Plagiarism Checking Result for your Document

Plagiarism Checker X Originality Report

Plagiarism Quantity: 8% Duplicate

Date Saturday, August 18, 2018
Words 230 Plagiarized Words / Total 2780 Words
Sources More than 40 Sources Identified.
Remarks Low Plagiarism Detected - Your Document needs Optional Improvement.

PENGARUH SOSIALISASI STABILISASI BAYI PASCA RESUSITASI [PROGRAM S.T.A.B.L.E] TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP BIDAN DI PUSKESMAS KOTA MAKASSAR TAHUN 2016 Fitriati Sabur, Hastuti Husain, Andi Zulfaidawaty Jurusan Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Makassar ABSTRAK Program S.T.A.B.L.E bertujuan me mastikan kondisi bayi dalam keadaan baik selama proses rujukan guna mencegah meningkatnya angka kesakitan dan timbul nya jejas (sequele) akibat asfiksia bayi baru lahir. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh sosialisasi program S.T. A.B.L.E

pada bayi terhadap peningkatan pengetahu an dan sikap bidan yang bertugas di kamar bersalin beberapa puskesmas di Kota Makassar tahun 2016. Penelitian ini meng gunakan rancangan Quasi eksperimental dengan One Group pretest – post test. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei s.d Oktober 2016 terhadap bidan yang bertugas di kamar bersalin Puskesmas da lam lingkup wilayah kerja Dinas Keseha tan Kota Makasar yakni: Puskesmas Ma majang, Puskesmas Pattingalloang, Puskes mas Minasa Upa, Puskesmas Batua dan Puskesmas Antang Perumnas dengan jum lah populasi sebanyak 250 orang dan sam pel sebanyak 40 orang.

Teknik pengambi lan sampel menggunakan Purposive Sam pling dengan kriteria inklusi : bidan yang bertugas di kamar bersalin Puskesmas PO NED Kota Makassar, bidan yang bertugas di kamar bersalin sebagai tenaga PNS dan tenaga magang sedangkan kriteria ekslusi : Bidan yang bertugas di Poliklinik Puskes mas PONED Kota Makassar, bidan yang bertugas di Puskesmas PONED yang tidak termasuk dalam pilihan sasaran penelitian. Proses pengumpulan data menggu nakan kuesioner tertutup untuk mengukur kemampuan kognitif dan sikap bidan ten tang program S.T.A.B.L.E yang dimodifi kasi dari S.T.A.B.L.E

program pre-assess ment dan 6 th edition pre-assessment.. Pro ses analisis data menggunakan Uji T tidak berpasangan. Hasil penelitian menunjuk kan ada pengaruh sosialisasi terhadap pe ningkatan pengetahuan responden P value 0.0000 namun tidak ada pengaruh sosia lisasi terhadap perubahan sikap responden dengan P value 1.0000. Kata Kunci : Sosialisasi, Stabilisasi bayi pasca resusitasi,Pengetahuan, Sikap PENDAHULUAN Kematian neonatus merupakan komponen utama penyebab angka v tian bayi (infant mortality rate), yaitu angka yang dipakai sebagai indikator kemaju an kesehatan satu negara.

Dalam Renca na Pembangunan Jangka Menengah Na sional (RPJPN) tahun 2010-2014 salah satu sasarannya adalah menurunkan ang ka kematian bayi (AKB) dari 34 per 1000 kelahiran hidup men jadi 23 per 1000 kelahiran hidup. Angka Kematian Bayi (AKB) me nurut World Health Organization (WHO) tahun 2012 sebesar 35/1000 kela hiran hidup sedangkan di Indonesia, Angka Kematian Bayi sebesar 32/1000 kelahiran hidup, terjadi pada masa neo natal dan penyebabnya mayoritas dapat dicegah.

Pada tahun 2012, Angka Kema tian Bayi (AKB) di Gorontalo sebesar 67/1000 KH dan Papua Barat sebesar 74/1000 KH dari 1.283 jiwa (Kemenkes RI,2013); sedangkan di Sulawesi Sela tan sebesar 25/1000 KH (Dinkes Sul-Sel, 2012) dan di Kota Makassar sebesar 6,78/1000 KH dengan jumlah kematian bayi sebesar 163 jiwa dari 24.034 jiwa kelahiran hidup (Badan Pusat Statistik Kota Makassar, 2012) Di Indonesia, angka kejadian asfik sia di RSP rujukan provinsi sebesar 41,94% dan 10% diantaranya bayi baru lahir membutuhkan bantuan untuk mulai bernapas, mulai dari bantuan ringan sam pai resusitasi lanjut yang ekstensif se dangkan di RS rujukan di wilayah Ban dar Lampung periode Juni 2012–Mei 2013 terdapat 86 kasus asfiksia dan 14 bayi diantaranya meninggal dunia, di Se marang terdapat 33,1% bayi asfiksia (Ke menkes RI, 2013).

Hasil survey negara maju ataupun berkembang menunjukkan bahwa sarana resusitasi dasar seringkali tidak tersedia dan tenaga kesehatan ku rang terampil dalam pelaksanaan resutasi pada bayi (World Health Organiza tion, 2012). Program S.T.A.B.L.E bertujuan memastikan kondisi bayi dalam keadaan baik selama proses rujukan guna mence gah meningkatnya angka kesakitan dan timbulnya jejas (sequele) akibat asfiksia bayi baru lahir (Mori dkk.,2007) Data rekam medis dari PKM di wilayah kerja Dinas Kesehatan Kota Makassar yaitu di PKM Mamajang perio de Oktober 2014 sd Oktober 2015 terda pat 480 persalinan dengan jumlah bayi asfiksia sebanyak 2 kasus, PKM Batua terdapat 774 persalinan dengan bayi as fiksia sebanyak 2 kasus, PKM Minasa upa terdapat 146 persalinan dengan bayi asfiksia sebanyak 5 kasus, PKM Patti ngalloang terdapat 274 persalinan de ngan bayi asfiksia seba nyak 2 kasus, PKM Antang terdapat 80 persalinan de ngan bayi asfiksia sebanyak 1 kasus. Pentingnya program S.T.A.B.L.E

dalam upaya menurunkan angka kesa kitan dan kematian bayi serta masih terbatasnya penelitian tentang stabilisasi bayi pasca resusitasi maka penulis terta rik melakukan penelitian tentang “Penga ruh sosialisasi stabilisasi bayi pasca resusitasi [program S.T.A.B.L.E] terha dap peningkatan pengetahuan dan sikap bidan yang bertugas di kamar bersalin Puskesmas wilayah kerja Dinas Kota Makassar Tahun 2016” BAHAN DAN METODE Lokasi, Populasi dan Sampel Penelitian Penelitian ini menggunakan ranca ngan Quasi eksperimental dengan jenis one group pre test – post test.

Tahapan dalam penelitian ini adalah: melakukan pretest (pengamatan awal) terlebih dahu lu sebelum melakukan intervensi beru pa sosialisasi program S.T.A.B.L.E pada bayi pasca resusitasi kemudian mela kukan posttest dengan menilai peruba han pengetahuan dan sikap bidan dalam menerapkan program S.T.A.B.L.E sela ma menangani bayi asfiksia. Penelitian ini dilaksanakan di 5 Puskesmas dalam lingkup wilayah kerja Dinas Kesehatan Kota Makassar yaitu : Puskesmas Ma majang, Puskesmas Pattingalloang ,Pus kesmas Minasa Upa, Puskesmas Antang perumnas, Puskesmas Batua pada bulan Mei–Oktober 2016.

Populasi dalam penelitian ini adalah bidan yang bertugas di Puskes mas dalam lingkup wilayah kerja Dinas Kesehatan Kota Makassar sebanyak 250 orang bidan. Penentuan jumlah sampel yang digunakan adalah purposive sam pling dengan jumlah sampel sebesar 40 orang berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi. Kriteria Inklusi: bidan yang bertugas di kamar bersalin Puskesmas PONED Kota Makassar, bidan yang bertugas di kamar bersalin sebagai tena ga PNS maupun tenaga magang sedang kan kriteria esklusi: bidan yang bertugas di poliklinik Puskesmas PONED Kota Makassar, bidan yang bertugas di puskes mas PONED yang tidak termasuk dalam sasaran penelitian. PENGUMPULAN DATA DAN PENGOLAHAN DATA.

pengumpulan data dalam peneliti an ini menggunakan kuesioner tertutup untuk mengukur kemampuan kognitif & sikap tenaga kesehatan tentang program S.T.A.B.L.E yang dimodifikasi dari S.T.A.B.L.E program preassessment dan 6th edition pre-assessment. Adapun Prosedur dalam pelaksanaan pengumpu lan data adalah: 1. Melakukan pretest dengan cara mem bagikan angket (kuesioner) kepada bidan yang bertugas di kamar bersa lin (responden) yang menjadi subjek penelitian. 2. Melakukan intervensi berupa sosiali sasi tentang stabilisasi bayi pasca resusitasi [program S.T.A.B.L.E]. 3.

Melakukan posttest dengan cara mem bagikan angket (kuesioner) kepada responden untuk menilai perubahan pengetahuan dan sikap bidan dalam menerapkan program S.T.A.B.L.E dalam menangani bayi asfiksia. Pengolahan data dengan menggu nakan komputer dengan tahap pengola han data sebagai berikut: Penyuntingan data (Editing), pemberian kode (coding), pemasukan data dalam komputer (Entry data), pembersihan data (Cleaning), tabu lasi (Tabulating). ANALISIS DATA 1.

Analisis univariat menggambarkan karakteristik responden dalam tabel distribusi dan frekuensi. 2. Analisis bivariat adalah analisi yang dilakukan untuk melihat pengaruh sosialisasi pada bayi pasca resusitasi [program S.T.A.B.L.E] terhadap pe ningkatan pengetahuan dan sikap bi dan yang bertugas di kamar bersalin Puskesmas Kota Makassar tahun 2015. Proses analisis data menggu nakan uji T tidak berpasangan. HASIL PENELITIAN Analisis Univariat Tabel 5.1

Karakteristik Responden Berdasarkan Umur Umur (tahun) N %  = 25 – 30  23 57.5  31 – 35 6 15  37 – 41 5 12.5   › 41 6 15  Total 40 100  Data Primer Pada tabel 5.1 menunjukkan bahwa dari 40 responden terdapat 23 orang [57,5%] yang berusia antara = 25–30 tahun dimana mayoritas bidan yang bertugas adalah tenaga keseha tan yang baru lulus pendidikan bidan namun responden dengan usia > 41 tahun sebanyak 6 orang [15%] yang masih aktif bertugas sebagai bidan PNS di Puskesmas. Tabel 5.2

Karakteristik Responden Berdasarkan Latar Belakang Pendi dikan Pendidikan N %  D I 2 5  D III 27 67.5  D IV 6 15  S2 5 12.5  Total 40 100   Data Primer Pada tabel 5.2 menunjukkan bah wa dari 40 orang responden, terdapat 27 orang [67,5%] responden dengan latar belakang pendidikan Diploma III karena mayoritas bidan yang bertugas baru menyelesaikan pendidikan bidan dan masih berstatus magang namun masih terdapat responden dengan latar belakang pendidikan bidan D1 yaitu sebanyak 2 orang [5%] yang menun jukkan bahwa kedua bidan tersebut masih produktif dan belum mencapai usia pensiun sebagai Aparatur Sipil Negara. Tabel 5.3

Karakteristik Responden Berdasarkan Lama Kerja di kamar Bersalin. Lama Kerja ( Tahun) N %  < 5 23 57.5  5-10 10 25  11-15 1 2.5   › 15-20 4 10   › 20 2 5   Total 40 100  Data Primer Pada tabel 5.3 menunjukkan bahwa dari 40 orang responden, ter dapat 23 orang [57,5%] yang bekerja selama <5 tahun karena mayoritas bidan yang bertugas di Puskesmas adalah tenaga kesehatan yang baru menyelesaikan pendidikan bidan dan mencari pengalaman bekerja di Pus kesmas dengan status magang namun masih ada 2 orang [5%] dengan lama kerja > 20 tahun yang masih aktif bertugas di kamar bersalin karena belum memasuki masa pensiun. Tabel 5.4

Karakteristik Responden Berdasarkan Pengalaman Mengikuti Pelatihan PONED Pelatihan PONED N %  Ya 10 25  Tidak 30 75  Total 40 100  Data Primer Pada tabel 5.4 menunjukkan bahwa dari 40 responden bidan puskes mas yang bertugas di kamar bersalin seba nyak 30 orang [75%] belum mendapat kan pelatihan PONED, hanya 10 orang [25%] yang telah mendapatkan pelati han PONED. Analisis Bivariat Tabel 5.5

Hasil Analisis Pengaruh So sialisasi Terhadap Perubahan Pengeta huan Responden Pengeta huan ? ± SD Perubahan P  Pre test 7.85 ± 1.833345 0.199084 0.0000  Post test 9.65 ± 2.032429     Hasil analisis data terbaca bahwa selisih mean variable pengetahuan bernilai negative maka disimpulkan bahwa nilai mean variable pengeta huan sebelum sosialisasi lebih rendah daripada nilai mean setelah sosialisasi. Hasil analisis nilai t hitung sebesar- 5,4463 dengan P Value sebesar Pr (|T|>|t|) = 0.0000 pada degree of freedom (DF) 39. DF disini adalah jum lah sampel total pada kedua kelompok dikurangi 1 (N-1=39).

Karena nilai 0,0000 kurang dari batas kritis 0,05 ma ka keputusan hipotesis adalah meneri ma H1 atau yang berarti terdapat ada pengaruh signifikan kegiatan sosiali sasi terhadap peningkatan pengetahuan responden. Pengetahuan merupakan domain pen ting terbentuknya tindakan seseorang. Pengetahuan diperoleh setelah sese orang melakukan penginderaan terha dap objek tertentu (Notoadmodjo, 20 07).Proses pembelajaran yang dimak sudkan adalah memberikan pengetahu an kepada responden tentang stabilisasi bayi pasca resusitasi yang tertuang dalam program S.T.A.B.L.E

mengguna kan leaflet sehingga terjadi perubahan proses informasi, pengambilan keputu san dan emosi yang pada akhirnya ter jadi proses kontrol cognator dalam otak agar melakukan mekanisme bela jar dan adaptasi (Nursalam, 2008) No toadmodjo (2007) menyatakan bahwa faktor yang mempengaruhi pengetahu an seseorang antara lain: usia, pendidi kan dan pengalaman. Perubahan pengetahuan terjadi pada responden setelah dilakukan tindakan sosialisasi karena adanya minat dan kesadaran responden terkait penting nya penatalaksanaan stabilisasi bayi pasca resusitasi dalam upaya memban tu penurunan Angka Kematian Bayi (AKB).

Adanya leaflet yang menjadi pegangan responden saat sosialisasi ju ga berpengaruh sehingga proses pembe lajaran tidak hanya berlangsung saat bertatap muka dengan peneliti saja te tapi dapat dilakukan secara mandiri oleh responden. Tabel 5.6 Hasil Analisis Pengaruh So sialisasi Terhadap Perubahan Sikap Responden Sikap ? ± SD Perubahan P  Pre test 5.425 ± 1.25856 - 0.06268 1.0000  Post test 5.425 ± 1.19588     Hasil analisis data ,selisih mean variabel sikap bernilai nol maka disimpulkan bahwa tidak ada perubahan sikap responden sebelum sosialisasi maupun setelah sosialisasi. Hasil analisis nilai t hitung sebesar 0,0000 dengan P Value sebesar Pr (|T| >|t|) = 1.0000 pada degree of freedom (DF) 39.

DF disini adalah jumlah sampel total pada kedua kelompok dikurangi 1 (N-1=39). Karena nilai 1,0000 lebih dari batas kritis 0,05 maka keputusan hipotesis adalah menerima H0 atau yang berarti terdapat tidak ada pengaruh sosialisasi terhadap perubahan sikap responden. Proses perubahan sikap merupakan keberlanjutan dari perubahan pengeta huan. Sikap yang ditunjukkan sese orang lebih positif jika berdasarkan pe ngetahuan yang dimilikinya.

Sese orang dapat bertindak atau merubah si kapnya terhadap suatu stimulus jika mengetahui makna dari stimulus yang diterimanya. Oneil N dkk (2007) dalam Suvarna (2012), menuliskan bahwa di Nova Scotia terdapat 90% tenaga kesehatan yang telah mendapatkan pelatihan prog ram S.T.A.B.L.E lebih percaya diri dan kemampuan melakukan stabilisasi pa da bayi sakit sebelum dan selama pro ses rujukan bayi dan 86,5% tenaga ke sehatan dilaporkan telah melaksana kan program S.T.A.B.L.E.

Penelitian yang dilakukan oleh Hartono, dkk (2006) dengan design pretest - posttest causal group tentang perbandingan metode penyuluhan untuk peningkatan pengetahuan dan sikap ketaatan diit penderita DM di RSUD Salewangeng Maros. Analisis data menggunakan uji A-Nova yang dilanjutkan dengan uji T dua sampel bebas dengan hasil metode penyulu han yang lebih efektif untuk mening katkan pengetahuan dan sikap berkena an dengan diit penderita DM di ruang rawat inap RSUD Salewangang ada lah food model dan leaflet.

KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan ,dapat ditarik beberapa kesimpulan antara lain: 1. Berdasarkan data karakteristik bidan yang bertugas dikamar bersalin Puskes mas di Kota Makassar, masih ada 2 orang bidan yang berpendidikan diplo ma 1 dimana dalam peraturan pemerin tah telah ditetapkan bahwa pendidikan bidan minimal diploma 3 dan masih kurangnya tenaga bidan yang telah mengikuti pelatihan PONED. 2. Sosialisasi stabilisasi bayi pasca re susitasi [program S.T.A.B.L.E]

berpe ngaruh secara signifikan terhadap pe ningkatan pengetahuan bidan yang ber tugas di kamar bersalin tentang stabili sasi bayi pasca resusitasi dengan P va lue 0.0000 3. Sosialisasi stabilisasi bayi pasca resu sitasi [program S.T.A.B.L.E] tidak ber pengaruh terhadap perubahan sikap bi dan yang bertugas di kamar bersalin dalam melakukan upaya stabilisasi ba yi pasca resusitasi dengan P value 1.00 00 SARAN Bagi Dinas Kesehatan Kota Makassar Diharapkan agar pemerintah dapat be kerjasama dengan organisasi profesi da lam memfasilitasi tenaga kesehatan un tuk mengikuti pelatihan PONED dan upaya penerapan program S.T.A.B.L.E minimal di tingkat pelayanan keseha tan dasar.

Bagi pimpinan Puskesmas, RS dan BPM Diharapkan dapat memfasilitasi penera pan peraturan penatalaksanaan pro gram S.T.A.B.L.E pada setiap bayi de ngan resiko tinggi . Bagi tenaga kesehatan Diharapkan agar setiap tenaga keseha tan dapat meningkatkan kemampuannya dalam menerapkan upaya stabilisasi ba yi pasca resusitasi yang tertuang dalam program S.T.A.B.L.E selama menanga ni kasus bayi dengan resiko tinggi.

Bagi Poltekkes Makassar Diharapkan dapat memfasilitasi dan me latih mahasiswa khususnya jurusan kebi danan dan keperawatan dalam menerap kan program S.T.A.B.L.E pada bayi de ngan resiko tinggi. DAFTAR PUSTAKA Alasiry, Ema. 2011. Profil bayi rujukan saat masuk rawat ditinjau dari the s.t.a.b.l.e program. Saripediatri 2011:13(4):235-8. Makassar (online) (http://www.saripediatri.idai.or.id) diakses tanggal 12 Mei 2014. Ayu, Kusumaning A. 2010. Hubungan hypertensi, proteinuria ibu dengan PE dengan asfiksia di RSU dr Harjono S.Ponorogo(online) (Http:// www.isjd.pdii.go.id) diak ses tgl 13 Juni 2014.

Badan pusat statistik kota Makassar.2012. Profil kesehatan kota Makassar tahun 2012 (online) (http://www. dinkes.kotamakassar.net) diakses tanggal 10 Mei 2014. Budiman, dkk. 2013. Kapita selekta kuesioner pengetahuan dan sikap dalam penelitian kesehatan. Salem ba Medika. Jakarta. Dinas kesehatan sulawesi selatan. 2012. Profil dinas kesehatan sulawesi selatan 2012. Makassar. Guss. 2011. Angka kematian bayi di dunia menurut world bank tahun 2003 (on line) (Http://www.gus school .wordpress.com) diakses tanggal 7 Mei 2014. Isnaini. Nurfitriah. 2013.

Hubungan antara persalinan tindakan dengan kejadi an asfiksia bayi baru lahir di ruang neonatus RSAB Muhamma diyah Tuban. Volume IV Nomor 3 Juli tahun 2013. (online)(Http:// ww w. suaraforikes .webs.com) di ak ses tanggal 12 Mei 2014 Kementerian Kesehatan RI, 2011. Mana jemen asfiksia BBL untuk bidan. Buku panduan untuk pelatih. Direk torat jenderal bina kesehatan KIA. Jakarta (online)( Http://www. gizi kia.com) diakses tanggal 12 Mei 2014. Kementerian Kesehatan RI. 2013. Data dan info kesehatan sulawesi selatan SDKI 2012. Jakarta.

Direktorat jenderal bina gizi & KIA Kementerian Kesehatan RI (online) (Http:// www.Depkes.go.id) diak ses tanggal 8 Mei 2014. Kementerian Kesehatan RI. 2014. Peratu ran Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2014 tentang upaya kesehatan anak. (on line)(Http://www.hukor. depkes.go. id) diakses tanggal 29 Desember 20 14. Meberq, Alf, dkk. 2011. Transport neona tal – resiko dan peluang (Online) (Http:// www.scirp.org) Michael. 2011. Pertolongan pertama pada bayi asfiksia (online) (Http://www. academia.edu) diakses tanggal 12 Mei 2014. Muslihatun. 2010. Asuhan neonatus bayi dan balita. Fitramaya.

Jakarta Notoatmodjo. S. 2007. Promosi kesehatan dan ilmu perilaku. Rineka cipta. Ja karta Panicker Suvarna. 2012. Efektivitas Prog ram Pengajaran Terstruktur untuk Meningkatkan Pengetahuan Pera wat dalam Perawatan Stabilisasi Pretransportasi Pada Bayi Sakit di Rumah Sakit Anak Bangalore, Kar nataka.(online)(Http://www.rguhs. ac.in) Richard, dkk. 2009. Pediatric specialized transport teams are assiciated with improved outcomes. AAP (online) (Http://pediatricsaapublications.org Rifai. Rudi F. 2013. Stabilisasi neonatus pasca resusitasi/ pra rujukan. Buletin perinasia tahun XIX No.1

edisi Juli 2013 (online) (Http:// www.perinasia.com) diakses tang gal 16 Mei 2014. Tjandrarini, dkk. 2009. Aspek kehamilan dan persalinan pada kematian neonatal akibat asfiksia lahir sebelum dan setelah intervensi manajemen asfiksia di kabupaten. Cire bon. Jurnal ekologi kesehatan volume 8 nomor 3 September tahun 2009:1057-1065 (online) (http:// www.portalgaruda.org)diakses tang gal 8 Mei 2014. Spector, dkk.2009 Improving outcomes of transported newborns in Panama impact of a nation wide neonatal provider education program. Jour nal of perinatology (online) (Http:// nature.com).

World Health Organization.2012. Basic newborn resucitation: A practical guide-revision. WHO : Geneva (on line) (Http://www.who.int/) di ak ses tanggal 12 Mei 2014.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar



Published By : Poltekkes Kemenkes Makassar

Office : Jl. Wijaya Kusuma Raya No. 46 Banta-Bantaeng, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia

Email  :  mediakesehatan@poltekkes-mks.ac.id

Crossref Member Badge

Media Kesehatan indexed by :

           

 
Protected By
plagiarismcheckerx.com Protection Badge

VISITOR STATISTICS

View Statistics

Flag Counter

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.