodies in a rapid test for dengue: analysis of dengue antibody prevalence in Fortaleza City in the 20th year of the epidemic. Rev Soc Bras Med Trop. 2012;45(2):163-7.

Trisnadewi NL, Wande N. Pola Serologi Igm Dan Igg Pada Infeksi Demam Berdarah Dengue (Dbd) Di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah, Denpasar, Bali Bulan Agustus Sampai September 2014. E-Jurnal Medika 2016; 5 (8):1-5

Mariko MR, Alkamar A, Putra AE. Uji Diagnostik Pemeriksaan Antigen Nonstruktural 1 untuk Deteksi Dini Infeksi Virus Dengue pada Anak. Sari Pediatri,2014;16 (2):121-7

Numinha, Sri N. Hubungan Jenis Infeksi dengan Derajat Keparahan pada Penderit Infeksi Virus Dengue di Rumah Sakit Kota Bandar Lampung. Jurnal Jurusan Analis Kesehatan. 2012. Vol. 1

Chandra A. Dengue Hemorrhagic Fever: Epidemiology, Pathogenesis, and Its Transmission Risk Factors. Aspirator.2010;2(2):110-9

Peeling, Rosanna W, Harvey A, Jose LP, Philippe B, Mary JC, dkk. Evaluation of diagnostic tests: dengue. Unicef. 2010. 530-530

Center for Health Protection Department of Health The Government of the Hong Kong Special Administration Region

Perdigão AC, Ramalho IL, Guedes MI, et al. Coinfection with influenza A(H1N1)pdm09 and dengue virus in fatal cases. Mem Inst Oswaldo Cruz. 2016;111(9):588–591.

Paranavitane SA, Gomes L, Kamaladasa A, Adikari TN, Wickramasinghe N, Jeewandara C, Shyamali NL, Ogg GS, Malavige GN. Dengue NS1 antigen as a marker of severe clinical disease. BMC Infect Dis. 2014; 31(14):570. doi: 10.1186/s12879-014-0570

Ambrose JH, Sekaran SD, and Azizan A. Dengue Virus NS1 Protein as a Diagnostic Marker: Commercially Available ELISA and Comparison to qRT-PCR and Serological Diagnostic Assays Currently Used by the State of Florida. HindawiJournal of Tropical Medicine.2017, Article ID 8072491, 6 pageshttps://doi.org/10.1155/2017/8072491

Changal KH, Raina AH, Raina A, et al. Differentiating secondary from primary dengue using IgG to IgM ratio in early dengue: an observational hospital based clinico-serological study from North India. BMC Infect Dis. 2016;16(1):715. Published 2016 Nov 28. doi:10.1186/s12879-016-2053-6




DOI: https://doi.org/10.32382/mak.v11i1.1476

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Published By : Jurusan Analis Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar

Office : Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 52 Banta-Bantaeng, Makassar, South Sulawesi, 90222  View on Google Maps

Email  :  mediaanalis@poltekkes-mks.ac.id

media analis kesehatan indexed by :

    

Protected By                             

                  

Media Reference Manager

 

 

Flag Counter

View My Stats