PENAMBAHAN AIR KELAPA (COCOS NUCIFERA L) DAN AIR LINDI (LEACHATE) SEBAGAI AKTIVATOR PEMBUATAN KOMPOS

Sulasmi lasmi, Nur Syamsi

Abstract


Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan  berasal dari aktivitas manusia. Dampak ditimbulkan  sampah  yaitu pencemaran lingkungan. Sehingga perlu pengelolaan sampah dengan cara membuat kompos dimana kompos merupakan material organik yang sudah didekomposisi dan digunakan sebagai media tanam, pupuk, dan penyubur tanah. Penelitian ini untuk mengetahui penambahan air kelapa (cocos nucifera l) dan air lindi (leachate) sebagai aktivator pembuatan kompos. Merupakan penelitian eksperimen semu,  data dianalisa secara deskriptif. Hasil  menunjukka  dari 4 variabel yang diteliti pada penambahan aktivator air kelapa (cocos nucifera l)  dengan konsentrasi 150 ml selama 25 hari dan 250 ml terjadi selama 20 hari dan air lindi (leachate)  dengan konsentrasi 150 terjadi selama 23 hari dan 250 ml  terjadi selama 16 hari dan tanpa penambahan aktivator terjadi selama 29 hari. Hal ini menunjukkan bahwa penambahan aktivator dapat mempercepat pengomposan dibandingkan dengan tanpa menggunakan aktivator. Disimpulkan bahwa penambahan aktivator air kelapa (cocos nucifera l) dengan konsentrasi 150 ml ,  250 ml dan air lindi (leachate) dengan konsentrasi 150 ml dan 250 ml dapat mempercepat pengomposan dari pada tanpa penambahan activator. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi salah satu alternatif pengendalian sampah organik sebagai bahan utama dalam pembuatan kompos.

Kata Kunci: Air Kelapa (Cocos Nucifera L), Air Lindi (Leachate), Lama Waktu Dekomposisi, Kualitas Fisik Kompos

Full Text:

Full Article PDF

References


Daryat Fikri, Zul Delita, Fibriarti, Bernadeta L, 2017. "Analisis Kualitas Air Lindi Asal Tempat Pembuangan Akhir Sampah Kota Pekanbaru Berdasarkan Parameterologi". Jurnal Riau Biologia, 2(1). https://jrb.ejournal.unri.ac.id. (diakses 25 juni 2021).

Evelin Novitasari, Edelbertha, Chandra, 2016. "Pemanfaatan Lindi sebagai Bahan EM4 dalam Proses Pengomposan". TEMU ILMIAH IPLBI, 2016. https://temuilmiah.iplbi.or.id/wp-content/uploads/2016/12/IPLBI-H-115-120-Pemanfaataan-Lindi-Sebagai-Bahan-EM4-Dalam-Proses-Pengomposan.pdf (diakses 05 Januari 2021)

Farumi, S. S., Lingkungan, D. K., & Masyarakat, F. K. (2020). Pengaruh aktivator dalam kompos takakura terhadap tanaman cabai. 5(1), 55–63. http://journal2.um.ac.id. (Diakses 05 Januari 2021).

Luqman N.S. (2013). Pemanfaatan Limbah Sayur-Sayuran untuk Pembuatan Kompos dengan Penambahan Air Kelapa (Cocos nucifera) dan Ampas Teh Sebagai Pengganti Pupuk Kimia Pada Pertumbuhan Tanaman Semangka(Citrullus vulgaris L ). (Diakses 12 Juni 2021)

Rehas, A. M., & Pasaribu, P. (2017). “Tinjauan Terhadap Pengelolaan Sampah Di Kota Samarinda.” Yuriska : Jurnal Ilmiah Hukum, 8(2), 59. https://doi.org/10.24903/yrs.v8i2.155. (Diakses 05 Januari 2021).

Riska Hamsah, juherah juherah. 2018. pemanfaatan air kelapa (cocos nucifera l) sebagai aktivator pembuatan kompos sisa sayuran dan limbah ampas teh. http://jurnal.poltekkes-mks.ac.id (diakses 12 Juni 2021).

Sindi M. H, Ganjar Samudro, Sry Sumiati, 2017. Pengaruh Kadar Air Terhadap Hasil Pengomposan Sampah Organik Dengan Metode Composter Tub. Jurnal Teknik Mesin, vol 06. http://media.neliti.com (Diakses 12 Juni 2021).

Sumekto R. 2006. Pupuk Organik. Klaten Jawa Tengah: PT. Intan Sejati, 2006.




DOI: https://doi.org/10.32382/sulolipu.v21i2.2317

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Media Sulolipu terindex

    

        

Media Reference Manager

       

View My Stats

Flag Counter

didukung oleh:

Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia