EFEKTIVITAS METODE CASCADE AERASI DAN KOMBINASI FILTRASI DALAM MENURUNKAN KADAR BESI (FE) PADA AIR SUMUR GALI

Abdur Rivai, Adi Hermanto

Abstract


Air merupakan masalah yang utama, baik penyediaan air bersih di kota dan di desa. Oleh karena itu, seiring dengan meningkatnya kebutuhan manusia berbagai upaya dilakukan untuk menyediakan air bersih yang aman bagi kesehatan.

Tujuan dari penelitian ini adalahUntuk Mengetahui Efektivitas Metode Cascade Aerasi dan kombinasi filtrasi dalam menurunkan kadar besi (Fe) pada air sumur gali jenis penelitian ini merupakan eksperimen pemeriksaan. Data yang di peroleh dari hasil pemeriksaan dengan menggunakan uji T untuk mengetahui efektifitas metode cascade aerasi dan kombinasi filtrasi dalam menurunkan kadar besi (Fe) pada air sumur gali.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar besi (Fe) sebelum perlakuan yaitu 2,71 mg/l dan mengalami penurunan rata-rata  setelah ada perlakuan sebanyak 3 kali dengan variasi debit 0,2 l/menit turun sebesar 0,54 mg/l (80,07 %), pada variasi debit 0,4 l/menit turun sebesar 0,69 mg/l (74,29 %), dan pada variasi debit 0,6 l/menit turun sebesar 0,71 mg/l  (73,68 %).

Kesimpulan dalam penelitian ini adalah bahwa variasi debit 0,2 l/menit,0,4 l/menit dan 0,6 l/menit dengan kecepatan aliran 1 menit/l dapat menurunkan kadar besi (Fe) sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh Permenkes RI. No. 416/MENKES/PER/IX/1990, tentang syarat-syarat dan pengawasan kualitas air, bahwa kadar maksimum besi yang diperbolehkan untuk air bersih adalah 1,0 mg/liter. Peneliti menyarankan  menggunakan pengolahan air dengan cara aerasi menggunakan cascade dengan lama waktu 0,2 l/menit untuk menurunkan kadar besi ( Fe) pada air sumur galidan menambah proses pengolahan dengan cara filtrasi kontakdengan media pasir,media krikil dan carbon aktif, agar air yang digunakan memenuhi persyaratan indicator kadar besi (Fe) untuk air bersih dan minum.

 

Kata kunci : Cascade Aerasi, Kombinasi  filtrasi,Variasi debit,Kadar Besi (Fe), Air Sumur Gali.

Full Text:

PDF

References


Asmadi. 2011. Teknologi Pengolahan Air Minum. Edisi pertama. Yogyakarta: Gosyen Publishing.

Basri. 2014. Kemampuan Arang Eceng Gondok (Eichhorniassipes)Dalam Menurunkan Kadar Besi (Fe) Pada Air Sumur Gali. Makassar: Prodi III JKL Poltekkes Makassar. (KTI tidak diterbitkan).

Fadli, Kurniawan. 2014. Model Aerasi Dan Filter Arang Aktif Untuk Menurunkan Besi (Fe) Pada Air Sumur Gali Di Kelurahan Kapasa Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar (Eksperimen). Makassar: Prodi III JKL Poltekkes Makassar. (KTI tidak diterbitkan).

Hajar. Siti. 2014. Kemampuan Metode Cescade Dengan Filtrasi Zeolit Dalam Menurunkan Kadar Besi (Fe) Pada Air Sumur Gali. Makassar: Program Diploma III Jurusan Kesehatan Lingkungan Politeknik Kesehatan Makassar. (KTI tidak diterbitkan).

Kusnaedi. 2010. Mengolah Air Kotor Untuk Air Minum. Jakarta: C. Jakarta: Penebar Swadaya.

Makmur. 2013. Efektifitas metode Cascade Dan Filtrasi Sederhana dalam Menurunkan Kadar Besi (Fe) Dan Mangan (Mn) Pada Air Sumur Gali. Makassar: Prodi III JKL Poltekkes Mks. (KTI tidak diterbitkan)

Nur, Risal. 2011. Pemanfaatan Tanaman Enceng Gondok Dalam Menurunkan Kadar Besi (Fe) Pada Air Sumur Gali/Bor (Eksperimen). Makassar: Program Diploma III Jurusan Kesehatan Lingkungan Politeknik Kesehatan Makassar. (KTI tidak diterbitkan).

Republik Indonesia, Peraturan Menteri Kesehatan RI NO 416/1990 Syarat-syarat dan Pengawasan Kualitas air.




DOI: https://doi.org/10.32382/sulolipu.v18i1.724

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Media Sulolipu terindex

    

        

Media Reference Manager

       

View My Stats

Flag Counter

didukung oleh:

Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia