ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KELELAHAN PEKERJA DI PT. TOP SABA MANDIRI FOOD MAKASSAR

Mulyadi Mulyadi, Nurwinda Nurwinda

Abstract


Kelelahan kerja merupakan salah satu permasalahan kesehatan dan keselamatan kerja yang dapat menjadi faktor risiko terjadinya kecelakaan pada saat bekerja. Kelelahan pada pekerja juga dapat berdampak terhadap penurunan produktivitas. Data dari International Labour Organisation (ILO) menyebutkan hampir setiap tahun sebanyak dua juta pekerja meninggal dunia karena kecelakaan kerja yang disebabkan karena faktor kelelahan. Lingkungan kerja yang tidak nyaman dan tidak memenuhi syarat mengakibatkan tenaga kerja menjadi tidak bergairah untuk bekerja, mempercepat terjadinya kelelahan serta memperbesar risiko timbulnya gangguan kesehatan dan kecelakaan kerja yang pada akhirnya produktivitas perusahaan pun akan menurun.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis faktor yang memicu terjadinya kelelahan pada pekerja dibagian produksi PT. Top Saba Mandiri Food Makassar. Desain penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study.

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dan dilakukan pengujian dengan Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05, dikatakan bermakna jika p < α = 0,05. Dari hasil uji statistic terhadap beberapa faktor pemicu kelelehan diperoleh bahwa faktor masa kerja (tahun) pekerja memiliki hubungan  yang signifikan dengan kelelahan pekerja nilai p = 0,04, faktor usia pekerja memiliki hubungan yang signifikan dengan kelelahan pekerja dengan nilai p = 0,046, faktor suhu udara dalam ruangan memiliki hubungan yang signifikan dengan  kelelahan pekerja dengan nilai  p = 0,014, faktor sikap kerja pekerja saat bekerja memiliki hubungan yang signifikan dengan kelelahan dengan nilai p = 0,014. Kemudian untuk faktor kelembaban tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kelelahan pekerja dimana nilai p = 0,375.

Adapun Kesimpulan yang didapatkan yakni bahwa ada hubungan antara masa kerja, usia, suhu, dan sikap kerja terhadap kelelahan pekerja dan tidak ada hubungan antara kelembaban dengan kelelahan pekerja. Peneliti menyarankan bagi pihak menejemen PT. Top Saba Mandiri Food Makassar untuk melakukan pengelolaan terhadapa lingkungan dan para pekerja itu sendiri agar kelelehan pekerja itu bisa di atasi dengan menejemen risiko lingkungan di terapkan dengan baik dan benar seperti pengaturan tata letak ruangan, pengaturan pekerjaan sesuai usia dan masa kerja dari pekerja.

 

Kata Kunci : Faktor Kelelahan, Pekerja

Full Text:

PDF

References


Atoqoh, Januar, Dkk (2013) Faktor-faktor yang berhubungandengan kelelahan kerja pada pekerja konveksi bagian penjahitan di CV. Aneka garmen gunungpati Semarang, JKM (e-journal) FKM UNDIP Vol. 2. No. 2. Hal. 119 -126

Budiono, dkk. 2003. Kelelahan (Fatigue) pada Tenaga Kerja. Bunga Ranpai Hiperkes dan Keselamatan Kerja. Edisi ke – 2. Semarang; Universitas Diponegoro.http://digilib.unimus.ac.id/files/disk1/158/jtptunimus-gdl-nurzainiro-7887-5-8.daftar-a.pdf. Diakses : 5 Januari 2017

Depertemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI (DEPNAKERTRANS). 2004. Pengawasan K3 Lingkungan Kerja . Materi 8. Evaluasi dan Penunjukan Calon Ahli K3. http://disnakertrans.bantenprov.go.id/upload/undang-undang/Juknis%20penyelenggaraan%20kesehatan%20kerja.pdf. . Diakses : 5 Januari 2017

Endroyono, Bambang. 2010. Faktor-faktor yang berperan terhadap peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Para pelaku jasa kontruksi di Semarang, Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan, No. 2 volume 12 – juli 2010.http://download.portalgaruda.org/article.php?article=136749&val=5677. . Diakses : 5 Januari 2017

Ernyasih (2011) Hubungan Iklim ( Suhu Udara, Curah Hujan, Kelembaban dan Kecepatan angin) dengan Kasus Diare Di DKI Jakarta Tahun 2011. https://media.neliti.com/media/publications/14559-ID-hubungan-iklim-curah-hujan-suhu-udara-kelembaban-udara-dan-kecepatan-angin-denga.pdf. . Diakses : 5 Januari 2017

ILO. (1998). Encyclopedia of Occupational Health and Safety. Volume 10. Ritcher Peter. Geneva, Switzerland. http://www.ilo.org/global/publications/ilo-bookstore/order-online/multimedia/WCMS_PUBL_9221098184_EN/lang--en/index.htm. . Diakses : 5 Januari 2017

I Made P, dan Rajen Nimrod, 2000. Hubungan umur, lama kerja, dan masa kerja terhadap kelelahan pada pengrajin perahu pinisi di Kelurahan Tanah Lemo Kecamatan Bontohari, Bulukumba.

Kodrat, Kimberly Febrina. 2011. Pengaruh shift kerja terhadap kelelahan pekerja pabrik kelapa sawit di PT.X labuhan batu. Jurnal Teknik Industri, volume 12, No. 2, Agustus 2011.

https://www.scribd.com/doc/120777734/pengaruh-shift-kerja-terhadap-kelelahan-pekerja-pabrik-kelapa-sawit-di-pt-x-labuhan-batu. diakses : 7 januari 2017.

Manuaba, A. (1999). Ergonomi, Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Editor: Sritomo W dan Stefanus E.W. Procedding Seminar Nasional Ergonomi. Penerbit Guna Wijaya. http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/26124/1/NURLI%20FAIZ-fkik.pdf. Diakses : 7 Januari 2017.

Mauludi, M N. (2010). Faktor-faktor Yang Berhubungan Dengan Kelelahan Pada Pekerja di Proses Kantong Semen PBD (Paper Bag Division) PT. Indocement Tunggal Prakarsa TBK Citeureup Bogor. Skripsi. FKIK. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/24297/1/Zahro%20Abdani%20Fauzi-fkik.pdf. Diakses : 7 Januari 2017.

Miranti, Sitti Sanusi & Caccilla SW, Yunair. 2008. Tingkat Beban Kerja Mental Masinis berdasarkan NASA-TLX (Task Load Index) di PT KAI Daop. II Bandung, Jurnal Online.. http://download.portalgaruda.org/article.php?article=88493&val=4288. Diakses : 7 Januari 2017.

Occupational Safety and Health. 2003. Healthy Work, Managing stress and fatigue in the workplace. New Zealand: Depertemen of Labour

Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.13 Tahun 2011 tentang Nilai Ambang Batas faktor fisika dan faktor kimia di tempat kerja. http://ditjenpp.kemenkumham.go.id/arsip/bn/2011/bn684-2011.pdf. Diakses : 10 Januari 2017.

Puspita, Giri Irma. 2009. Faktor-faktor yang mempengaruhi Kelelahan berdasarkan karasteristik Pekerja di bagian produksi jahit garmen PT. Lestari Buana Anggun Mahkota Tahun 2009.Jakarta. Skripsi Kesehatan Masyarakat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/3944. Diakses : 10 Januari 2017.

Riyanti, Fajar Anita. 2011. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada pekerja bagian produksi di PT Cosmar Indonesia Serpong Tahun 2011. Skiripsi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Kesehatan Masyarakat, Syarif Hidayatullah Jakarta. http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/1821/1/FEBRIA%20SURYANI-FKIK.PDF. Diakses : 10 Januari 2017.

Suma’mur. 1999. Ergonomi Untuk Produktivitas Kerja. Jakarta: CV Haji Masagung

Susetyo, Joko dkk,. 2008. Jurnal Teknologi: Prevalensi Keluhan Subjektif atau kelelahan karena sikap kerja yang tidak ergonomis pada penrajin perak. FK Udayana: Teknik Industri. http://jurtek.akprind.ac.id/sites/default/files/141_149_joko_s.pdf. Diakses : 10 Januari 2017.




DOI: https://doi.org/10.32382/sulolipu.v18i1.722

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Media Sulolipu terindex

    

        

Media Reference Manager

       

View My Stats

Flag Counter

didukung oleh:

Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia