PENGARUH LOKASI DAN WAKTU PENGUKURAN SUMBER BERGERAK (KENDARAAN) DENGAN KANDUNGAN TIMBAL (Pb) PADA UDARA UNDERPASS DI SIMPANG LIMA MANDAI KOTA MAKASSAR

Djoko Purwoko, Desi Enggar Prastiwi

Abstract


Timbal (Pb) adalah logam berat yang tidak pernah ditemukan dalam bentuk murni. Timbal (Pb) yang mencemari udara terdapat dalam partikel-partikel.Timbal (Pb) sebagin besar dihasilkan oleh asap kendaraan bermotor dan industri yang menggunakan bensin. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh lokasi dan waktu pengkuran sumber bergerak (Kendaraan) dengan kandungan Timbal (Pb) pada udara underpass di Simpang Lima Mandai kota Makassar. Jenis penelitian ini merupakan  penelitian deskriftif dengan melakukan pengukuran secara langsung di lapangan. Pengkuran Di simpang Lima Mandai Kota Makassar dengan waktu pengukuran pagi dan sore hari. Alat yang digunakan dalam penelitian yaitu High Volume Air Sampler dan Counter. Dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian Timbal (Pb) diperoleh hasil pada Titik I Jl.Dakota dengan Lokasi Koordinat yaitu: (S:05º04’01,5”, E:119º 31’3,6”) pada pagi dan sore hari yaitu 1,184 µg/m3 dan 0,782 µg/m3, Titik II Jl. Bandara Baru Sultan Hasanuddin dengan Lokasi Koordinat yaitu: (S:05º04’04,9”,E:119º31’32,2”) pada pagi dan sore hari yaitu 0,562 µg/m3 dan 0,635 µg/m3,dan Titik III Jl. Tol Insinyur Sutami dengan Lokasi Koordinat yaitu: (S:05º04’05,4”E:19º31’28,7”) pada pagi dan sore hari yaitu 0,617 µg/m3 dan 0,251 µg/m3. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan Timbal (Pb) tertinggi terdapat pada Titik Koordinat Jalan Dakota Maros Makassar  pada pagi hari. Hasil penelitian tersebut sesuai dengan Lampiran Perturan Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 69 Tahun 2010 Tentang Baku Mutu dan Kriteria Kerusakan Lingkungan setelah dilakukan pengujian selama satu jam pengukuran yaitu 2 µg/m3. Dari hasil penelitian disarankan agar peraturan yang ada menegnai pembatasan bensin bertimbal dan pembatasan penggunaan kendaraan yang sudah tua di terapkan.

Kata Kunci :Timbal (Pb), Udara Ambien,Underpass Simpang Lima Mandai.

Full Text:

PDF

References


Anonim. 2010. Pencemaran Udara dari Sektor Transportasi (online) http://mathusen.wordpress. com/2010/01/24/ tentang Pencemaran-Udara- dari- Sektor- Transportasi.html diakses 10 Januari 2017.

Budianto, Ardi.2015. Bahaya Emisi Gas Buang Karbon Monoksida (CO) dan Timbal (Pb) Akibat Pembakaran Tidak Sempurna Kendaraan Bermotor Sebagai Polutan Udara, (Online), (ardibudianto.web.unej.ac.id,diakses 31 Mei 2017).

Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar (ANDAL).2015. Volume dan Komposisi Lalu Lintas Kendaraan Bermotor pada ruas jalan Poros Bandara Baru. Pemerintah Kota Makassar: Makassar.

Dinas Perhubungan Kota Makassar, 2014. Data Jumlah Kendaraan Bermotor Kota Makassar. Pemerintah Kota Makassar: Makassar.

Darmono. 2001. Pengertian Logam Berat Timbal dan Dampak bagi Kesehatan. Jakarta: Universitas Indonesia.

Darmono. 2010. Lingkungan Hidup dan Pencemaran. Jakarta: Universitas Indonesia.

Dahlan, Rishar dkk.2013. Faktor Yang Berhubungan Dengan Kandungan Timbal (Pb) Dalam Udara Ambien di Wilayah Sekolah Dasar di Kawasan Pesisir Kota Makassar.(Online) (JURNAL. Pdf,diakses 31 Mei 2017).

Gusnita Desi. 2012. Pencemaran Logam Berat Timbal (Pb) Di Udara. Bandung. (Online) (JURNAL Lapan pdf.go.id,diakses 29 Mei 2017).

Isdaryati.2011. Gambaran Kandungan Logam Berat Timbal (Pb) Pada Udara Di Simpang Empat Jalan Daya Kota Makassar. Makassar Program Diploma III Jurusan Kesehatan Lingkungan Politeknik Kesehatan Makassar. (KTI tidak diterbitkan.)

Kantor Samsat Makassar. 2014. Data Kendaraan Bermotor yang telah direkapitulasi Kota Makassar (online),(http://www.pdpersi.co.id diakses 06 Januari 2017).

KPBB. 2004. Survei Kendaraan Masyarakat di Kota Besar Indonesia, (Online), (http://www.indonesian-lic.org/papr,diakses 03 Januari 2017).

Mukono H.j.2003. Keadaan Cuaca Yang Mempengaruhi Suatu Kualitas Udara. Surabaya: Airlangga University Press.

Mukono H.j.2006. Efek Bahan Pencemar Udara. Surabaya: Airlangga University Press.

Nasution.2004. Efek Toksik Logam. Yogyakarta: Andi.

Republik Indonesia.2010. Perturan Gubernur Sulawesi Selatan No.69 Tahun 2010 Tentang Baku Mutu dan Kriteria Kerusakan Lingkungan Hidup.

Santi. 2001. Pencemaran Udara Oleh Timbal (Pb) Serta Penanggulangannya. Fakultas Kedokteran: Universitas Sumatera Utara.(Online),https://kesehatanlingkungankesmas.wordpress.com/2014/12/28/upaya-penurunan-tingkat-pencemaran-timbal-pb-di-perkotaan-menuju-green-city diakses 07 Januari 2017).

Samsia. 2011. Kadar Timbal (Pb) Di Traffic Light Jalan Hertasning Di Kota Makassar.Makassar: Politeknik Kesehatan Makassar.Jurusan Kesehatan Lingkungan.

Sudarmaji. 2006. Toksikologi Logam Berat B3 dan Dampaknya Terhadap Kesehatan. Bandung: Airlangga University Press.

Susilawaty, 2009. Analisis Kualitas Udara Ambient Kota Makassar. (Online),(http://www.uinalauddin.ac.id/download9.%20A.%20Susilawaty.pdf, diakses pada tanggal 15 Desember 2015).

Soedomo M.2001. Pencemaran Udara. Bandung: ITB.

Supeno,Samson B.dkk. 2012, Penyehatan Udara. Makassar:Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Politeknik Kesehatan Makassar.

Tribun. 2014 Jumlah Kendaraan di Indonesia. (online), (http://www.tribunnews.com/otomotif/2014/04/15/jumlah-kendaraan-di-indonesia-capai-104211 juta-unit, diakses pada tanggal 05 Desember 2017).

Techno. 2014 Pencanangan Pembangunan Underpass Maros,Makassar Di Simpang Mandai. (online),(http://www.technokonstruksi.com/techno-berita/63-pencanangan pembangunan-underpass-maros-makassar-di-simpang-mandai di akses pada tanggal 25 januari 2017).

Palar.H.2004. Pencemaran dan Toksikologi Logam Berat. Jakarta: Rineka Cipta.

Prabu.2008. Sumber Bahan Pencemar Udara terhadap Kesehatan. Jakarta: Anonimus.

Wardhana. Wisnu Arya. 2004.Dampak Pencemaran Lingkungan.Yogyakarta: Andi.

Widowati dkk.2008. Efek Toksik Logam.Yogyakarta: Andi.




DOI: https://doi.org/10.32382/sulolipu.v17i2.825

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Media Sulolipu terindex

    

        

Media Reference Manager

       

View My Stats

Flag Counter

didukung oleh:

Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia