TINGKAT POSITIFITAS Mycobacterium tuberculosis MENGGUNAKAN TCM DENGAN HASIL KONVERSI AWAL PENGOBATAN SHORT REGIMEN PASIEN TB MDR

Syahida Djasang, Kalma Kalma, Ery Hikmawati, Zulfian Armah

Abstract


Tuberkulosis Multidrug Resistant (TB MDR) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis yang resisten terhadap antibiotik rifampisin dan isoniazid dengan atau tanpa obat anti tuberkulosis lainnya. Pemeriksaan tes cepat molekuler (TCM) dan konversi sputum BTA adalah dua pemeriksaan yang wajib dilakukan pasien TB MDR dalam menjalani pengobatan. Tingkat kepositifan TCM sebelum pengobatan merupakan metode penilaian secara langsung jumlah bakteri di dalam sputum dan menunjukan derajad keparahan yang akan mempengaruhi hasil konversi pengobatan. Penentuan hasil konversi dilakukan dengan pemeriksaan sputum BTA pada akhir tahap awal pengobatanan dan akhir tahap lanjutan pengobatan. Pada tahap awal pengobatan hasil konversi menunjukan prediksi keberhasilan pengobatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat positifitas sebelum pengobatan dengan hasil konversi setelah pengobatan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional laboratorik dengan pendekatan cross sectional dengan metode total sampling. Sampel dari pasien yang terdiagnosa TB MDR dengan TCM yang menjalani awal pengobatan short regimen di RSUP Dr Mohamad Hoesin Palembang tahun 2019 s.d April 2020 sebanyak 70 pasien. Hasil penelitian didapat dari 70 pasien ada  47(67%)  yang memiliki tingkat positif tinggi dan 23 (33%) memiliki tingkat positifitas rendah. 35(50%) yang memiliki positifitas tinggi mengalami konversi dan 12(17%) mengalami gagal konversi atau tidak konversi. Sedangkan 21(30%) yang memiliki tingkat positifitas rendah mengalami konversi dan 2(3%) tidak konversi. Dari uji statistik didapatkan P value 0,122 (>0,05) sehingga kesimpulannya tidak ada hubungan tingkat positifitas Mycobacterium tuberculosis menggunakan TCM dengan hasil Konversi awal pengobatan short regimen.

 

Kata Kunci: Hasil Konversi, TB MDR, Tingkat Positifitas TCM

References


Adiyatma TY. 2011. Programmatic Management of Drug resistance Tuberculosis Pengendalian Tuberkulosis. Jakarta : Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI

Agustini, L. 2019. Deteksi Tes Cepat Molekuler terhadap Mycobacterium tuberculosis pada sputum Bakteri Tahan Asam negatif metode Ziehl Neelsen. Makassar: Poltekkes Kemenkes Makassar

Anonim. 2010. Buku Ajar Mikrobiologi Kedokteran Edisi Revisi. Tanggerang: Binarupa Aksara

Azmi AS. 2012. Prevalensi Risiko Tuberkulosis Multidrug Resistant (TB MDR) di Kota Depok Tahun 2010-2012. Ciputat

Ayu PD. 2016. Hubungan Tingkat Kepositifan BTA Awal dengan Kegagalan Pengobatan OAT Kategori I. Jurnal berkala Epidemiologi. Surabaya: Fakultas Kesehatan Universitas Airlangga

Boehme, E. et al. 2011. Feasibility, Diagnostic, Accuracy, and Effectiveness of Decentralised Use of The Xpert MTB/RIF Test for Diagnosis of Tuberculosis and Multidrug Resistance: A Multicentre Implementation Study. The Lancet. Elsevier

Daryanto, BD. 2018. Keberhasilan Pengobatan Multidrug Resistant Tuberculosi (MDR TB) di RSUP Dr.Mohammad Hoesin Palembang Tahun 2014-2016. Palembang: Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Datuolong, JF. 2015. Hubungan Faktor Risiko, Usia, Jenis Kelamin dan Kepadatan Hunian Dengan Kejadian Penyakit TB Paru di Desa Wori Kecamatan Wori. Jurnal Kedokteran Komunitas dan Tropik, 57 - 65.

Entjang, I. 2003. Mikrobiologi dan Parasitologi Untuk Akademi Keperawatan dan Sekolah Tenaga Kesehatan yang Sederajad. Bandung:PT Citra Aditya Bakti

Elliot T, Worthington T, Osman H, Gill M. 2013. Mikrobiologi Kedokteran dan Infeksi. Edisi ke-4. Jakarta: EGC, halaman 75,187-200, 222-223

Gillespie SH. Bamford KB. 2009. At a Glance Mikrobiologi Medis dan Infeksi. Jakarta : Erlangga

Handoko A. 2013. Hubungan Kualitas Spesimen Dahak Dengan Gradasi Hasil Pemeriksaan BTA Pada Penderita TB Paru Di Kabupaten Pringsewu Tahun 2012. Jurnal Analis Kesehatan: Volume 2, No. 2, September 2013. Pltekkes Kemenkes Tanjungkarang

Jawetz, Melnick,dan Adelberg. 2012. Mikrobiologi Kedokteran Edisi 25. Jakarta: EGC, hal 302, 305, 309

Katzung, BG. 2013. Farmakologi Dasar dan Klinik. Jakarta: ECG

Kementerian Kesehatan RI. 2012. Petunjuk Teknis Pemeriksaan Biakan Dan Uji Kepekaan Mycobacterium tuberculosis. Jakarta : Kementerian Kesehatan RI

Kementerian Kesehatan RI. 2013. Pemeriksaan mikroskopis tuberkulosis, panduan bagi petugas laboratorium. Jakarta : Kementerian Kesehatan RI

Kementerian Kesehatan RI. 2015. Program Pengendalian Resistensi Antimikroba di Rumah Sakit. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No 8 Tahun 2015. Jakarta : Kementerian Kesehatan RI

Kementerian Kesehatan RI. 2015. Pedoman Teknik Keselamatan dan Keamanan Kerja Laboratorium Tuberkulosis. Jakarta : Kementerian Kesehatan RI

Kementerian Kesehatan RI. 2016. Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No 72 Tahun 2016. Jakarta : Kementerian Kesehatan RI

Kementerian Kesehatan RI. 2016. Penanggulangan Tuberkulosis. Peraturan Menteri Kesehatan No 67 Tahun 2016. Jakarta : Kementerian Kesehatan RI

Kementerian Kesehatan RI. 2017. Petunjuk Pelaksanaan Pemeriksaan Tuberkulosis Menggunakan Alat GeneXpert. Jakarta : Kementerian Kesehatan RI

Kementerian Kesehatan RI. 2017. Petunjuk Teknis Pemeriksaan Tuberkulosis Menggunakan Alat GeneXpert. Jakarta : Kementerian Kesehatan RI

Kementerian Kesehatan RI. 2019. Panduan Pelayanan Tuberkulosis Resisten Obat untuk Fasilitas Pelayanan Kesehatan Edisi 3. Jakarta : Kementerian Kesehatan RI

Khan, FA et al. 2017. Effectiveness And Safety of Standardised Shorter Regimens for Multidrug-Resistant Tuberculosis: Individual Patient Data And Aggregate Data Meta-Analyses. Eur Respir J 2017; 50: 1700061. Original Article Tuberculosis

Kurniawan, E dan Arsyad, Z. 2016. Nilai Diagnostik Metode “Real Time” PCR GeneXpert pada Tb Paru BTA Negatif. Jurnal Kesehatan Andalas5(3). hal: 730-738

Misnadiarly AS. 2006. Tuberkulosis dan Mikobakterium Atipik. Jakarta: PT Dian Rakyat

NajjingoI, Muttamba W, Kirenga BJ, Nalunjogi J, Bakesiima R, Olweny F, etal. 2019. Comparison of GeneXpert cycle threshold values with smear Microscopy and culture as a measure Of mycobacterial burden in five regional referral Hospitals of Uganda-Across-sectionalstudy.PloSONE14(5):e0216901.https://doi.org/10.1371/jounal.pone.0216901

Oktia, T.S., 2014. Gambaran Tingkat Kepositifan Basil Tahan Asam Angka Konversi dan Hasil Pengobatan pada Pasien Tuberkulosis Paru Kategori I di UP4 Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2009–2012. Naskah Publikasi Universitas Tanjungpura, Issue Tuberkulosis, pp. 5–13.

Olys. 2016. Faktor Risiko Gagal Konversi Pengobatan Penderita Baru Tuberkulosis Paru Fase Intensif. JEKK. 1 (2) 2016

Parikh R. 2012. Time to Sputum Conversion in Smear Positive Pulmonary TB Patients on Category I DOTS and Factors Delaying it. JAPI . August 2012 .VOL. 60

Pohan HT. 2005. Dasar-dasar Pemilihan Antibiotik pada Infeksi Komunitas. Dalam : Setiati et al. Naskah Lengkap Pertemuan Ilmiah Tahunan Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta : Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas kedokteran Universitas Indonesia 2005:50-55

Prabudesai, PP dan Singh RVP. 2009. Multidrug Resistant Tubeculosis. Bombay Hospital Jurnal. (51)

Pratiknya AW. 2011. Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Kedokteran Kesehatan. Cetakan ke-9. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada, halaman 164-174

Price SA dan Wilson LM. 2005. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-proses penyakit. Jakarta: EGC Penerbit Buku Kedokteran

Retnoningrum DS dan Kembaren RF. 2004. Mekanisme Tingkat Molekul Resistensi Terhadap Beberapa Obat Pada Mycobacterium tuberculosis. Bandung: Departemen Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Teknologi Bandung

Rivani E, Sabrina T, Patricia V. 2019. Perbandingan Uji Diagnostik GeneXpert MTB/RIF untuk Mendeteksi Resisten Rifampicin Mycobacterium tuberculosis pada pasien Tb Paru di RSUP dr. Moh. Hoesin Palembang. JKK, Volume 6, No 1, Januari 2019: 23-28

Robert L Roberts, E. R. 2007. Immunodeficiency. University of California at Los Angeles, Los Angeles, California, USA.

Sears, BW. 2011. Intisari Mikrobiologi dan Imunologi. Penerjemah, Andri Hartono. Jakarta: EGC

Syahrini H. 2008. Tuberkulosis Paru Resistensi Ganda. Medan: Usu e_respiratory

Sjahrurachman, A. 2010. Diagnosa Multidrug Resistant Mycobacterium Tuberculosis. Jurnal Tuberkulosis Indonesia, Vol 8

Triyani, yani, dan Parwati, Ida. Peralihan (Konversi) Sputum BTA Antara Pemberian Dosis Baku (Standar) dan Tinggi Rifampicin Pada Pengobatan (terapi) anti tuberkulosis kelompok (kategori) I. Indonesian Journal of Clinical Pathology and Medical Laboratory, Vol. 14, No. 1, November 2007: 1-10

Utami, FA. 2014. Hubungan Usia, Jenis Kelamin, dan Tingkat Kepositifan dengan Konversi Basil Tahan Asam Pasien Tuberkulosis di Unit Pengobatan Penyakit Paru-Paru Pontianak Periode 2009-2012. Pontianak: Universitas Tanjungpura

WHO. 2019. Global Tuberculosis Report 2019. Perancis: WHO




DOI: https://doi.org/10.32382/mak.v13i1.2750

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Published By : Jurusan Analis Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar

Office : Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 52 Banta-Bantaeng, Makassar, South Sulawesi, 90222  View on Google Maps

Email  :  mediaanalis@poltekkes-mks.ac.id

media analis kesehatan indexed by :

    

Protected By                             

                  

Media Reference Manager

 

 

Flag Counter

View My Stats