Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Keluhan Nyeri Punggung Bawah Pada Pengrajin Gerabah Di Lingkungan Sandi Kelurahan Pallantikang Kecamatan Pattallassang Kabupaten Takalar

Syarlina Syarlina, hidayat hidayat

Abstract


Nyeri Punggung Bawah (NPB) merupakan jenis penyakit yang banyak dikeluhkan oleh pengrajin. Hal ini diakibatkan olehg erakan yang dilakukan berulang-ulang dalam jangka waktu yang lama. Jenis keluhan yang biasa dirasakan oleh pengrajin diantara adalah rasa panas, kaku, nyeri tertusuk-tusuk pada bagian punggung bawah.

Penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian nyeri punggung bawah pada pengrajin gerabah di lingkungan sandi.Penelitian ini merupakan penelitian observasion alanalitik dengan desain cross sectional study, jumlah sampel sebanyak 67 orang dan dengan metode penarikan sampel menggunakan simple random sampling dan analisis data diuji dengan melakukan uji statistic yaitu chi-square.

Hasil penelitian diperoleh bahwa dari empat variabel yang diteliti terdapat 1 variabel yang tidak memiliki hubungan bermakna yaitu lama kerja,  untuk masa kerja dan sikap kerja tidak dapat diuji analisis karena semua pengrajin sesuai dengan standar dan 1 variabel yang memiliki hubungan bermakna yaitu umur.

Diharapkan bagi para pengrajin untuk sering melakukan peregangan otot ketika merasakan kram atau sakit pada bagian tubuh serta melakukan olahraga yang teratur dan makan makanan yang banyak mengandung gizi.

Kata Kunci    : Nyeri Punggung, Pengrajin, Umur,  Lama Kerja, MasaKerja, SikapKerja.

Full Text:

PDF Plagiarism Check

References


Adzim. 2013. Penyakit Akibat Kerja, from Sistem Manajemen Keselamatan Kerja. (online) http://sistemmanajemenkeselamatankerja.blogspot.com. Diakses 7 desember 2017

Ahmad Affan. 2014. Hubungan Posisi Duduk Dengan Nyeri Punggung Bawah Pada Penjahit Vermak Levis Di Pasar Tanah Pasir Kelurahan Penjaringan Jakarta Utara. Skripsi. Universitas Esa Unggul. Jakarta. (Online) http://download.portalgaruda.org. Diakses pada tanggal 07 Desember 2017

Anies. 2005. Penyakit Akibat Kerja. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Bimaariotejo. 2009. Nyeri Pinggang Bawah. (online) http://bimaariotejo.wordpress.com/ (diakses pada tanggal 08 Desember 2017

Defriyan. 2011. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Keluhan Nyeri Punggung Bawah Pada Proses Penyulaman Kain Tapis Di Sanggar Family Art Bandar Lampung. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. (online) http://repository.uinjkt.ac.id (diakses pada tanggal 15 Mei 2018).

Fuady Ahmad Rifqi. 2013. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Musculoskeletal Disorders (MSDs) Pada Pengrajin Sepatu Di Perkampungan Industri Kecil (PIK) Penggilingan Kecamatan Cakung. Skripsi.Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri. Makassar. (Online) http://repository.uinjkt.ac.id. Diakses pada tanggal 07 Desember 2017.

Gempur Santoso. 2004. Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Prestasi Pustaka: Jakarta.

Gempur. Santoso. 2013. Kursi Ergonomis Untuk Menurunkan Kelelahan Tenaga Kerja SPBU Berdasarkan Fluktuasi Asam Laktat dan Glukosa Dalam Darah. Fakultas Teknologi Industri Universitas PGRI Adi Buana Surabaua. (online): http://www.gempursantoso.com/. Diakses pada tanggal 07 Desember 2017.

Giring Novrianto. 2016. Hubungan Teknik Mengangkat Beban Dengan Keluhan Nyeri Punggung Bawah Pada Pekerja Angkut Beras Di Pasar Makale Tahun 2015. Makassar: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin. (Skripsi tidak dipublikasikan).

Halimah. (2012). Karateristik Penderita Nyeri Punggung Bawah (NPB) yang Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Dr. Pirngadi Medan Tahun 2009-2010. Repository USU , 30. (Online) http://repository.usu.ac.id. Diakses 8 Desember 2017.

Harrington. Gill. 2005. Buku Saku Kesehatan Kerja. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.

Hoetomo. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Surabaya: Mitra Pelajar. 2005.

Hoy, D, Brain, Williams, dan March. 2012. A Syastematic Review Of The Global Prevalence Of Low Back Pain. (Online) http://onlinelibrary.wiley.com. Diakses 7 Desember 2017.

ILO. 2013. Safety And Health at Work. (Online) http://www.ilo.org/[pdf]. Diakses 8 Desember 2017.

Kementerian Perindustrian. 2014. Pedoman Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri Dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. (online) http://www.kemenperin.go.id/ Diakses 8 desember 2017

Koesyanto, H. 2013. Masa Kerja dan Sikap Kerja terhadap Nyeri Punggung. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 9(1). (Online) http://www.neliti.com. Diakses 8 desember 2017

Kurniawidjaja, Meily L. 2012. Teori dan Aplikasi Kesehatan Kerja. Jakarta: Universitas Indonesia. Cetakan Ketiga.

Kuswana, Sunaryo Wowo. 2017. Ergonomi dan K3 Kesehatan Keselamatan Kerja. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Cetakan Ketiga.

Lawry, George. 2011. Pemeriksaan Muskuloskeletal yang Sistematis. Jakarta: Erlangga.

Lebang, Erikar. 2015. Yoga Atasi Backpain. Jakarta: Pustaka Bunda. (online) https://books.google.co.id/. Diakses 8 Desember 2017.

Machmud, I. (2014) Faktor-faktor yang Berhubungan dengan kejadian Nyeri Punggung Bawah pada Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di Pelabuhan Belawan Medan.Repository USU,10. (Online) http://media.neliti.com. Diakses 8 Desember 2017.

Nurliah. Aah. 2012. Analisis Risiko Musculoskeletal Disordes (MSDs) Pada Operator Forklift Di PT.LLI Tahun 2012. Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia (online): http://Iib.ui.ac.id (diakses pada tanggal 15 Mei 2018).

Nurmianto, Eko. 1996. Ergonomi: Konsep Dasar dan Aplikasinya. Surabaya: Guna Widya.

Nurmianto. Eko. 2008. Ergonomi: Konsep Dasar Dan Aplikasinya. Gunawidya: Surabaya. Edisi Kedua.

Nurzannah. (2015). Hubungan Faktor Resiko dengan Terjadinya Nyeri Punggung Bawah (Low Back Pain) Pada Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di Pelabuhan Belawan Medan. Repository USU , 10.

Perdani. Putri. 2010. Pengaruh Postur dan Posisi Tubuh Terhadap Timbulnya Nyeri Punggung Bawah. Fakultas Kedokteran:Universitas Deponegoro. (Online): http://eprints.undip.ac.id. Diakses 10 Desember 2017.

Pratiwi, dkk. 2009. Beberapa Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Keluhan Nyeri Punggung Bawah Pada Penjual Jamu Gendong. Jurnal promosi kesehatan indonesia. 4(1). (Online) http://media.neliti.com. Diakses pada tanggal 07 Desember 2017.

Putranto, H.T. 2014. Hubungan Postur Tubuh Menjahit Dengan Keluhan Low Back Pain pada Penjahit Di Pasar Sentral Kota Makassar. Jurusan Keselamatan dan Kesehatan Kerja. http://repository.unhas.ac.id (diakses pada tanggal 15 Mei 2018).

Republik Indonesia. 2009. Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, bahwa kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, sosial dan mental yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis.

Rista, I. (2010). Hubungan Mengangkat Beban dan Frekuensi Angkat Dengan Keluhan Nyeri Punggung Pada Pekerja Pengangkut Buah di Pasar Johar Semarang. Unnes. (Online) http://lib.unnes.ac.id. Diakses pada tanggal 07 Desember 2017.

Ruslan. 2012. Nyeri Punggung Bawah, from Mediacastore. (online) http://mediacastore.com/. Diakses 7 Desember 2017.

Sahani Wayuni, dkk. 2017. Panduan Penulisan Proposal Penelitian Skripsi. Makassar: Kementerian Kesehatan RI, Politeknik Kesehatan Kemenkes Makassar Jurusan Kesehatan Lingkungan.

Santisa Adhiyoga, Widyadharma Eka, Purwata Eko, 2016. Korelasi Lama Duduk Dengan Keluhan Nyeri Punggung Bawah Pada Pekerja Hotel The Grand Santhi Denpasar, Jurnal Ilmu Kedokteran, 5 (10). (Online) http://ojs.usnud.ac.id. Diakses pada tanggal 07 Desember 2017.

Santoso, Gempur. 2004. Manajemen Keselamatan & Kesehatan Kerja. Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher.

Sarnad. (2010). Prevalence of Low Back Pain and it Risk Factor Among

School Teachers. American Journal of Applien Sciences,50.

Sianturi Mei, Widyadharma, Purwata Eko, 2015, Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Keluhan Low Back Pain (Nyeri Punggung Bawah) Pada Supir Angkot Rahayu Medan Ceria 103 Di Kota Medan, Jurnal Ilmu Kedokteran, 5 (10). (Online) http://jurnal.usu.ac.id. Diakses 7 Desember 2017.

Samara, D. 2011. Duduk statis sebagai faktor risiko terjadinya nyeri punggung bawah pada pekerja perempuan. (online) http://www.univmed.org diakses tanggal 15 Mei 2018

Sirajud Putri. 2017. Faktor Yang Berhubungan Dengan Keluhan Nyeri Punggung Bawah Pada Pekerja Bagian Packer Di PT. Bogatama Marinusa (BOMAR) Kota Makasar, Makassar: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia. (Skripsi tidak dipublikasikan).

Soewarno, A. 2005. Perbaikan Lingkungan Kerja pada Pengrajin Ukiran Kelongsong Peluru dengan Menyesuaikan Tinggi Meja Kerja di Desa Kamasan, Kalungkung. Jurnal Natah. (Online) http://ojs.unud.ac.id/.pdf. Diakses 7 Desember 2017.

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Suma’mur, P.K, 2009. Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja (Hiperkes). CV. Sagung Seto, Jakarta.

Suma’mur. 2013. Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja (Hiperkes). CV. Sagung Seto: Jakarta. Edisi kedua.

Susetyo Joko, Isna Titin, dan Hastiko Suyasning. 2008. Prevalensi Keluhan Subyektif Atau Kelelahan Karena Sikap Kerja Yang Tidak Ergonomis Pada Pengrajin Perak. Jurnal Teknologi. 1(2): 141-149. (Online) http://jurtek.akprind.ac.id/.pdf. Diakses 7 Desember 2017.

Tarwaka, dkk. 2004. Ergonomi Untuk Keselamatan, Kesehatan Kerja, Dan Produktivitas. Surakarta: UNIBA Press.

Tarwaka. (2015). Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Ergonomi (K3E) dalam Perspektif Bisnis. Surakarta: Harapan Press Surakarta.

Tatilu, J.. E. (2014). Hubungan antara Sikap Kerja dengan Keluhan Nyeri Punggung Bawah Pada Tenaga Kerja Bongkar Muat di Kantor Kesyahbandaraan dan Otoritas Pelabuhan Manado. FKM UNSRAT , 10 (online): http://fkm.unsrat.ac.id. Diakses 7 Desember 2017.




DOI: https://doi.org/10.32382/sulolipu.v19i1.936

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Media Sulolipu terindex

    

        

Media Reference Manager

       

View My Stats

Flag Counter

didukung oleh:

Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia