DAYA TERIMA SNACK BAR KARAPOSA

Retno Sri Lestari, thresia dewi kartini berek, chaerunnimah chaerunnimah, rizki ayu ningtyas

Abstract


Background, These food products have sufficient nutritional content to meet the needs during activities or when a person does not have enough time to eat. One practical food is a snack bar. Banana dumplings or banana sale can be eaten directly or processed into other food products, such as snack bars. Snack bar Karaposa is a snack bar based on local food, namely red beans and banana dampo.

The aim, of the study was to assess the acceptability of the Karaposa snack bar.

Design, pre-experimental research with post-test group design. This study provides treatment with the addition of banana dampo with concentrations of 0%, 10%, and 20% of the weight of the main ingredient on the snack bar.

Results, of the study based on the average acceptability test score showed that the F1 snack bar Karaposa formula was the most preferred by the panelists from the aspect of color, aroma, texture and taste. Although Friedman test results showed that there was an effect of adding dampo banana to the color and aroma of the Karaposa snack bar, it was not significantly different between formulas F0, F1 and F2.

Conclusion, The F1 formula for the Karaposa snack bar with the addition of 10% dampo banana was the most preferred by the panelists.

Produk makanan tersebut memiliki kandungan gizi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan saat beraktivitas atau ketika seseorang tidak mempunyai waktu yang cukup untuk makan. Salah satu makanan praktis adalah snack bar. Dampo pisang atau pisang sale dapat dimakan langsung atau diolah menjadi produk makanan lainnya, seperti snack bar. Snack bar Karaposa merupakan snack bar berbasis pangan lokal, yaitu kacang merah dan dampo pisang. Tujuan penelitian untuk menilai daya terima snack bar Karaposa. Penelitian pra eksperimental dengan desain post test grup design. Penelitian ini memberikan perlakuan penambahan dampo pisang dengan konsentrasi 0%, 10%, dan 20% dari berat bahan utama pada snack bar. Hasil penelitian berdasarkan rata-rata skor uji daya terima menunjukkan formula F1 snack bar Karaposa yang paling disukai panelis dari aspek warna, aroma, tekstur dan rasa. Meskipun hasil uji Friedman menunjukkan ada pengaruh penambahan dampo pisang terhadap warna dan aroma snack bar Karaposa, tetapi tidak berbeda nyata diantara formula F0, F1 dan F2.  Kesimpulannya formula F1 snack bar Karaposa dengan penambahan dampo pisang 10% yang paling disukai panelis.


Keywords


Acceptance, Karaposa, Snack Bar

Full Text:

PDF

References


Desiliani, Noviar Harun, Shanti Fitriani. 2019. “Pemanfaatan Tepung Pisang Kepok Dan Buah Nangka Kering Dalam Pembuatan Snack Bar.” Jurnal Teknologi Pangan 13(1): 1–11.

Fanny, Lydia, Rezki Septiani Tri, dan Sitti Sahariah Rowa. 2021. “Daya Terima Dan Analisis Protein Serta Serat Snack Bar Dengan Penambahan Tepung Ampas Tahu.” Media Gizi Pangan 27(2): 87–96.

Hanifah, Nur Islami Dini, dan Fillah Fithra Dieny. 2016. “Hubungan Total Asupan Serat, Serat Larut Air (Soluble), Dan Serat Tidak Larut Air (Insoluble) Dengan Kejadian Sindrom Metabolik Pada Remaja Obesitas.” Journal of Nutrition College 5(3): 148–55.

Ho, L. H. et al. 2016. “Development of Novel ‘Energy’ Snack Bar by Utilizing Local Malaysian Ingredients.” International Food Research Journal 23(5): 2280–85.

Hutapea, George, Noviar Harun, dan Shanti Fitriani. 2021. “Pembuatan Snack Bar Dari Tepung Pisang Kepok (Musa Paradisiaca Formatypica) Dan Pure Pisang Ambon Hijau (Musa Paradisiaca Sapientum).” Jurnal Teknologi dan Industri Pertanian Indonesia 13(1): 31–36.

Kementerian Kesehatan RI. 2013. “PERMENKES RI NO. 75 TAHUN 2013 Tentang Angka Kecukupan Gizi Yang Dianjurkan Bagi Bangsa Indonesia.” : 1–10.

Komarudin, D. 2018. “Pengaruh Penambahan Penstabil Gom Guar Terhadap Mutu Minuman Sari Kacang Hijau.” Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Pangan dan Kesehatan Universitas Sahid.

Lisda Juniarsy Rahardjo, Asrul Bahar, Annis Catur Adi. 2019. “Pengaruh Kombinasi Kacang Kedelai (Glycine Max) Dan Kacang Tunggak (Vigna Unguiculata (L) Walp.) Yang Diperkaya Biji Nangka (Artocarpus Heterophyllus) Terhadap Daya Terima Dan Kadar Protein Snack Bar.” Amerta Nutrition 3(1): 71–77.

Negara, J.K. et al. 2016. “Aspek Mikrobiologis, Serta Sensori (Rasa, Warna,Tekstur, Aroma) Pada Dua Bentuk Penyajian Keju Yang Berbeda.” Jurnal Ilmu Produksi dan Teknologi Hasil Peternakan 4(2): 289.

Pudjirahaju, A. 2017. “Pengawasan Mutu Pangan.” : 48.

Rinda et al. 2018. “Pengaruh Komposisi Snack Bar Berbasis Tepung Tempe Dan Biji Lamtoro (Leucaena Leucocephala (Lam.) De Wit) Terhadap, Penilaian Organoleptik, Proksimat, Dan Kontribusi Angka Kecukupan Gizi.” J. Sains dan Teknologi Pangan 3(3): 1328–40.

Sari, Dwi Yulia Estika, Dudung Angkasa, and Prita Dhyani Swamilaksita. 2017. “Daya Terima Dan Nilai Gizi Snack Bar Modifikasi Sayur Dan Buah Untuk Remaja Putri.” Jurnal Gizi 6(1): 1–11.

Setyaningsih, Dwi, Anton Apriyantono, and Maya Puspita Sari. 2010. Analisis Sensori Untuk Industri Pangan Dan Agro. Bogor: IPB Press.

Siti Aminah, Lia Amalia, Siti Hardianti. 2019. “Karakteristik Kimia Dan Organoleptik Snack Bar Biji Hanjeli (Coix Lacryma Jobi- L ) Dan Kacang Bogor (Vigna Subterranea (L.) Verdcourt).” Jurnal Agroindustri Halal 5(2): 212–19.




DOI: https://doi.org/10.32382/mgp.v29i1.2807

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2022 Media Gizi Pangan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

Published By : Poltekkes Kemenkes Makassar Jurusan Gizi

Office : Jl. Paccerakkang KM. 14 Daya, Makassar, South Sulawesi, 90242  View on Google Maps

Email  :  mediagizipangan@poltekkes-mks.ac.id

 

INDEXING

    

Flag Counter View My Stats