Analisis Kondisi Sanitasi Dengan Keberadaan Bakteri Coliform Pada Daging Sapi Di Pasar Terong Kota Makassar

wahyuni sahani, Indah Rahmana Nasir

Abstract


Daging adalah sumber umum kuman patogen yang dapat ditularkan ke manusia melalui suatu jalur pemindahan.Dagingmerupakan media yang sangatbaikuntukpertumbuhanbakteriColiform yang merupakan indikator dalam sanitasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi sanitasi dengan keberadaan bakteri Coliform pada daging sapi di Pasar Terong Kota Makassar yang meliputi kondisi tempat penjualan, peralatan dan higiene pedagang.Jenis penelitian yang digunakan penelitian observasional dengan pendekatan deskriptif dari 12 sampel daging sapi Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai dari keseluruhan variabel upaya kondisi tempat penjualan daging sapi adalah 100% dalam kriteria buruk. Nilai dari keseluruhan variabel upaya Kondisi peralatan penjual daging sapi adalah 58% dalam kriteria buruk, dan kondisi higiene pedagang sapi nilai dari keseluruhan variabel 50% termasuk dalam kriteria buruk. Serta keberadaan bakteri Coliform pada daging sapi dari 12 sampel daging sapi dan 1 sampel air bersih yang diperiksa dengan hasil cemaran bakteri >2400 koloni/gram yang tidak memenuhi syarat. Apabila dirujuk dengan Standar Nasional Indonesia No. 7338 Tahun 2009, maka hasil pemeriksaan tidak memenuhi syarat. Disimpulkan bahwa kondisi sanitasi pasar dengan keberadaan bakteri Coliform pada daging sapi di Pasar Terong Kota Makassar tidak memenuhi syarat dan perlu dilakukan pengawasandari Dinas Kesehatan tentang pentingnya hygiene dan sanitasi pedagang terkait kualitas bakteriologis daging sapi di Pasar Terong Kota Makassar.

Kata Kunci :Kondisi Sanitasi, Daging Sapi, Bakteri Coliform


Full Text:

PDF Plagiarism Check

References


A. Muri Yusuf. 2014. Metode Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif, dan Penelitian Gabungan. Jakarta: Prenadamedia Grup.

Ahriani Yuliana. 2012. Studi Pengolahan dan Kualitas Bakteriologis Makanan Khas Lammanang Di Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto. Makassar : Poltekkes Makassar Jurusan Kesehatan Lingkungan Makassar. (KTI tidak diterbitkan).

Anonim. 2013. Bahaya, dampak dan akibat infeksi bakteri E. Coli (Online) http://www.tipscaraterbaik.com/bahayagejaladampak-bakteri-e-coli-terhadap-kesehatan.html (Diakses pada pada tanggal 28 Desember 2017).

Arnia dan Efrida. 2013. Identifikasi Kontaminasi Bakteri Coliform Pada Daging Sapi Segar yang Dijual di Pasar Sekitar Kota Bandar Lampung. Jurnal Kesehatan Universitas Lampung ISSN 2337-3776 : Hal 43-50. (Online). http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/majority/article/view/39 (Diakses pada tanggal 3 Desember 2017).

Asmorowati, dkk. 2014. Hubungan Higiene Pedagang dan Sanitasi Dengan Kontaminasi Salomenella Pada Daging Ayam Potong. (Online). https://journal. Unnes.ac.id/artikel_sju/ujph/3900 (Diakses 15 Juni 2018)

Badan Pusat Statistik Kota Makassar. 2016. Infalasi Kota Makassar. Sektor Perdagangan Pasar. Makassar : Pemerintah Kota Makassar.

Badan Pusat Statistik Kota Makassar. 2017. Provinsi Sulawesi Selatan Dalam Angka Sulawesi Selatan Provinsi in figure. Makassar.

Balia, dkk. 2013. Deteksi Coliform PadaDagingSapiGilingSpesial yang Dijual di Hipermarket Bandung (Online).Pustaka.unpad.ac.id. (Diakses24 Desember 2017).

Budiman Chandra. 2014. Pengantar Kesehatan Lingkungan. Jakarta : Buku Kedokteran EGC.

Efri Malisa Dwi Putri. 2015. Hubungan Hygiene Sanitasi Dengan Kontaminasi Coliform Pada Air Minum Isi Ulang Di Kecamatan Seberang Ulu 1 Kota Palembang Tahun 2015. (Online) http://www.repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/2889 (Di akses pada tanggal 19 Desember 2017).

Erlani, dkk. 2011. Sanitasi Tempat-Tempat Umum dan Pariwisata. Makassar : Politeknik Kesehatan Makassar Jurusan Kesehatan Lingkungan.

Erni Nurkhayani, STP, MSE. 2015.Pengawasan Kemanan Pangan Segar. Jakarta Selatan:Kemenkes RI 2015

Hendraaty, H K. 2013. Pengemasan dan Penyimpanan Bahan Pangan. Yogyakarta : Graha Ilmu.

Henny Krissetiana Hendrastu. 2013. Pengemasan dan Penyimpanan Bahan Pangan. Yogkarta : Graha Ilmu

Jasmadi, dkk. 2014. Pravalensi Bakteri Coliform dan Escherichia coli Pada Daging Sapi yang di Jual di Pasar Tradisional dan Pasar Modern Kota Pekanbaru. JOM FMIPA Volume 1 No. 2. Hal 31-39. (Online).https://media.neliti.com/media/publications/183549-ID-prevalensi-bakteri-coliform-dan-escheric.pdf (Diakses pada tanggal 6 Desember 2017).

Javaurora, 2011. Bakteri Coliform. (Online) https://erickbio.wordpress.com/2011/07/03/bakteri-coliform/ (Diakses pada tanggal 28 Desember 2017).

Koes Irianto. 2013. Mikrobiologi Medis. Bandung : Alfabeta.

Mundiatun dan Daryanto. 2015. Pengelolaan Kesehatan Lingkungan. Yogyakarta : Gava Media.

Natalia, L.A. Bintari, S.H, dan Mustikaningtyas, D. (2014). Kajian Kualitas Bakteriologi Air Minum Isi Ulang Di kabupaten Blora. Unnes Journal of Live Science. Vol.3. No. 1, 32-34. (Online). https://journal.unnes.ac.id/artikel_sju/UnnesJLifeSci/2980 (Diakses pada tanggal 10 Januari 2018).

Nugroho Tristyanto. 2016. Uji Bakteriologi MPN Coliform dan Eschericia Coli pada Air Baku Kolam Renang di Kota Malang. Malang : PT. Semesta Anugerah.

Nurul Amaliyah. 2017. Penyehatan Makanan dan Minuman – A. Yogyakarta : CV Budi Utama.

Nurwantoro, Ir dan Djarijah A S. 1997.Mikrobiologi Pangan Hewani-nabati. Yogyakarta: Kanisius.

Republik Indonesia. 2008. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : 519/MENKES/SK/VI/2008. Pedoman Penyelenggaraan Pasar Sehat.

Republik Indonesia. 2017. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 32 Tahun 2017 Tentang Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan dan Persyaratan Kesehatan Air Untuk Keperluan Higiene Sanitasi, Kolam Renang, Solus Per Aqua, dan Permandian Umum.

Riri Novita Sunarti. 2015. Uji Kualitas Air Sumur Dengan Menggunakan Metode MPN (Most Probable Numbers).

Rizsa Puspita. 2015. Upaya Penjamah Makanan Dalam Menjaga Kualitas Ditinjau Dari Aspek Food Safety. Yogyakarta : Gava Media.

Rohanta, dkk. 2016. Gizi Kuliner Dasar. Jakarta : Buku Kedokteran EGC.

Siti Surasri. 1985. Prinsrip Sanitasi Makanan. Surabaya : Proyek Pengembangan Pendidikan Tenaga Sanitasi Pusat.

Sri Rejeki. 2015. Sanitasi Hygiene dan K3. Bandung : Rekayasa Sains.

Standar Nasional Indonesia. 2009. Badan Standarisasi Nasional. Nomor : 7388:2009. Batas Maksimum Cemaran Mikroba Dalam Pangan.

Sucipto D.C. 2015. Keamanan Pangan. Yogyakarta : Gosyen Publishing.

Supandi T dan Wardah. 2014. Mikrobiologi Pangan. Yogyakarta: CV ANDI

Suparlan. 2012. Pengantar Pengawasan Hygiene Sanitasi Tempat-Tempat Umum, Wisata danUsaha-Usaha Untuk Umum. Surabaya : Percetakan DuaTujuh.

Suriawiria. 1996. Mikrobiologi Air dan Dasar-Dasar Pengolahan Air Secara Biologis. Bandung : Alumni.

Winiati dan Nurwitri. 2012. Mikrobiologi Pangan. Bogor : IPB Press

Yulia. 2016. Higiene Sanitasi Makanan, Minuman Dan Sarana Sanitasi Terhadap Angka Kuman Peralatan Makan Dan Minum Pada Kantin. Jurnal Vokasi Kesehatan. 2 (1): 56. (online). http://ejournal.poltekkes-pontianak.ac.id. Diakses 20 November 2017.




DOI: https://doi.org/10.32382/sulolipu.v19i1.938

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Media Sulolipu terindex

    

        

Media Reference Manager

       

View My Stats

Flag Counter

didukung oleh:

Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia